Antara Nur & Dia Episode 1 (1 Desember 2015): Kisah Pertemuan Yigit dan Nur Di Mulai!


Antara Nur & Dia Episode 1 (1 Desember 2015): Kisah Pertemuan Yigit dan Nur Di Mulai! || Selamat datang di blog kabar sensasi, postingan ini adalah cerita ulang Antara Nur & Dia Episode 1 perdana yang tayang mulai 1 Desember 2015 di ANTV. Serial ini adalah penganti serial Cansu dan Hazal season 1 yang telah berakhir. Buat yang ketinggalan cerita Cansu Hazal Episode terakhir silakan baca di Cansu & Hazal Episode 86 Terakhir (1 Desember 2015).

Dan Antara Nur & Dia Episode 1 (1 Desember 2015) ceritanya adalah Nur naik bus menuju tempat bibinya, tapi dia tak tau tempat tepatnya. Bahkan Nur salah turun bus alias keblabasan. Akhirnya Nur jalan sendirian dijalan yang sepi tengah hutan. Tiba-tiba ada dua pria yang menggoda dan mencoba melecehkan Nur. Lalu Yigit lewat dan berhenti, begitu tau itu Yigit kedua pria itu langsung lari terbirit-birit. Nur justru marah-marah karena mengira dua pria itu suruhan Yigit, padahal Yigit tak kenal dengan pria-pria itu.

Nur terus menuduh Yigit ini itu, dikiranya Yigit itu penjahat. Nur pun pergi membawa kopernya dengan jalan kaki, Yigit langsung menghampiri dengan mobilnya lalu bilang bahwa Nur itu ambil jalan yang salah. Nur tetep ngeyel, Yigit pun menaikan Nur dengan paksa ke mobil mewahnya. Nur teriak-teriak karena takut, terlebih Yigit nyetir mobilnya sangat kencang. Nur terus teriak-teriak karena ketakutan tak tau mau dibawa kemana. Begitu sampai disebuah tempat, Nur kaget melihat bibinya.

Bibinya bilang pada Nur agar tak cari masalah dengan Aitun. Nur pun dikenalkan dengan nyonya Aitu yang merupakan kepala rumah di rumah mewahnya Yigit. Tapi sayang Nur saat dikenalkan sempat jawab omongan Aitun dimana itu dianggap tidak sopan.

Yigit akan pergi ke kantor, sebelum pergi bertemu dengan anaknya yang bernama Merk. Yigit sangat sayang dengan Merk. Putra kecilnya itu pun memberikan sebuah gambar ada ayah dan ibunya Merk.

Nur mulai diajak muter-muter oleh Elmas (anak dari bibinya Nur) ke bagian-bagian rumah besarnya si Yigit. Nur pun diberitahu bahwa Yigit itu sosok yang keras dalam berusaha hingga mendapatkan semua kekayaanya mulai dari 0 karena sejak kecil Yigit besar tanpa kedua orang tuanya. Nur pun juga diberitahu bahwa Yigit sudah punya anak.

Pamannya Nur yang bernama Tayyar nampak tak suka dengan kedatangan si Nur, bahkan kata-kata Tayyar cinderung kasar. Nur pun nampak sakit hati mendengar omongan Tayyar, Nur pun pamit mlipir lalu menangis.

Merk marah-marah gak mau makan karena ayahnya tak kunjung pulang. Merk juga tanya kenapa ayahnya tak kunjung membawa ibunya kembali dari surga?

Yigit pulang dari kantor didepan melihat Nur sedang menangis sedih, sadar bahwa Yigit mendekatinya si Nur langsung menghapus air matanya. Yigit langsung mengulurkan tangan untuk berkenalan, kedanya pun bersalaman tapi si Yigit tak kunjung melepaskan genggaman tangannya hingga akhirnya Nur manarik tangannya berlahan. Yigit pun menyuruh Nur masuk kedalam karena udara diluar sangat dingin.

Yigit masuk rumah tapi Merk gak ada di kamarnya. Yigit kebingungan mencarinya.

Merk berada diatas pohon, lalu teriak-teriak "ibu dimana, aku disini". Nur melihat Merk nangkring diatas pohon lalu langsung menghampirinya. Nur naik keatas untuk mengajak Merk turun, tapi si Merk teriak-teriak gak mau karena ingin bertemu ibunya. Melihat Merk diatas pohon si Yigit marah-marah lalu membentak-bentak, Nur pun langsung teriak "cukup, jangan bentak-bentak anak kecil". Merk pun dibawa masuk, semua orang masuk tapi Yigit marah-marah bahkan ingin menebang pohonnya, Nur pun mencegahnya.

Yigit ke rumah sakit menjenguk Ichal yang terbaring penuh selang ditubuhnya, Yigit mengenang masa-masa pertengkarannya dengan Ichal yang akhirnya kecelakaan dan mengalami koma selama bertahun-tahun. Selama ini Merk gak tau kalo ibunya itu masih hidup walau koma.

Nur ketika bangun pagi senyum-senyum melihat pohon yang semalam hendak ditebang Yigit kini penuh dengan balon. Merk pun melihat pohon itu dari dalam kamarnya dan langsung lari keluar. Yigit pun bilang bahwa pohon itu spesial buat Merk. Akhirnya Yigit dan Merk bersalaman alias berdamai, karena sebelumnya Yigit marah-marah pada Merk begitu pula sebaliknya.

Nur kesal melihat bibinya memar dipukuli Tayyar, Elmas sebagai anak justru cuek melihat ibunya yang nampak mengalami KDRT.

Elmas pergi ke kantor, di tengah jalan sudah ada yang menunggunya. Ternyat yang menunggu itu adalah suaminya Nazar (kakaknya Yigit).

Nur teriak-teriak memarahi Tayyar yang telah memukul bibinya, Yigit pun mendengar teriakan Nur. Tayyar marah karena menganggap Nur tak sopan, Tayyar pun menghempaskan tangannya tapi berhasil ditangkis oleh Nur. Dari luar kaca Yigit melihat kelakuan Tayyar, Yigit marah langsung memberi pelajaran bahkan mengusir Tayyar. Nur dan Yigit sempat ngobrol, Nur memuji bahwa pohon balonnya bagus, Yigit pun berterimakasih karena semalam telah menyelamatkan anak dan juga pohonnya.

Aitu dan Nazar bertengkar, rupanya mertua dan kakak iparnya Yigit ini bersiteru.

Nur bersiap akan ke kota hendak mencari pekerjaan, sebelum berangkat Nur disuruh mengantarkan susu ke Merk. Saat masuk kamar Nur mendapati Merk menangis, Merk rupanya menangis karena lupa memberikan lukisannya pada sang ayah. Nur pun menawarkan bantuan akan memberikan lukisan itu pada ayahnya. Merk senang dan langsung meminum susu yang dibawakan oleh Nur.

Nur datang ke kantor Yigit hendak mencari Elmas tapi si Elmas sedang pergi. Nur pun menitipkan lukisan Merk di bagian CS, Yigit dari atas melihat Nur pergi! Yigit menelpon CS-nya untuk meminta agar Nur menemuinya. Nur pun dipanggil tapi sempat menolak karena kedatangannya bukan untuk bertemu Yigit. Karena sedikit dipaksa akhirnya Nur pun menemui Yigit, saat masuk raungan Nur melihat pintu tempat lukisan terbuka lalu  Nur masuk dan menempelkannya. Begitu Yigit masuk, Nur kaget dan minta maaf karena telah nyelonong ke ruangannya. Yigit pun tak mempermasalahkan itu dan justru mengajak Nur pergi jalan-jalan keliling Istanbul. Yigit pun diam-diam sering curi-curi pandang pada Nur. Yigit mengembalikan kalung Nur yang ditemukan didepan rumah, Nur sangat senang karena kalung itu adalah kenang-kenangan dari ortunya. Yigit pun membatu Nur memakaikan kalung itu. (cie-cie gitu deh).

Nur dan Yigit dalam perjalanan pulang, Nur asyik sambil nyanyi-nyanyi tapi tiba-tiba Yigit marah-marah. Yigit marah karena teringat peristiwa kecelakaan dengan Ichal. Yigit pun minta maaf, Nur tanya "apakah kamu yang mengemudikan mobil saat istrimu meninggal?". Yigit tak menjawabnya, hanya minta maaf lalu melanjutkan menyetir. Begitu sampai rumah Yigit bilang "Istanbul indah bila bersamamu".

Oke deh Antara Nur & Dia Episode 1 (1 Desember 2015) bersambung dipostingan berikutnya tetep di blog kabar sensasi.

Cerita selanjutnya Yigit menikahi Nur tapi Ichal sadar dari komanya, selengkapnya baca di Antara Nur & Dia Episode 2 (2 Desember 2015).

Jangan lupa baca gambaran serial Antara Nur dan Dia dipostingan:


Terimakasih sudah menyimak blog kabar sensasi.

Salam Sensasi,
http://kabarsensasi.blogspot.com/

0 Response to "Antara Nur & Dia Episode 1 (1 Desember 2015): Kisah Pertemuan Yigit dan Nur Di Mulai!"

Post a Comment

Terimakasih sudah menyimak kabar sensasi diblog ini, bila hendak berkomentar silakan menggunakan nama anda (nama orang), bukan judul blog anda atau judul postingan anda atau semacamnya, (TIDAK MENERIMA KOMENTAR MODUS NYEPAM).