Cansu & Hazal Episode 21 (27 September 2015): Hazal Tiba-tiba Baik Pada Cansu, Kok Bisa? Salah Makan Sesuatu?


Cansu & Hazal Episode 21 (27 September 2015): Hazal Tiba-tiba Baik Pada Cansu, Kok Bisa? Salah Makan Sesuatu? || Hei hei para pembaca setia, ketemu lagi sama admin http://kabarsensasi.blogspot.com/ dalam cerita ulang serial Turki Cansu dan Hazal yang ceritanya sejauh ini penuh emosi, berantem melulu, gak di keluarga Jihan, gak di keluarga Gulseren isinya adu mulut terus. Yah, cerita sebelumnya Keriman tertipu pengacara gadungan, terus Ozan bikin suasana tambah kisruh dan yang bikin panik adalah Cansu kabur dari rumah. Terus gimana, apa yang terjadi?

Stop, buat yang ketinggalan cerita ulang sebelumnya silakan baca di Cansu & Hazal Episode 20 (26 September 2015)

Terus, Cansu & Hazal Episode 21 (27 September 2015) ceritanya adalah Ozan kesal dan sangat benci dengan Hazal, lalu pergi dan bilang tidak ingin lagi tinggal di rumahnya. Hazal mewek lihat Ozan benci padanya, lalu Dilara dan Jihan pun menenangkan Hazal. Habis mewek Hazal dengan tidak sopannya ke dapur dan minta makan. (Hazal....Hazal... nyebelin....)

Gulseren diajari main laptop sama Serkan (anaknya Delia). Tapi dengan gapteknya Gulseren kesulitan menggunakan laptop, lalu Delia memberikan saran agar suratnya ditulis dikertas nanti biar Serkan yang ngetik dan ngirim emailnya. Pesan yang ditulis Gulseren itu menjelaskan soal apa yang terjadi antara dia dan Jihan.

Akhirnya setelah membaca surat dari Gulseren, Cansu telpon Gulseren dan bilang minta dijemput.

Hazal curhat dengan temannya via video call soal Cansu yang kabur. Dengan jahatnya Hazal menjelek-jelekan Cansu. Temannya memberikan saran agar Hazal agar pura-pura baik dengan Cansu, karena saat ini Ozan dan Rahmi sangat benci dengan Hazal.

Jihan dan Dilara dapat kabar keberadaan Cansu. Keduanya langsung menuju ke alamat keberadaan Cansu. Sementara Gulseren dengan taksinya juga sedang dalam perjalanan untuk menjemput Cansu.

Akhirnya Gulseren tiba lebih dulu dan memeluk Cansu. Keduanya saling menangis dan meminta maaf, tiba-tiba Dilara dengan Jihan masuk.

Ozan membaca pesan dari Cansu, sepertinya pesan itu adalah curhatan Gulseren untuk Cansu.

Cansu bilang pada Gulseren untuk tinggal bersamanya, tapi Gulseren menolak karena rumahnya tak pantas untuk Cansu. Gulseren tentu saja terkejut dan senang mendengarkan permintaan Cansu, tapi ya itu tadi meski Cansu terus memohon untuk tinggal bersama tapi Gulseren menolak dan pergi.

Cansu kembali ke rumah, semua orang dengan baik hati menyambut kedatangan Cansu. Tiba-tiba Hazal datang dan sok baik banget dengan Cansu. Hazal bilang ingin menyayangi Cansu seperti menyayangi saudara sendiri. Jelas saja Cansu plonga-plongo karena kaget dengan perilaku Hazal yang berubah 390 derajat. (Yah, rupanya Hazal mengikuti saran temannya untuk pura-pura baik pada Hazal agar tak terusir dari rumah orang tua kandungnya)

Sementara itu Gulseren di rumah Delia terlihat sangat sedih, Gulseren menangis karena tak punya rumah untuk menampung Cansu. Yah, itulah mengapa Gulseren menolak permintaan Cansu yang minta tinggal bareng.

Saat makan malam Hazal sok akrab banget dengan Cansu. Sementara Jihan tak ikut gabung dan hendak pergi, Dilara ngajak gabung tapi Jihan menolak. Jihan tetap ingin pergi tiba-tiba Ozan datang. Jihan pun ngajak Ozan ngobrol. Ozan tanya soal Gulseren, Ozan menyesal atas kelakuannya pada Gulseren. Ozan menyadari semua setelah membaca email dari Cansu yang berisi curhatannya Gulseren.

Jihan telpon Gulseren, keduanya curhat dan rupanya merasa aneh dengan perubahan sikap Hazal pada Cansu.

Gulseren dapat telpon dari pengacara percerainnya, sang pengacara telah menemukan Oskan tapi sedang di penjara. Gulseren terkejut mendengarnya.

Keriman dengan bangga sudah mengganti kunci rumahnya sehingga Gulseren tak bisa masuk, tapi setelah tetangganya memberikan koran yang memuat berita skandal Jihan-Gulseren sepertinya Keriman akan berubah pikiran karena ya gitu deh, pada dasarnya sodara iparnya itu mata duitan.

Cansu ngobrol dengan Jihan, Cansu curhat bahwa sebenarnya sudah tau kalo Jihan selama ini tak bahagia dengan Dilara. Cansu tak masalah Jihan dan Dilara cerai dengan harapan orang tuanya tidak saling bermusuhan. Jihan senang karena ternyata putrinya itu sangat pengertian.

Dilara dan Rahmi terus berunding, Rahmi begitu provokatif. Rahmi sangat menyudutkan Gulseren yang seolah ingin merebut Jihan dan merebut seluruh hartanya. Rahmi bilang Gulseren itu wanita murahan yang suka mengadu domba. (yaelah kakek, bukannya yang suka ngadu domba itu dirimu???). Saat sedang asyik ngobrol dengan Dilara tiba-tiba ada orang yang mencari Rahmi, yah tercata itu adalah penagih hutang. Akhirnya Dilara membayar hutangnya sang mertua. Rahmi senang dong akhirnya utanya dibayari, lebih senang lagi ketika Dilara bilang ingin melunasi utang-utangnnya. Rahmi langsung kembali beraksi yakni menjelek-jelekan Jihan, yang seolah Jihan itu tak anak yang gak berbakti karena tak peduli dengan orang tuanya yang terlilit utang.

Upsss... maaf ya Cansu & Hazal Episode 21 (27 September 2015) sampai disini dulu, sambung lagi dipostingan berikutnya tetap bersama admin di blog kabar sensasi http://kabarsensasi.blogspot.com/.

Cerita selanjutnya Rahmi menemui Gulseren, apa yang dibicarakan? selengkapnya baca di Cansu & Hazal Episode 22 (28 September 2015).

Penasaran siapa si ganteng pemeran Ozan? baca aja:


Atau baca juga postingan lainnya terkait serial drama Turki:


Simak terus kabar seputar dunia hiburan yang sedang hit di Indonesia ya hanya di http://kabarsensai.blogspot.com ya karena ternyata postingan-postingan admin ini banyak dikopi paste, semoga yang kopi paste lekas diberikan kesembuhan untuk berkarya sendiri tanpa kopas gitu deh.


Salam Sensasi,
http://kabarsensasi.blogspot.com/

0 Response to "Cansu & Hazal Episode 21 (27 September 2015): Hazal Tiba-tiba Baik Pada Cansu, Kok Bisa? Salah Makan Sesuatu?"

Post a Comment

Terimakasih sudah menyimak kabar sensasi diblog ini, bila hendak berkomentar silakan menggunakan nama anda (nama orang), bukan judul blog anda atau judul postingan anda atau semacamnya, (TIDAK MENERIMA KOMENTAR MODUS NYEPAM).