Cansu & Hazal Episode 16 (22 September 2015): Jihan Pergi Dari Rumah!


Cansu & Hazal Episode 16 (22 September 2015): Jihan Pergi Dari Rumah! Oke kembali lagi ke blog http://kabarsensasi.blogspot.com/ ketemu sama admin yang sering typo. Gimana nih masih suka nyimak serial Turki Cansu & Hazal kan? nih udah masuk episode ke 16 loh, ceritanya masih penuh dengan pertengkaran karena gak di rumah Jihan, gak di rumah Gulseren semua pada hobi bertengkar. Cerita sebelumnya Gulseren di fitnah Rahmi saat acara makan malam di rumahnya Dilara gitu kan? terus si kak Ozan berkelahi dengan temannya yang akhirnya temannya tertusuk dan kak Ozan dipenjara. Duh terus gimana ceritanya? akankah kak Ozan bebas? kan kasihan ganteng-ganteng dipenjara.

Tunggu dulu nih, buat yang ketinggalan cerita ulang sebelumnya silakan baca di Cansu & Hazal Episode 15 (21 September 2015)..

Terus kalo Cansu & Hazal Episode 16 (22 September 2015) ini ceritanya adalah Alter bicara pada Dilara, menagih janji apakah sudah bicara dengan Jihan? soal kerjasama, agar Jihan tidak memutuskan hubungan kerja. Sementara itu Jihan mengusir ayahnya untuk pergi untuk selamanya karena ulahnya sudah benar-benar bikin kacau.

Hazal ngamuk, semua benda-benda Gulseren dibanting, disobek-sobek, pakaian dirobek-robek. Keriman melihatnya hanya senyum-senyum penuh kepuasan bahkan ikut-ikutan merobek-robek bajunya.

Pengacara mengabarkan bahwa Chanel yang telah ditusuk Ozan kabarnya baik-baik saja. Dilara ngotot agar Ozan dikeluarkan tapi sang pengacara bilang Ozan harus nginap dipenjara. Akhirnya Ozan ditinggal sendiri dipenjara. 

Solmaz ngegosip kepada teman-temannya tentang Ozan yang menusuk temannya. Seolah-olah Solmaz melihat kejadian itu didepan matanya.

Dilara dalam mobil ngomel-ngomel kepada Jihan, seolah Jihan tak berbuat apa-apa untuk membebaskan Ozan. Melihat pertengkaran ortunya Cansu sepertinya pusing dan berteriak agar tak bertengkar lagi.

Pembantu di rumah Dilara pada ngerumpi, menduga bahwa masalah yang menimpa keluarga majikannya itu mungkin efek kutukan Gulseren yang sempat marah-marah ketika acara makan malam. 

Cansu terlihat suntuk dikamarnya, Jihan masuk dan menyapa. Aslinya Cansu tak mau ngobrol karena belum siap mendengarkan apapun dari Jihan. Sebelum keluar dari kamar Cansu si Jihan sempat bilang bahwa Gulseren tidak bersalah dan jika Cansu sudah siap mendengarkan penjelasannya Jihan akan mengatakan semuanya.

Jihan pergi keluar, Dilara sempat menyapa dan bertanya ingin kemana? Jihan hanya bilang ingin keluar tapi Dilara terus menerocos menuduh Gulseren yang enggak-enggak. Keduanya sempat adu mulut, tapi Jihan tetap nekat pergi meski Dilara melarang.

Dilara kaget ketika masuk kamar melihat cincin dimejanya, cincin itu milik Jihan yang sepertinya sengaja di tinggalkan. Dilara semacam stress dan sempat membanting barang-barang di kamarnya. Dilara berharap Jihan akan kembali.

Gulseren pinsan ditingan jalan.

Keriman terkejut saat ada pengacara Oskan datang. Pengacara mengatakan bahwa jika Keriman tak segera menyediakan uangnya maka rumah yang ditempatinya harus digadaikan. Tiba-tiba Hazal datang ikut nimbrung, Hazal mempersilakan pengacara itu masuk tapi Keriman menolak. Hazal marah karena tau bahwa Oskan selama ini kirim uang tapi uang itu di korupsi oleh bibinya. Hazal makin marah bahkan sempat akan menampar bibinya.

Gulseren di rumah sakit dan begitu buka mata ada Jihan. Loh kok Jihan tau? ceritanya Jihan telpon dan yang ngangkat suster. Lalu Jihan pun cerita bahwa dirinya sudah keluar dari rumahnya.

Rahmi si kakek-kakek jahat ternyata belum pergi dan kembali lagi ke rumah Jihan. Dengan sok baiknya Rahmi menyapa Dilara. Tapi Dilara cuek, bahkan sempat tanya apa yang mertuanya itu lakukan? tidak menjelaskan tapi justru Rahmi menghindar dengan alasan ingin makan.

Gulseren ngotot minta pulang dari rumah sakit, Jihan mengantarnya dan sempat mengajaknya makan bareng.

Cansu sedih di kamarnya, Dilara masuk untuk mengajak makan tapi Cansu pura-pura tidur. Dilara tahu bahwa hatinya Cansu sangat terluka. Begitu Dilara keluar Cansu kembali membuka matanya dan menghapus air matanya.

Dilara kembali bertanya apa yang dilakukan kepada Gulseren? kenapa ayah mertuanya itu ikut campur?  Tapi Rahmi mengelak sok tidak bersalah. Dilara pusing karena ayah mertuanya telah merusak segalanya, kini hasilnya Jihan pergi dari rumah, sementara itu Cansu sangat terluka hatinya.

Jihan dan Gulseren berduaan makan di pinggir jalan. Jihan terus merayu agar Gilseren makan demi kesehatannya tapi Gulseren terus menolak bahkan pergi menjauhi Jihan.

Alter dan Solmaz menemui temannya yang sepertinya seorang wartawan, Solmaz memberikan informasi soal skandal terbaru yakni tentang Ozan. Dengan penuh senyum Alter dan Solmaz menawarkan sebuah kesepakatan sebelum informasi diberikan. Alter dan Solmaz ingin temannya itu menerbitkan berita tapi tidak perlu bilang-bilang kalo informasinya itu berasal dari Alter dan Solmaz.

Hop...maaf ya Cansu & Hazal Episode 16 (22 September 2015) cukup sekian dulu ketemu lagi di postingan selanjutnya hanya di http://kabarsensasi.blogspot.com/.

Cerita selanjutnya Hazal datang di rumah Dilara dan sepertinya ingin tinggal disana bahkan sekolahnya pun akan pindah ke sekolah yang sama dengan Cansu, selengkapnya baca di  Cansu & Hazal Episode 17 (23 September 2015).

Penasaran siapa si ganteng pemeran Ozan? baca aja:


Atau baca juga postingan lainnya terkait serial drama Turki:


Simak terus kabar seputar dunia hiburan yang sedang hit di Indonesia ya hanya di http://kabarsensai.blogspot.com ya karena ternyata postingan-postingan admin ini banyak dikopi paste, semoga yang kopi paste lekas diberikan kesembuhan untuk berkarya sendiri tanpa kopas gitu deh.


Salam Sensasi,
http://kabarsensasi.blogspot.com/

0 Response to "Cansu & Hazal Episode 16 (22 September 2015): Jihan Pergi Dari Rumah!"

Post a Comment

Terimakasih sudah menyimak kabar sensasi diblog ini, bila hendak berkomentar silakan menggunakan nama anda (nama orang), bukan judul blog anda atau judul postingan anda atau semacamnya, (TIDAK MENERIMA KOMENTAR MODUS NYEPAM).