Cinta Elif Episode 17 (23 Oktober 2015): Kakak Elif Yang Super Misterius, Bikin Pusing!


Cinta Elif Episode 17 (23 Oktober 2015): Kakak Elif Yang Super Misterius, Bikin Pusing! || Hei-hei para pencita drama korea eh Turki dhing. Khusus yang suka serial Cinta Elif tapi selalu ketiduran karena jam tayangnya malem banget, sini jangan kawatir, simak aja cerita ulangnya di blog kabar sensasi, adminnya yang baik hati rajin posting kok. Simak aja episode demi episode hanya disini. Oke deh, pada postingan kali ini sudah memasuki episode ke tujuh belas, sweet seventeen nih ceritanya dah pantas punya KTP, gak dhing!!! *adminnya nglantur.....

Kembali lagi ke cerita Cinta Elif, dimana cerita sebelumnya Elif hilang kepercayaan pada Omer karena si Omer janji kalo Asli tidak akan dibawa ke kantor polisi, tapi kenyataanya? Asli dijemput paksa dan dibawa ke kantor polisi. Elif kecewa berat pada Omer karena dianggap telah ingkar janji! Terus piye?

Terus... buat yang ketinggalan cerita sebelumnya silakan baca di Cinta Elif Episode 16 (22 Oktober 2015).

Dan Cinta Elif Episode 17 (23 Oktober 2015) ceritanya adalah Asli dikurung dalam ruangan khusus, kakaknya Elif itu nampak emosi. Husain-Arda-Pelin-Omer dan Ali (polisi atasan yang anak buahnya Tayer). Husain dan teman-teman menawarkan agar Asli dibawa ke rumah sakit atau dibawakan dokter, tapi Ali menolak, si atasan jahat itu tetap menyuruh agar Asli diintrogasi. Jelas saja Ali menghendaki demikian karena jika Asli segera ditetapkan menjadi pembunuhnya maka Tayer dan anak buahnya akan selamat.

Asli akhirnya di introgasi, Asli tetap membantah tidak membunuh ayahnya ataupun Sibel. Lalu Husain dan teman-teman bilang bahwa bukti sangat kuat, mulai dari rekaman cctv hingga pembicaraan di telpon. Husain kesal karena Asli tak mau mengakui.

Husain, Pelin, Arda keluar ruangan intrograsi. Omer ikut keluar lalu bilang bahwa Asli bukan pembunuhnya! Husain tak percaya, Omer mengajak Husain-Arda-Pelin masuk ke ruangan lalu menjelaskan sesuatu yang menggambarkan bahwa Asli tak mungkin melakukan itu, kalo pun iya tak mungkin dia melakukan sendirian. Meski sempat cek-cok tapi sepertinya Husain-Arga-Pelin mulai mengerti apa yang dimaksud Omer.

Omer dkk kembali masuk ke ruang introgasi, Omer ikut bicara dengan Asli. Omer berusaha merayu, Omer tau bahwa Asli dijebak untuk digiring menjadi pelaku pembuhuhan itu padahal bukan Asli pelakunya. Tapi ya tetep aja Asli tak mau bilang apapun. Omer kesal, lalu keluar.

Omer menyampaikan sesuatu pada keluarga Elif bahwa harus minta keterangan ulang pada seluruh anggota keluarganya. Pertama Omer minta keterangan Taner, Omer tau saat kejadian Taner tidak bersama Asli karena sedang bersama istri mudanya Tayer. Taner nampak kelagapan, Taner minta agar Omer tak menceritakan apapun soal hubungan gelapnya dengan istri muda Tayer.

Lefan mulai beraksi dengan mencarikan pengacara, sok perhatian dengan Zerin dan sok perhatian pula pada Elif.

Taner keluar dari ruang introgasi, Zerin penasaran kenapa waktu kejadian Taner bisa tak tau kalo istrinya pergi? Taner pun mengaku saat itu mabuk berat! Tayer datang ke kantor polisi, pura-pura baru tau, pura-pura perhatian, ya gitu deh, Tayer itu penjahat aslinya tapi sangat lihai sehingga orang-orang tak menyadari kejahatan-kejahatannya. Lalu, semua anggota keluarga pulang kecuali Elif yang tetap ingin menunggu kakanya di kantor polisi.

Omer keluar ruangan, Elif terlihat sendirian. Elif buang muka, Omer juga cuek dan pergi begitu saja. Elif pergi keluar duduk sendiran. Tiba-tiba ada bapak-bapak datang lalu memberikan teh, bapak2 itu bilang teh itu dari Omer, Elif langsung menolak tapi sibapak itu tetap menaruh tehnya di dekat Elif.  Omer minta tolong lagi agar bapak2 itu membawakan kopi untuk Elif, tanpa kata bapak2 itu langsung menaruk secangkir kopinya didekat Elif lalu pergi. Elif tengak-tengok, ketika Omer terlihat tidak melihatnya si Elif langsung mencium-cium baunya lalu menyruputnya. Omer minta tolong lagi sama bapak2 itu untuk memelikan roti untuk Elif.

Elif masih duduk sendirian, tiba-tiba Lefan datang lalu mulai cerita ini itu tentang cerita masa kecilnya. Elif nampak tertarik pada cerita Lefan. Elif berterimakasih pada Lefan karena telah repot-repot menemaninya. Melihat Elif asyik berdua dengan Lefan, si Omer nampak gimana gitu dan tak jadi memberikan roti buat Elif.

Elif tertidur di kursi, Omer menyelimutinya dengan jaket. Lalu duduk dikursi seberang Elif dan terus memandangi wajah Elif sembari senyam-senyum.

Elif terbangun, kaget ada jaket Omer menyelimuti tubuhnya. Elif langsung mencium-cium jaketnya Omer gitu deh (cie-cie yang kemarin patah hati, kok mulai klepek-klepek lagi sih). Setelah puas cium2 jaket Omer, si Elif langsung masuk dan mencari Omer, Elif ketemu Pelin lalu nitipin jaketnya ke Pelin (ya semacam gengsi gak mau ketemu Omer padahal ituh jaket habis dicium-cium, mungkin inilah yang dinamakan cinta tapi gensi kayak judul lagunya Syahrini yang cetar cetor itu kalo gak salah). Elif pergi tapi Pelin nyeletuk bahwa Elif dan Omer itu sama, sama-sama keras kepala. Elif berhenti berjalan lalu, menyangkal omongan Pelin, saat itulah Pelin menceritakan semua kronologi kenapa polisi membawa Asli, Pelin bilang bahwa Omer tidak bermaksud mengingkari janjinya. Akhirnya Elif nampak luluh dengan penjelasan Pelin.

Elif akhirnya memberikan jaket itu sendiri ke Omer, Elif bilang makasih. Elif minta tolong agar Asli dibebaskan, Omer bilang memang Asli tak mungkin melakukan pembunuhan itu. Setelah ngobrol sejenak Elif kembali nampak muncul kegengsiannya, lalu pergi. Omer menghentikan langkah Elif, kirain mau bilang apa tapi ternyata cuma nanya "apakah satpam di perusahaanya jaga dengan sitem shif?", Elif bilang enggak. Tanpa kata Omer langsung pergi, Elif mengikutinya dengan taksi. Omer kaget ketika keluar mobil si Elif juga keluar dari taksi. Keduanya sempat debat, tapi mau gimana lagi? Omer akhirnya mengajak Elif deh. Omer tanya pada satpam, lalu mendapat petunjuk bahwa malam itu Asli menyusul ayahnya pakai taksi. Omer dan Elif menuju ke pangkalan taksi, petunjuk pun didapat bahwa saat itu supir taksi mengantar Asli ke suatu tempat tapi gak jadi karena mendadak Asli minta diantar ke rumah sakit.

(benar-benar misterius si Asli, sumpeh deh....)

Fatma sedih karena tak bisa membiayai operasi suaminya, adiknya Sibel pun minta agar Fatma menghubungi orang yang bekerjasama Sibel.

Omer mulai mengintrogasi Asli lagi, Omer tanya kenapa waktu malam kejadian pembunuhan Asli ke rumah sakit? Asli kaget kok Omer tau. Omer menyakinkan Asli untuk cerita apapun, Omer tau bahwa Asli tak bersalah. Lama-lama Asli mulai mau cerita, Asli bilang dirinya hamil dan malam itu mengalami pendaharan itulah mengapa dia ke rumah sakit. Asli menyembunyikan kehamilannya karena kemungkinan janinnya memiliki kelainan, dan jika ibunya tau pasti akan minta Asli menggugurkan kandungan itu. Terus-terus gimana?

Terus  Cinta Elif Episode 17 (23 Oktober 2015) sampai disini doang, ketemu lagi entar sama admin blog kabar sensasi yang sering salah ketik.

Cerita selanjutnya Ali si atasan polisi yang berbulu domba itu meminta agar Asli dibebaskan, waow ada rencana apa lagi tuh?, selengkapnya baca di Cinta Elif Episode 18 (24 Oktober 2015).

Baca Juga:


Simak terus serial drama Turki kesayangan kamu hanya di blog Kabar Sensasi ya, simpen alamat url-nya sekarang!

Salam Sensasi,
http://kabarsensasi.blogspot.com/

0 Response to "Cinta Elif Episode 17 (23 Oktober 2015): Kakak Elif Yang Super Misterius, Bikin Pusing!"

Post a Comment

Terimakasih sudah menyimak kabar sensasi diblog ini, bila hendak berkomentar silakan menggunakan nama anda (nama orang), bukan judul blog anda atau judul postingan anda atau semacamnya, (TIDAK MENERIMA KOMENTAR MODUS NYEPAM).