Sinopsis Veera episode 26 (12 Febuari 2016): Sampooran Pergi Kemana? Ranvi Tau Veera Bukan Adik Kandungnya!


Sinopsis Veera episode 26 (12 Febuari 2016): Sampooran Pergi Kemana? Ranvi Tau Veera Bukan Adik Kandungnya!|| Yeee jumpa lagi dengan blog kabar sensasi, kali ini admin mau posting cerita ulang serial India Veera episode yang ke dua puluh enam tayang tanggal 26 Feb. Masih ingat cerita sebelumnya kan? Itu loh soal sumbangan pembangunan sekolah pertanian yang dicita-citakan Sampooran. Terus soal rencana Gunjan dan Veera yang akan mengerjai si Baldev, terus-terus si Baldev diapain?

Tunggu dulu buat yang ketinggalan cerita sebelumnya simak aja di Sinopsis Veera episode 25 (11 Febuari 2016).

Dan Sinopsis Veera episode 26 (12 Febuari 2016) ceritanya adalah Baldev membawa kotak makananya saat istirahat, Baldev pun dengan sombong menawarkan pada Veera jika bekalnya sangat sedikit bisa minta. Veera dengan lantang menolak. Baldev kesulitan membuka kotak makananya, begitu terbuka ternyata isinya kotoran sapi yang sangat bau. Semua siswa tertawa meledek Baldev, termasuk Ranvi-Veera dan Gunjan. Baldev langsung curiga pada Gunjan tapi tak diakui, lalu Baldev curiga pada Veera tapi gak ngaku juga. Baldev yakin yang melakukan adalah Veera dan akan memberikan pelajaran, tapi Ranvi dengan lantang bilang bahwa orang yang salah harus dibalas dengan kotoran. Ranvi sudah tau bahwa yang menjaili Veera hingga dihukum guru adalah Baldev.

Kartar makan bareng istrinya, Kartar dengan jengkel cerita soal Nihal yang nampak mendekati Ratan untuk ikut bekerja diladang. Sang istri justru bilang itu bagus sekali karena akhirnya ada yang mau membantu Ratan, Sang istri juga bilang bahwa Nihal itu orang yang baik. Kartar mendadak sangat marah dan meninggalkan meja makan. Sang istri makin merasa yakin bahwa kecurigaanya pada Kartar yang menyukai Ratan, Sang istri bersyukur Nihal ada didesanya karena jika tak ada Nihal mungkin akan lebih buruk lagi.

Ratan berdiri ditanah kosong yang akan dibangun sekolah pertanian sesuai yang dicita-citakan Sampooran. Ratan cerita ini itu dengan penuh semangat, Nihal dibelakangnya hanya diam terbengong-bengong. Ratan diam dan balik badang lalu gimana gitu menatap Nihal. Ratan tanya ada apa? Nihal dengan gugupnya bilang gak ada apa-apa. (*cieeeee....cieeeee....)

Veera main ke rumah Gunjan, keduanya asyik main rumah-rumahan bareng. Baldev datang dan merusah rumah-rumahan itu, rupanya Baldev sangat dendam dengan kejadian di sekolah karena kotak makananya dijaili. Bansuri sangat marah ketika tau Veera main ke rumah, Balwant pun bertanya-tanya kenapa memarahi Veera? Bansuri justru marah soal status Gunjan yang bukan anak kandung Bansuri. Balwant minta agar Bansuri ngomong pelan-pelan, dan terkejut ketika tau Baldev ada didepan pintu. Balwant langsung minta agar Baldev pergi main.

Ranvi belajar bareng ke tempat temannya, Ranvi nampak pintar tapi sang teman bertanya kenapa sampai gak naik kelas 3 kali? Ranvi belum sempat menjawab, tapi temannya itu dapat telpon dari ayahnya. Ranvi mendadak sedih melihat sang teman nampak senang bisa ngobrol dengan ayahnya meski via telpon. Ranvi mendadak pamit padahal belajarnya belum selesai.

Veera pulang dari rumah Gunjan dijalan sedih, Nihal datang lalu menghibur Veera. Nihal pun menawarkan gendongan pada Veera. Nihal jongkok, Veera naik keatas pundak Nihal. Veera sangat senang dipundak Nihal.

Ranvi pulang ke rumah diperjalanan ketemu dengan Ratan, Ranvi merengek pengen ngobrol dengan Sampooran lewat telpon. Ratan bengong dan hanya bilang tak punya nomer telponnya. Ranvi langsung bertanya "apakah ayah sudah tiada?". Ratan dengan gugup bilang agar Ranvi tak bicara seperti itu. Ranvi justru makin bertanya-tanya, pekerjaan apa yang membuat Sampooran tak kunjung pulang? Ratan hanya memeluk Ranvi lalu bilang bahwa Sampooran pasti akan kembali.

Veera masih dipundak Nihal, Veera curhat pada Nihal bahwa si Baldev itu selalu bikin marah. Nihal langsung menghampiri Baldev dan bilang pada agar si Baldev tak lagi membuat Veera marah. Baldev hanya pasang muka manyunnya lalu pergi. Veera minta es, lalu dalam perjalanan ketemu dengan anak kecil yang selalu nakal disekolahan, Veera menggodai anak itu dengan pura-pura memberikan esnya tapi gak jadi. Nihal berhenti lalu tanya pada Veera kenapa menggodai anaik kecil itu dengan es, jika tidak mau berbagi tidak perlu pura-pura. Veera pun bilang bahwa anak itu juga sering jahil. Nihal langsung menjelaskan bahwa membalas kejahilan dengan kejahilan itu salah, Nihal bilang kalo es itu beneran diberikan pasti anak itu bisa jadi kawan.

Ranvi menyapa Veera yang sedang asyik dengan Nihal. Ranvi tanya bukankah tadi ada di rumah Gujan? Veera bilang mainnya di rumah Gunjan sudah selesai lalu dijalan ketemu Nihal. Veera cerita bahwa Nihal barusan jadi ayah Veera, Nihal menggedongnya, ngajak jalan-jalan, memetik bunga bareng, membelikan es. Ratan pun terdiam mendengar cerita Veera, Nihal juga nampak gugup. Ratan ngajak Veera dan Ranvi pulang, Ratan pun bilang makasih pada Nihal. (cie...cie..., kalo Sampooran gak pulang mending tuh Ratan ama Nihal aja *eaaaaa **adminnya mulai ngawurrrrr)

Ranvi dan Veera sangat senang ketika dapat kiriman paket yang didalamnya terdapat pesan atas nama Sampooran. Paket itu berisi pakaian dan mainan untuk Ranvi dan Veera. Ranvi teriak-teriak memanggil ibunya tapi gak ada respon, justru Chaiji yang datang. Ranvi langsung menunjukan bahwa paket itu dari Sampooran. Chiji sangat senang, Ratan datang dan bertanya ada apa kenapa teriak-teriak? Chaiji justru menatap curiga pada Ratan. Chaiji minta agar Ranvi naik ke kamar, tapi Ranvi justru lari ingin memberi tahu warga desa bahwa Sampooran mengirimkan paket. Ratan berusha mencegah Ranvi tapi gagal, Chaiji langsung ngomel-ngomel pada Ratan karena tau bahwa paket itu sebenarnya yang ngirim Ratan bukan Sampooran. Ratan pun menjelaskan bahwa Ranvi tadi sangat sedih, tanya kenapa Sampooran tak pernah telpon bahkan Ranvi tanya apakah Sampooran telah tiada? Chaiji pun bisa ngertiin dan menyakinkan bahwa Sampooran pasti akan pulang.

Ranvi sangat senang dapat kiriman paket hingga menari-nari di kampung. Para warga pun ikut senang. Baldev dari jauh manyun lihat Ranvi dan Veera yang lagi seneng.

Balwant dan warga pria lainnya sedang rapat soal kompetisi berkuda, Bhaktawar pun mengajukan diri tapi Kartar menolak karna sejauh ini si Bhaktawar itu hanya bukin aib. Balwant memutuskan tidak akan ikut lomba karena semenjak Sampooran pergi desanya tak pernah menang. Nihal pun mengajukan diri ingin ikut tapi dengan lantang Bhaktawar menolak karena Nihal itu orang baru dan bukan penduduk asli. Tapi Balwant selaku kepala desa memperbolehkan Nihal ikut kompetisi.

Kartar diberitahu istrinya bahwa Ranvi dapat paketan dari Sampooran itu berarti Sampooran baik-baik saja, sang istri minta agar Kartar mencari alamat Sampooran dan bawa dia pulang. Kartar hanya bengong! Kartar pun pura-pura pergi mengajak Nihal.

Ranvi marah ketika Veera menghilangkan gelang kiriman dari Sampooran. Ranvi menyuruh Veera diam menunggu sementara Ranvi mencari gelang yang hilang itu.

Kartar datang ke rumah Ratan, Kartar seolah terpanah melihat Ratan yang sedang mencuci. Kartar langsung mengucap selamat karena Sapooran telah kirim bakar karena Ranvi dapat paketan. Ratan dan Chaiji hanya bengong, terlebih ketika Kartar minta bingkisan paket itu agar bisa diketahui alamat pengirimnya. Chaiji pun bilang bahwa bingkisan itu tidak dikirim Sampooran, Chaiji pun mejelaskan semua kepada Kartar dan Nihal. Chaiji bilang itu adalah sebuah usaha seorang ibu agar anaknya tersenyum, Chaiji minta agar Kartar dan Nihal merahasiakan hal ini. Kartar pamit pulang, dalam hatinya sangat senang karena ternyata tak ada kabar dari Sampooran, Kartar berharap Sampooran tak akan kembali lagi dan Nihal segera pergi dari desa. (Kartar benar-benar suka sama Ratan? oh sungguh terlalu....).

Nihal ditawari kuda dari seorang warga, Bhaktawar tiba-tiba datang dan minta agar Nihal gak pakai kuda itu. Sang pemilik kuda pun justru bilang bahwa kuda itu inginnya diberikan pada Nihal, Bhaktawar tetep ngotot bahwa Nihal tak boleh pakai kuda itu. Akhirnya Nihal dan Bhatawar pun berdebat sengit.

Ranvi sibuk mencari gelang Veera yang jatuh, Baldev menghampiri dan tak percaya bahwa itu kiriman dari Sampooran. Baldev bilang bahwa sempat dengar orantuanya saat ngobrol yang mengatakan bahwa Sampooran pergi gara-gara Veera dan itulah mengapa Ratan tak pernah sayang pada Veera. Ranvi kaget dan tak percaya tapi Baldev justru menyuruh Ranvi tanya pada Ratan. Ranvi langsung pulang dan tanya apakah Sampooran pergi karena Veera bukan karena nyari kerja ke kota? Ranvi minta agar Ratan bersumpah tapi Ratan justru marah.

Ratan panik menemui Chaiji dan cerita bahwa Ranvi tanya soal kepergian Sampooran bahkan Ranvi minta agar Ratan bersumpah. Ratan benar-benar bingung, Ratan takut jika Ranvi tau bahwa Veera bukan adik kandungnya. Chaiji punya ide untuk bicara pada Balwant agar bilang bahwa Veera itu.... belum sampai bicara tapi Chaiji dan Ratan bengong melihat Ranvi menangis didepan pintu. Ranvi langsung tanya "ibu bukan ibu kandungnya Veera? Veera bukan Adik Kadungku?". Ranvi langsung lari, Ratan mengejarnya tapi kehilangan jejak.

Ranvi lari melewati Veera yang sedang asyik bermain, Veera menggil Ranvi tapi tak digubris. Veera curiga kenapa Ranvi cuek?

 Haduh apa yang akan terjadi setelah Ranvi tau bahwa Veera bukan adik kandungnya?

Tapi sayang sekali Sinopsis Veera episode 26 (12 Febuari 2016) cukup sekian aja, sambung lagi dipostingan berikutnya tetep di blog kabar sensasi.

Cerita selanjutnya Ranvi tetep cuek pada Veera, duh akankah kasih sayang Ranvi pudar setelah tau Veera bukan adik kandungnya? selengkapnya simak di Sinopsis Veera episode 27 (13 Febuari 2016).

Jangan lupa simak juga:


Oke sampai bertemu dipostingan berikutnya.... pokoknya simak terus blog kabar sensasi karena siapa tau serial kesukaanmu ada cerita ulangnya disini jadi ketika kamu gak sempat nonton tetep bisa tau ceritanya gitu.

Salam Sensasi,
http://kabarsensasi.blogspot.com/

0 Response to "Sinopsis Veera episode 26 (12 Febuari 2016): Sampooran Pergi Kemana? Ranvi Tau Veera Bukan Adik Kandungnya!"

Post a Comment

Terimakasih sudah menyimak kabar sensasi diblog ini, bila hendak berkomentar silakan menggunakan nama anda (nama orang), bukan judul blog anda atau judul postingan anda atau semacamnya, (TIDAK MENERIMA KOMENTAR MODUS NYEPAM).