Cansu & Hazal Episode 44 (20 Oktober 2015): Gulseren Menyerah Pada Dilara!


Cansu & Hazal Episode 44 (20 Oktober 2015): Gulseren Menyerah Pada Dilara! || Selamat datang kembali di blog kabar sensasi, yuk yang suka serial drama Turki langsung gambung sini dengan admin yang mau berbagi cerita ulang Cansu & Hazal. Kali sudah memasuki episode ke empat puluh empat ya, dimana cerita sebelumnya Keriman ditangkapn polisi sementara Oskan lolos karena persekongkonglan dengan temannya berhasil meyakinkan polisi. Terus gimana cerita selanjutnya?

Tunggu bentar nih, buat yang ketinggalan cerita sebelumnya bisa di baca di blog kabar sensasi Cansu & Hazal Episode 43 (19 Oktober 2015).

Dan Cansu & Hazal Episode 44 (20 Oktober 2015)ceritanya adalah Candan memberikan file-file gambar yang didapatkan dari Oskan untuk Dilara. Lalu Dilara mengirimkan gambar-gambar foto itu kepada Jihan. Tapi agaknya Jihan cuek lalu Dilara telpon, tapi Jihan bilang gambar-gambar itu dianggap palsu. Gambar-gambar adalah masa lalu Gulseren bersama seorang pria yang ditangkap karena kasus narkoba.

Jihan nampak berubah sikap didepan Gulseren, seperti orang kaget tapi Jihan tetap berusaha bersikap baik pada Gulseren.

Jihan, Gulseren dan Cansu tiba di rumah, lalu ada yang mengetuk pintu dengan kerasnya, Cansu semangat membuka pintu dan ternyata yang Dilara. Dengan kesal Dilara menunjukan foto-foto dihadapan Cansu, Gulseren dan Jihan. Gulseren tak berkata apapun dan bilang menyerah atas semua fitnah Dilara. Gulseren minta agar Cansu ikut Dilara saja. Dilara terus nerocos dan menjelek-jelekan Gulseren. Jihan mengusir Dilara.

Cansu menghampiri Gulseren yang berada dikamar dan sedang mengemasi barang-barangnya. Gulseren sempat menjelaskan bahwa foto-foto itu memang kerabatnya, diambil bukan di klub malam tapi dipesta perkawinan ponakannya, terus soal pria yang ditangkap karena narkoba itu adalah sepupunya dan aslinya dia tidak bersalah, sepupunya sudah bebas karena terbukti tak bersalah. Gulseren nekat pergi dari rumah meski Cansu melarangnnya. Gulseren menyerah dengan semua tuduhan Dilara, Gulseren tak sanggup lagi melawan Dilara. (Dilara emang gimana gitu, berlebihan, informasi salah pun tak ditelusuri dulu dan langsung ngomong ini itu).

Gulseren sedih, nangis-nangis di rumah Deria. Gulseren merasa capek dengan segala yang terjadi terlebih perlakuan Dilara yang selalu ingin menjatuhkannya.

Cansu pun akhirnya kembali ke rumah Dilara, Cansu nampak sedih dan merasa bersalah karena sempat menatap curiga saat Dilara bilang yang enggak-enggak tentang Gulseren.

Jihan curhat dengan Yaldirin soal foto-foto itu. Yaldirin pun tau, pria itu memang ditangkap dan dipenjara 2 tahun tapi kemudian bebas karena terbukti tak bersalah. Jihan dan Yaldirin heran kenapa Dilara dengan Candan memanfaatkan foto-foto seperti itu.

Dilara dan Rahmi merasa menang karena kini Cansu kembali. Langkah selanjutnya adalah ingin membuat Jihan kembali.

Cansu kembali masuk ke kamarnya tapi Hazal dengan marah-marah mengusir Cansu keluar kamar. Hazal bilang Cansu sudah tak berhak atas kamar itu, Hazal marah-marah dan bilang tak mau kembali ke kamar lamanya. Hazal mengancam kalau disuruh kembali ke kamar lamanya maka akan pergi dari rumah tapi Dilara langsung bilang "silakan pergi", mendadak Hazal diam karena gak nyangka karena Dilara mengusirnya. Tapi ya gitu deh, Hazal cuma gertak sambel doang, gak mungkin pergi dari rumah beneran. Akhirnya Dilara memutuskan Hazal kembali ke kamar lama dan Cansu kembali menempati kamarnya.

Dilara dan Rahmi ngobrol bareng, heran dengan kenakalan Hazal. Dilara tak menyangka sikap Hazal sedemikian rupa kasarnya. (Dilara gak ngarasa kalau sebenarnya sikapnya juga ngeselin, sama kayak Hazal).

Hazal sangat kesal dengan hadiah Cansu yang diberikan untuk Ozan karena dianggap sebagai hadiah terbaik. Hazal mengambil hadiah itu lalu membuangnya ke laut. (gimana ngeselin gak? kayak emaknya kandungnya kan?).

Jihan datang menemui Gulseren di toko kue Deria. Jihan meyakinkan agar Gulseren memikirkan lagi soal Cansu, karena Cansu sangat ingin tinggal bersama Gulseren.

Dilara memprovokasi Ozan dengan menunjukan foto-foto itu, Dilara bilang Cansu tak pantas tinggal dengan Gulseren.

Keriman didalam penjara sangat clamitan, soal asik sok berkuasa tapi kemudian kepala geng dalam sel itu nampak tak suka dengan Keriman. Tapi tetep aja Keriman itu tak merasa takut dan sok asyik bahkan seperti biasa gak sopan. Saat tibanya waktunya telpon, Keriman nrobos minta telpon langsung telpon Oskan untuk minta dicarikan pengacara agar bisa keluar dari penjara, tapi sayang Oskan nampak cuek saat ditelpon.

Oskan diam-diam mendatangi Gulseren ke toko kue. Terus apa yang akan terjadi?

Upsss....Cansu & Hazal Episode 44 (20 Oktober 2015) sampai disini aja ya, ketemu lagi sama admin blog kabar sensasi nanti di postingan berikutnya.

Cerita selanjutnya hadiah yang dibuang Hazal ke laut ditemukan petugas kebersihan, selengkapnya baca di Cansu & Hazal Episode 45 (21 Oktober 2015).

Penasaran siapa si ganteng pemeran Ozan? baca aja:


Atau baca juga postingan lainnya terkait serial drama Turki:


Simak terus kabar seputar dunia hiburan yang sedang hit di Indonesia ya hanya di http://kabarsensasi.blogspot.com ya karena ternyata postingan-postingan admin ini banyak dikopi paste, semoga yang kopi paste lekas diberikan kesembuhan untuk berkarya sendiri tanpa kopas gitu deh.


Salam Sensasi,
http://kabarsensasi.blogspot.com/

0 Response to "Cansu & Hazal Episode 44 (20 Oktober 2015): Gulseren Menyerah Pada Dilara!"

Post a Comment

Terimakasih sudah menyimak kabar sensasi diblog ini, bila hendak berkomentar silakan menggunakan nama anda (nama orang), bukan judul blog anda atau judul postingan anda atau semacamnya, (TIDAK MENERIMA KOMENTAR MODUS NYEPAM).