Sinopsis Veera Episode 37 (23 Febuari 2016): Ratan & Nihal Semakin cie-cie....


Sinopsis Veera Episode 37 (23 Febuari 2016) || Halo jumpa lagi dengan blog kabar sensasi. Kali ini admin posting cerita ulang serial India Veera episode yang ke tiga tujuh khusus buat yang gak sempat nonton. Eh tapi masih masih pada ingat cerita sebelumnya kan? Itu loh soal Ratan yang galau karena sempat memimpikan Nihal, Ratan merasa bersalah karena telah memimpikan pria lain. Sementara itu Nihal galau karena apa yang terjadi tak sesuai tujuannya. Dan si Kartar sedang berusaha mencari perhatian Ratan dengan memanfaatkan Veera. Terus-terus?

Tunggu dulu buat yang ketinggalan cerita ulang sebelumnya silakan simak di Sinopsis Veera Episode 36 (22 Febuari 2016).

Sinopsis Veera Episode 37 (23 Febuari 2016) ceritanya adalah Kartar berusaha mencari kesempatan mendapatkan perhatian Ratan. Kartar memanfaatkan Veera yang sedang sakit karena terjatuh. Kartar tiba-tiba sangat perhatian pada Veera. Bahkan Kartar mengarang cerita soal Gulpreet yang katanya selalu menangis dan menyesal karena dulu pernah marah pada Ratan karena kabar hubungan dekat Ratan dengan Kartar. Ratan pun sepertinya percaya dengan Kartar.

Kartar keluar dari rumah Ratan dan bertemu dengan Nihal didepan. Kartar bilang Nihal gak usah ikut campur karena masalah Veera sudah teratasi. Kartar mengingatkan bahwa kelak Nihal bakalan tau siapa yang akan memenangkan hati Ratan. Kartar terus-terusan nerocos mengata-ngatai Nihal bahkan tak ragu menyuruh agar Nihal segera pergi dari desa.

Veera merengek dan ngambek gak mau makan jika gak disuapin oleh Ratan. Akhirnya Ratan pun yang tadinya beralasan akan kerja terpaksa duduk dan menyuapi Veera. Ranvi pulang dan terkejut melihat Veera yang terluka. Ranvi merasa bersalah atas apa yang terjadi pada Veera tapi si Veera merasa baik-baik saja dan hanya minta Ranvi untuk meniupi luka-lukanya.

Nihal makin galau karena makin terikat dengan keluarga Ratan. Nihal merasa tak seharusnya memanfaatkan kebaikan keluarga Ratan.

Veera asyik ngobrol dengan Ranvi. Veera bertanya-tanya kenapa Nihal gak datang menjenguk? Ranvi berdalih mungkin karena Nihal gak tau kalo Veera sedang sakit. Veera pun minta agar Ranvi menelpon Nihal.

Nihal bengong ketika melihat hp-nya bunyi. Tadinya ragu ketika melihat telpon itu dari nomernya Ratan. Begitu diangkat yang bicara adalah Ranvi. Nihal berdalih lagi sibuk jadi gak bisa nengok Veera. Ranvi mendesak apakah pekerjaanya begitu penting, Ranvi pun kecewa.

Veera gak mau makan, Veera maunya lihat Nihal. Ranvi mencoba menjelaskan bahwa Nihal sedang sibuk kerja tapi Veera tak mengerti dan maksa agar Nihal disuruh datang. Veera minta agar Ranvi menelponkan, Veera ingin bicara. Intinya Veera ingin Nihal datang.

Gulpreet heran dengan kelakuan Kartar yang mendadak baik, Gulpreet mengira Kartar ingin memperbaiki rumahtangganya. Gulpreet gak tau kalo ternyata Kartar berbunga-bunga itu karena merasa bisa kembali mendekati Ratan.

Ranvi dan Veera asyik bermain. Nihal datang dan Ranvi langsung memeluk Nihal, Veera nampak cemburu lalu cari perhatian Nihal dengan pura-pura sakit. Tapi begitu Nihal mendekat si Veera justru ngomel-ngomel karena tadi si Nihal bilang sibuk saat ditelpon. Nihal meniupi luka Veera. Ratan pun hanya terdiam. 

Ratan nampak kesulitan membuka tutup toples, Ranvi mendekat untuk membantu. Ranvi ternyata juga tak bisa membuka, lalu Veera minta Nihal membukakan tutup toples itu. Begitu terbuka Ranvi-Veera justru tertawa-tawa karena isi toples itu tumpah dan menodai bajunya Nihal. Ratan pun menyuruh anak-anaknya diam, Ratan minta maaf karena baju Nihal jadi kotor. Nihal ingin pulang ganti baju tapi Ratan bilang gak perlu karena Ratan akan mencucikan bajunya Nihal.

Ranvi-Veera mengajak Nihal bermain sementara Ratan mengambilkan baju Sampooran untuk dipakai Nihal. Ranvi-Veera asyik naik dipundak Nihal, Ratan keluar kamar dan minta agar anak-anaknya turun. Ratan minta agar Nihal ganti baju, Ratan bilang hanya Nihal lah satu-satunya orang yang mungkin tak membuat Sampooran marah jika memakai pakainnya. Nihal pun ke belakang untuk ganti baju.

Ranvi-Veera tersenyum melihat Nihal yang mengenakan bajunya Sampooran. Ranvi sempat bilang bahwa Nihal mirip seperti ayahnya, Ratan pun langsung membentak Ranvi. Ratan bilang akan mencucikan baju Nihal dan akan mengantarkannya nanti jika sudah kering. Nihal pun pamit pulang.

Nihal dijalan ketemu dengan Kartar, seperti biasa Kartar meledek Nihal. Kartar langsung terdiam ketika tau baju yang dipakai Nihal adalah bajunya Sampooran. Nihal bilang bahwa Ratan memberikan pakaian Sampooran dengan rasa percaya. Kartar kesal.

Kartar ke rumah Ratan dengan sok perhatian pada Ranvi dan Veera. Kartar minta agar Ranvi dan Veera belajar biar pintar. Lalu Kartar memberikan makanan untuk Ratan dengan alasan sebagai tanda bahwa hubungannya kembali baik. Kartar juga bilang bahwa masalah pendidikan Ranvi adalah tanggungjawab Kartar.

Chaiji datang dan melihat Ratan sedang sibuk nyuci. Chaiji bertanya-tanya baju siapa itu? Ratan pun cerita bahwa itu baju Nihal yang tadi terkeda minyak. Chaiji pun senyum-senyum, lalu terdiam ketika Ratan cerita bahwa tadi Kartar datang bawa makanan yang dibuat oleh Gulpreet sebagai tanpa dibukanya lembaran baru, Gulpreet katanya selalu menangis karena merasa bersalah pada Ratan. Chaiji nampak kesal dan tau betul bahwa Kartar mengarang cerita.

Bansuri melihat Nihal dijalan, Bansuri pun tak ingin melewatkan kesempatan. Bansuri pura-pura minta tolong karena ada brandal. Bansuri memeluk-meluk Nihal, lalu memegang tangan Nihal. Bansuri pun mulai merayu-rayu meski Nihal berusaha menghindar.. Tak lama kemudian Balwant datang, Nihal langsung bilang bahwa Bansuri ngaku dikejar brandal. Balwant panik karena ada brandal yang menggodai istrinya, sementara Nihal berusaha buru-buru pergi karena geli melihat Bansuri yang seolah menggodainya.

Ranvi ketiduran saat menidurkan Veera. Ratan masuk kamar dan melihat buku-buku Ranvi masih berantakan. Ratan mencoba membangunkan Ranvi tapi Ranvi bilang sudah selesai belajarnya.

Chaiji meminta agar Ratan jaga jarak dengan Kartar tapi Ratan berdalih bahwa melakukan semua demi Gulpreet. Ratan rupanya termakan taktik Kartar. Chaiji berusaha memberikan pengertian tapi sepertinya Ratan tetep percaya dengan Kartar. Tapi Ratan pun dengan jujur mengaku lebih mengandalkan Nihal dari pada Kartar. Ratan bingung apakah ketergantungannya pada Nihal itu salah? Chaiji pun meyakinkan bahwa Nihal itu orang baik jadi gak salah percaya pada Nihal.

Ranvi pagi-pagi minta restu ibu dan bibinya karena akan ujian. Ranvi terlihat resah karena takut gagal. Chaiji pun meyakinkan bahwa Ranvi pasti bisa.

Nihal merajang kentang untuk dimasak sambil melamun saat-saat bersama dengan Ratan. Nihal ingat saat-saat mengayun ayunan Ratan, ingat saat-saat Ratan tertidur dipundaknya. Pas lagi asyik melamun Nihal kaget ketika Ratan memanggil. Alhasil jari Nihal terkena pisau hingga berdarah, Ratan panik berusaha mengobati luka Nihal. Ratan melihat bingkisan dikira obat, Nihal langsung menghampiri Ratan agar tak mengambil bingkisan itu. Tapi yang terjadi justru Ratan terjatuh kepelukan Nihal, gelang Ratan pun sempat nyangkut dikancing baju Nihal. (*Cie...cie.....).

Nihal berterimakasih karena Ratan telah membantu mengobati lukanya. Ratan pun bilang akan melanjukan masakan Nihal. (*makin cie-cie deh....)

Nihal akhirnya makan masakan Ratan. Nihal memperhatikan Ratan yang masih terus memasak, Ratan nampak kesulitan mengeprek bawang bombay. Karena pakai tangan tak mempan, akhirnya Ratan memukul bawang itu pakai kayu pengilas, bawangnya gak hancur tapi justru terlempar dan mengenai Nihal. Ratan justru tertawa-tawa, Nihal pun ikut tertawa. (*lagi-lagi cie...cie....)

Ranvi di sekolah masih nampak gelisah ikut ujian karena selama ini sudah tiga kali gak naik kelas. Kalau sampai gagal lagi berarti gak naik kelas 4 kali. Ujian sudah berlangsung tapi hingga waktu hampir habis lembar jawaban Ranvi masih kosong. Akhirnya waktu habis, pak guru langsung minta lembarjawaban Ranvi. Dalam hati Ranvi meminta maaf ke ibunya.

Ratan datang menemui Gulpreet. Ratan membawakan masakan. Gulpreet bengong, ketika Ratan bilang ini itu bahwa kemarin Kartar datang bawa makanan kenapa harus menyuruh Kartar gak nganter sendiri? Gulpreet hanya terdiam dan merasa ada sesuatu yang salah. Ratan pun buru-buru pamit pulang. Kartar pun gelagapan ketika Gulpreet marah-marah. Gulpreet mengancam akan menceritakan pada Ratan yang sebenarnya tapi Kartar melarangnya dan justru main pukul.

Baldev ingin memanfaatkan Ranvi, Baldev pura-pura akan memberikan trik agar lulus ujian tapi dengan syarat harus mau melakukan apapun yang disuruh oleh Baldev.  Ranvi menolak tapi Baldev terus-terusan mengompor-ngompori hingga akhirnya Ranvi terdiam. Baldev menyuruh agar Ranvi mengubah nilai-nilai rapot. Ranvi pun bingung dengan rencana Baldev itu,  antara menerima tawaran itu atau tidak. Tiba-tiba Veera datang, Baldev menyuruh agar Veera pergi karena takut mempengarhui pikiran Ranvi. Baldev memberikan waktu satu malam agar Ranvi berfikir.

Dan sayang sekali Sinopsis Veera Episode 37 (23 Febuari 2016) sampai disini doang ya, sambung lagi dipostingan berikutnya tetep di blog kabar sensasi.

Cerita selanjutnya Ranvi bilang jujur pada Veera bahwa Baldev menyuruh agar Ranvi mengubah nilai rapotnya. Akahkah Ranvi menerima tawaran Baldev itu? selengkapnya simak di Sinopsis Veera Episode 38 (24 Febuari 2016).

Jangan lupa simak juga:


Oke sampai bertemu dipostingan berikutnya.... pokoknya simak terus blog kabar sensasi karena siapa tau serial kesukaanmu ada cerita ulangnya disini jadi ketika kamu gak sempat nonton tetep bisa tau ceritanya gitu.

Salam Sensasi,
http://kabarsensasi.blogspot.com/

0 Response to "Sinopsis Veera Episode 37 (23 Febuari 2016): Ratan & Nihal Semakin cie-cie...."

Post a Comment

Terimakasih sudah menyimak kabar sensasi diblog ini, bila hendak berkomentar silakan menggunakan nama anda (nama orang), bukan judul blog anda atau judul postingan anda atau semacamnya, (TIDAK MENERIMA KOMENTAR MODUS NYEPAM).