Cansu & Hazal Episode 22 (28 September 2015): Liciknya Rahmi Pada Gulseren!


Cansu & Hazal Episode 22 (28 September 2015): Liciknya Rahmi Pada Gulseren! Yuk mari ketemu lagi sama admin http://kabarsensasi.blogspot.com/ dalam rangka cerita ulang serial drama Turki Cansu dan Hazal. Yah, episode sebelumnya Cansu sudah ditemukan, Cansu mau ikut Gulseren tapi ditolak karena ibu kandungnya itu sekarang gak punya tempat tinggal, terus Ozan sudah mulai mengerti soal kesalahpahamannya pada Gulseren dan yang paling bikin keluarga bingung adalah sikap Hazal yang tiba-tiba baik banget sama Cansu. Terus selanjutnya gimana nih?

Tunggu dulu ni buat yang ketinggalan cerita ulang sebelumnya baca aja di Cansu & Hazal Episode 21 (27 September 2015)...

Dan untuk Cansu & Hazal Episode 22 (28 September 2015) ceritanya adalah Solmaz ngobrol bareng dengan Dilara, si Solmaz sok baik, ngaku-ngaku sahabat dan bisa menyimpan rahasia. Akhirnya Dilara curhat pada Solmaz bahwa berita skandal itu sangat menggangu keluarganya. Solmaz sok baik dan sok mendukung lalu memberikan masukan pada Dilara mengundang teman-teman yayasan untuk makan siang. Dilara awalnya menolak karena merasa tak percaya diri, tapi Solmaz berhasil meyakinkan.  Dilara akhirnya menyetujui ide Solmaz. (ihhhhh, Dilara gak tau sih, Solmaz itu punya rencana jahat, bahkan berita skandal itu kan ulah Solmaz dan suaminya)

Keriman mencari info keberadaan dan tempat kerja Gulseren dengan tanya-tanya ke Serkan (anak sahabatnya Gulseren). Serkan memberi tahu tempat kerja Gulseren.

Gulseren ketemuan dengan Rahmi, si kakek-kakek licik ini membuat kesepakatan dengan Gulseren yang intinya minta agar jauhi Jihan tapi ditolak. Lalu Rahmi pun bilang bahwa Dilara akan membawa Hazal ke Amerika, otomatis Gulseren terkejut lalu bersedia melanjutkan pembicaraan untuk membuat kesepakatan.

Gulseren kembali ke kantor, tiba-tiba Keriman datang pura-pura mengunjungi sok baik, ngajak Gulseren kembali pulang ke rumah. Gulseren menolak ajakan Keriman, ya otomatis Keriman sok pura-pura nangis dan sedih. Keriman terus merayu, berlutut dan terus merengek. Akhirnya Gulseren memaafkan Keriman. (ihhhh, Gulseren gak tau kelicikan Keriman yang mata duitan....)

Dilara akhirnya bertemu dengan teman-teman sosialitanya. Awalnya pembicaraanya baik-baik saja, tapi langsung berubah ketika ada salah satu temannya yang menyinggung soal berita skandal itu. Temannya pun semacam mengompor-ngompiri bahwa Gulseren itu hanya ingin uang, tapi Dilara membela dan bilang bahwa Gulseren tidak mau uangnnya. Dilara pun menceritakan bahwa anak kandungnya akan tinggal bersama, jika anak itu bukan kandungnya tentu Dilara tidak ingin tinggal bersamanya.

Rahmi ternyata merekam pembicaraanya dengan Gulseren. (si kakek ini menyiapkan sesuatu untuk memfitnah Gulseren)

Dilara menemui pengacaranya membahas soal perceraiannya dengan Jihan, Dilara menegaskan bahwa dia tak ingin cerai dari Jihan. Memang Dilara sendiri tak mencintai Jihan tapi jika bercerai bisnis akan runtuh, harga diri juga jatuh.

Alter menelpon Dilara untuk membahas soal Jihan yang meningkatkan modal bisnisnya, Dilara hanya bilang akan langsung memberikan uang yang diminta Alter.

Rahmi senang karena remakannya yang diedit sudah jadi.  Apa yang akan terjadi dengan ulah Rahmi? yang pasti remakan itu di potong dimana Gulseren bilang akan menyerahkan Hazal bukan tanpa jaminan alias gak gratis gitu loh. Padahal aslinya gak gitu loh.

Gulseren kembali pulang ke rumah, Keriman sok baik deh, menyiapkan makan dan lain-lain. Tapi Gulseren nampak tetap ketus. Keriman mengira Gulseren beneran menjalin hubungan seperti yang diberitakan di koran, jadi dikiranya nanti Gulseren menjadi orang kaya dan Keriman gak rela kalo sampai gak dapat keuntungan.

Gulseren dan Jihan ketemuan, Jihan curhat bahwa Cansu sangat pengertian.

Hazal, Cansu dan Dilara ngobrol bareng di meja makan. Sikap Hazal kembali judes dan sopan, sok ngajak Cansu main game tapi Dilara bilang gak boleh main game karena harus belajar. Cansu hanya senyum-senyum lihat Hazal disemprot ibunya. Yah kalo Cansu mungkin sudah terbiasa dengan Dilara yang menuntup segalanya serba perfec, anaknya harus pintar.

Rahmi pulang dengan semangat, lalu menunjukan hasil rekaman. Dilara pun percaya dengan remakan itu dan gak tau bahwa sebenarnya rekaman itu editan. Rekaman itu akan dijadikan senjata agar Jihan membenci Gulseren.

Jihan kembali ke penginapannya dan terkejut karna didalam ada Dilara yang sudah duduk manis. Dengan percaya diri Dilara merasa punya senjata ampuh, Dilara memutar rekamannya. Dilara meyakinkan bahwa Gulseren itu menyerahkan anaknya demi uang. Dilara menjelek-jelekan Gulseren. Dilara sok menyadarkan Jihan bahwa Gulseren itu kayak gitu, hanya ingin menipunya. Tapi ternyata Jihan punya rekaman komplitnya dan diputar didepan Dilara. Yah jelas dong Dilara kaget....

Hemmm.... sayangnya di episode kali ini kakak Ozan gak muncul, duh admin kan kangen *eaaa... **lebay....okeh deh Cansu & Hazal Episode 22 (28 September 2015) cukup sekian dulu ajah ya, ketemu lagi nanti sama admin dicerita ulang selanjutnya tetap di http://kabarsensasi.blogspot.com/.

Cerita selanjutnya Jihan melabrak ayahnya soal remakan yang diedit, selengkapnya baca di Cansu & Hazal Episode 23 (29 September 2015).

Penasaran siapa si ganteng pemeran Ozan? baca aja:


Atau baca juga postingan lainnya terkait serial drama Turki:


Simak terus kabar seputar dunia hiburan yang sedang hit di Indonesia ya hanya di http://kabarsensai.blogspot.com ya karena ternyata postingan-postingan admin ini banyak dikopi paste, semoga yang kopi paste lekas diberikan kesembuhan untuk berkarya sendiri tanpa kopas gitu deh.


Salam Sensasi,
http://kabarsensasi.blogspot.com/

0 Response to "Cansu & Hazal Episode 22 (28 September 2015): Liciknya Rahmi Pada Gulseren!"

Post a Comment

Terimakasih sudah menyimak kabar sensasi diblog ini, bila hendak berkomentar silakan menggunakan nama anda (nama orang), bukan judul blog anda atau judul postingan anda atau semacamnya, (TIDAK MENERIMA KOMENTAR MODUS NYEPAM).