Cansu & Hazal Episode 4 (10 September 2015): Cansu Berhasil Berpelukan Dengan Ibu Kandung!


Cansu & Hazal Episode 4 (10 September 2015): Cansu Berhasil Berpelukan Dengan Ibu Kandung! Masih setia dengan serial drama Turki? pastinya dong karena lagi hit-hitnya ya kan. Buat yang suka cerita putri tertukar ala-ala Turki mari simak cerita ulang Cansu-Hazal via http://kabarsensasi.blogspot.com/. Cerita sebelumnya si Cansu diam-diam sudah berhasil bertemu dengan ibu kandungnya ya kan? lalu apa yang terjadi?

Tunggu dulu nih, sekedar info dari admin buat yang ketinggalan cerita sebelumnya bisa baca di Cansu & Hazal Episode 3 (9 September 2015)....

Lalu untuk Cansu & Hazal Episode 4 (10 September 2015) ini ceritanya Cansu setelah bertemu dengan pelayan yang dibajunya tertempel nama Golseren secara diam-diam memotret dengan hp-nya. Gulseren pun menyapa Cansu, tapi Cansu justru bengong dan tak disangka ada yang naik sepeda motor lalu menjambret tas Cansu. Seketika Cansu jatuh dan terseret, Gulseren pun langsung menolong Cansu dan membawanya ke klinik.

Jihan telpon Cansu, Gulseren pun meminta Cansu untuk memberikan alamat keberadaanya kepada ayahnya. Cansu bilang pada Jihan kalo sedang kena masalah karena jatuh ketika ada yang mau merampasnya gitu. Dengan segera Jihan mendatangi Cansu, Jihan pun bertemu dengan Gulseren dan saling menyapa. 

Cansu pun bertanya apakah Jihan dan Gulseren saling kenal? Lalu Gulseren pun cerita bahwa ketika putrinya yang bernama Hazal kena masalah Jihan yang membatunya. Ketika hendak pulang Cansu minta peluk Gulseren, yah Cansu memeluk dengan penuh haru karena tau bahwa Gulseren ibu kandungnya.

Solmaz sangat kepo tentang masalah Dilara, tapi meski Solmaz memaksa mengorek-orek apa masalah yang sedang dialami, Dilara tetap merahasiakan masalah yang sesungguhnya.

Jihan tanya pada Cansu kenapa berada di daerah tempat Gulseren? Cansu bilang sedang ada tugas sekolah. Jihan curiga bahwa Cansu bohong, untuk itu Jihan telpon pihak sekolah dan ternyata gak ada tugas seperti yang dibilang Cansu.

Dilara ngumpul dengan teman-temannya, dalam obrolannya sempat disinggung bahwa Cansu gak mirim sama Jihan atau pun Dilara, sementara Ozan mirip. Dilara pun mendadak seperti kebingungan, dia pun bilang Cansu mirip mertuanya.

Cansu terus memandangi foto yang sempat diambilnya waktu bertemu dengan Gulseren.

Hazal bilang pada bibinya bahwa hari ini bertemu dengan ibunya di toko roti, ketika Gulseren pulang Hazal pura-pura sok baik karena mungkin takut dimarahi ibunya. Gulseren pun bertanya kepada Hazal 'apakah dia malu punya ibu yang kerja di toko roti?' Hazal bilangnya sih enggak malu gitu tapi aslinya kan memang Hazal itu gengsinya gede banget dan gayanya emang sok kaya walau aslinya dia anak orang kaya juga sih.

Hazal menunjukan kepada bibi dan ibunya tentang internet.

Solmaz dan suaminya berunding terkait dengan Jihan dan Dilara. Yah, rupanya Solmaz ada kepentingan tersembunyi, dia dan suaminya ingin Dilara cerai kemudian semacam minta jatah harta gitu.

Diam-diam Gulseren pakai internet Hazal untuk mengetikan nama Jihan dan munculah foto Jihan. Gulseren nampak senyum-senyum melihat foto Jihan. Waduh, ada apa? Gulseren jatuh cinta pada Jihan?

Ketika Gulseren kerja dengan diam-diam Cansu terus mengikuti.

Pihak sekolah telpon Jihan yang mengabarkan bahwa Cansu tidak masuk sekolah padahal ada presentasi gitu. Jihan langsung telpon Dilara tentang keberadaan Cansu, tapi ternyata gak tau.

Cansu ketinggalan jejak Gulseren, saat Cansu kebingungan si Gulseren tiba-tiba muncul dan bertanya kenapa Cansu membuntutinya terus gitu. Dengan sedikit panik Cansu bilang bahwa Gulseren itu ibunya. Gulseren tampak tak percaya tapi Cansu langsung menunjukan file dari rumah sakit dan menjelaskan bahwa waktu bayi dulu tertukar, Cansu pun mengungkap bahwa ketika kecelakaan daranya gak cocok dengan ayah ibunya gitu.

Cansu memberi tahu Jihan bahwa Gulseren adalah ibu kandungnya. Jihan pun langsung datang menemui Gulseren dan menjelaskan memang yang terjadi adalah putri mereka tertukar. 

Dilara bersama dengan Solmaz. Seperti biasa Solmaz itu aneh, seperti berusaha mengorek informasi tentang rumah tangga Dilara dengan Jihan. Saat itu tiba-tiba pihak sekolah telpon kepada Dilara dan bertanya soal kabar Cansu, karena pihak sekolah tahunya Cansu sakit. Dilara pun bingung.

Gulseren semacam syok dan tak mau bila Hazal diambil oleh Jihan. Gulseren kembali ke toko roti dan ternyata dipecat karena tak masuk kerja saat menemui Jihan.

Gulseren kawatir Hazal diambil Jihan, lalu curhat ke temannya. Yah Gulseren sangat kawatir jika Hazal tau orang tua aslinya kaya raya pasti Hazal langsung pergi meninggalkan Gulseren.

Dilara marah kepada Cansu, kenapa seharian gak sekolah? dengan jujur Cansu mengaku bahwa dia menemukan ibu kandungnya. Jihan datang dan berusaha menenangkan Dilara, Jihan pun menceritakan soal pertemuannya dengan Gulseren. Jihan bilang Gulseren hanya kerja sebagai pelayan.

Gulseren pulang kerja dengan murung, ketika kakak iparnya dan Hazal menyapa, Gulseren hanya terus memeluk Hazal lalu bilang "kau anak-ku".

Jihan dan Dilara masih bahas soal Cansu yang berhasil menemukan keluarga kandungnya. 

Asisten rumah tangga dirumah Jihan bisik-bisik kepada rumahnya kini aneh, Cansu menyahut dan bilang bahwa dirinya bukan anak kandung Jihan dan Dilara, dia tertukar saat dilahirkan.

Cansu mengadu kepada kak Ozan bahwa diluar Jihan dan Dilara sedang bahas soal Cansu. Dengan marah-marah kak Ozan nyamperin ibu dan ayahnya, ngapain bicarain soal adiknya tapi hanya diam-diam. Keributan pun pecah.

Gulseren dapat telpon, Hazal pun kepo tentang siapa yang menelpon ibunya malam-malam terus seolah rahasia. Anak yang gensinya selangit itu pun diam-diam menguping ibunya. Ternyata yang telpon adalah Jihan, keduanya jandian untuk ketemuan. 

Dilara tanya kepada Jihan tentang siapa nama putri kandungnya, Jihan bilang namanya Hazal. Ketika Jihan bilang soal rencana pertemuan dengan Gulseren,Dilara nampak tak tertarik ikut ketemuan karena belum siap.

Hazal pergi, ngakunya sih ada kegiatan di sekolah.

Gulseren dandan dan kemudian menemui Jihan, keduanya nampak janggung saat ngobrol. Jihan tanya kepada Gulseren apakah sudah bercerita tentang yang sesungguhnya kepada Hazal? Gulseren bilang belum, lalu ditunjukannya foto-foto Hazal waktu masih bayi. Keduanya saling bertukar foto-foto bayi putrinya yang tertukar. Saat itu Dilara telpon karena penasaran apa yang selanjutnya dilakukan.

Jihan bertanya soal suami Gulseren, tapi ternyata sang suami sudah 12 tahun tak pulang dan Hazal belum pernah melihatnya. Dengan tegas Gulseren bilang bahwa tak akan pernah menyerahkan Hazal kepada Jihan. Tiba-tiba hujan turun, dengan mesranya Jihan memberikan jasnya untuk memayungi Gulseren. Dalam hati jihan bilang tak akan membuat Gulseren sedih.

Dan akhirnya Cansu & Hazal Episode 4 (10 September 2015) harus bersambung....

Episode selanjutnya Hazal marah-marah karena penasaran siapa itu Jihan? lalu apa yang akan terjadi? selangkapnya baca di Cansu & Hazal Episode 4 (10 September 2015) hanya di blog tercinta ini http://kabarsensasi.blogspot.com/.

Penasaran siapa si ganteng pemeran Ozan? baca aja:


Atau baca juga postingan lainnya terkait serial drama Turki:


Simak terus kabar seputar dunia hiburan yang sedang hit di Indonesia ya hanya di http://kabarsensai.blogspot.com ya karena ternyata postingan-postingan admin ini banyak dikopi paste, semoga yang kopi paste lekas diberikan kesembuhan untuk berkarya sendiri tanpa kopas gitu deh.


Salam Sensasi,
http://kabarsensasi.blogspot.com/

0 Response to "Cansu & Hazal Episode 4 (10 September 2015): Cansu Berhasil Berpelukan Dengan Ibu Kandung!"

Post a Comment

Terimakasih sudah menyimak kabar sensasi diblog ini, bila hendak berkomentar silakan menggunakan nama anda (nama orang), bukan judul blog anda atau judul postingan anda atau semacamnya, (TIDAK MENERIMA KOMENTAR MODUS NYEPAM).