Cansu & Hazal Episode 77 (22 November 2015): Rahmi Ditangkap Polisi! Kasus Apa Lagi?


Cansu & Hazal Episode 77 (22 November 2015): Rahmi Ditangkap Polisi! Kasus Apa Lagi? || Hai-hai jumpa lagi dengan blog kabar sensasi, postingan ini khusus buat yang ketinggalan gak nonton Cansu dan Hazal episode yang ke 77 dimana cerita sebelumnya soal kematian Theoman tetap menjadi rahasia, Candan makin matang persiapannya menghadapi sidang selanjutnya karena dengan mudah dapat informasi terkait Dilara dan Jihan melalui Osman, sementara itu Oskan masih ngamuk-ngamuk berusaha mendapatkan uang yang telah diambil Keriman. Terus-terus?

Terus buat yang lupa atau ketinggalan cerita sebelumnya bisa di baca saja di Cansu & Hazal Episode 76 (21 November 2015).

Dan Cansu & Hazal Episode 77 (22 November 2015) ceritanya adalah Keriman dan Osman tertawa-tawa habis belanja-belanja, tanpa disadari Oskan datang mendekat langsung marah pada Keriman. Oskan minta uang yang telah diambil Keriman. Oksan menonjok Osman, Keriman panik lalu teriak-teriak minta tolong dan kebetulan ada polisi lewat lalu Oskan justru dikejar polisi.

Jihan berusaha menelpon Gulseren tapi tak diangkat, Dilara dari atas mengasi Jihan yang terus ingin menelpon Gulseren. Dilara memarahi Rahmi yang telah meminta maaf pada Gulseren, tapi Rahmi cuek dan justru menasehati Dilara agar menerima hidupnya. Dilara pun mengingatkan bahwa selama ini telah melunasi utang-utang Rahmi tapi kini tak mendukung lagi, Dilara menganggap Rahmi telah berhianat. 

Dilara pakai baju tidur seksi dengan wangi-wangian bermaksud hendak menghampiri Jihan, siapa tau tergoda gitu tapi tiba-tiba berubah pikiran dan gak jadi deh.

Rahmi kaget ketika  melihat koran ada berita penemuan mayat Theoman, Hazal juga tau berita itu lalu memeluk Rahmi sambil berbisik "tenang saja kakek, semua akan baik-baik saja".

Osman terus mengawasi Rahmi yang sedang minum-minum, tiba-tiba banyak polisi datang ke rumah Dilara lalu menangkap Rahmi. Osman bak mendapat berita angisn segar.

Jihan ketemuan dengan Gulseren, Jihan ngobrol ini itu tentang awal pertemuannya dengan Gulseren, sejak saat itu Gulseren membayangi Jihan, Gulseren tak bisa pergi dari pikirannya. Jihan pun ingin tumbuh tua bersama Gulseren. Tapi Gulseren kembali mengingatkan agar kembali ke keluarganya saja, karena semua sudah kembali ke awal. Gulseren merasa Dilara akan ada terus, Gulseren capek harus terus berurusan dengan Dilara.Jihan tiba-tiba dapat telpon dari Dilara yang mengabarkan bahwa Rahmi ditangkap polisi.

Solmaz dan Alter mengambil hasil tes DNA di rumah sakit, Alter yakin hasilnya positif tapi begitu amplop dibuka hasilnya jreng-jreng bikin keduanya melongo, apa hasilnya? "negatif"! Keduanya syok, Solmaz marah-marah harusnya kemarin gak ambil sisir bukan sikat gigi!

Gulseren dapat tamu di toko kuenya, dia adalah Mehmed teman masa kecilnya. Gulseren penasaran ada apa datang? Mehmed mengabarkan bahwa ayahnya meninggal karena serangan jantung, Gulseren mendadak sedih karena dulu waktu nikah ayahnya memutuskan untuk tidak mengakui Gulseren sebagai anak. Gulseren pun langsung pergi dengan sedihnya, Gulseran makin merasa tidak punya siapa-siapa lagi.

Hazal ke sekolah kembali sombong, Hazal ngaku kemarin pergi dari rumah karena cek-cok dengan Cansu. Hazal membuat cerita bohong, katanya Cansu marah dan ngamuk saat tau teman cowoknya lebih peduli dengan Hazal. (Sungguh, Hazal ini keterlaluan! banyak pelajaran hidup yang telah dialaminya tapi sama sekali tak membuat dirinya berubah! masih saja jahat).

Rahmi diintrograsi di kantor polisi ditemain oleh Yaldirin. Rahmi gelisah karena dikiranya soal kematian Theoman tapi ternyata soal Alter. Ada yang melaporkan Rahmi telah mencoba melakukan percobaan pembunuhan dengan linggis. Pelapornya tanpa nama. 

Osman tanya pada Emine kenapa Rahmi ditangkap? Emine bilang tidak tahu, Osman langsung permisi pergi keluar untuk menemui Candan dan laporan!

Gulseren pergi ke makam ibunya, curhat ini itu terkait masa lalunya, saat-saat ayahnya mengusirnya dan tidak mengakuinya lagi sebagai anak. Gulseren curhat saat ini sudah tidak punya apa-apa lagi, putrinya tak lagi bahkan pria yang dicintainya pun tak mungkin lagi didapatkan.

Yaldirin keluar mengabarkan bahwa Rahmi ditahan karena kasus Alter, Jihan merasa lega karena dikiranya ditahan karena kasus lain. Yaldirin bilang ada orang mengirimkan linggis dan dokumen-dokumen ke kantor polisi!. Jihan ingat juga punya linggis dan dokument itu, tapi begitu dicek dikantor ternyata hilang semua! Jihan melihat rekaman cctv dan benar ada orang mengambilnya, tapi pria itu sudah dipecat sebelumnya. Jihan curita yang melakukan itu adalah Alter.

Solmaz memberitahu Alter bahwa ada polisi mencarinya! Alter kaget ketika tau Rahmi ditangkap polisi karena kasus pemukulan dulu. Alter takut jika nanti dilaporkan balik karena kasus penembakan Jihan. Alter pilih melarikan diri. (Kalo Alter tidak melaporkan lalu siapa? Pasti Candan!)

Oke deh Cansu & Hazal Episode 77 (22 November 2015) bersambung dipostingan berikutnya tetap bersama admin di blog kabar sensasi.

Cerita selanjutnya Oskan marah-marah karena tetap tidak rela kalo Jihan mendapatkan Gulseren, selengkapnya baca di Cansu & Hazal Episode 78 (23 November 2015).

Penasaran siapa si ganteng pemeran Ozan? baca aja:


Atau baca juga postingan lainnya terkait serial drama Turki:


Simak terus kabar seputar dunia hiburan yang sedang hit di Indonesia ya hanya di http://kabarsensasi.blogspot.com ya karena ternyata postingan-postingan admin ini banyak dikopi paste, semoga yang kopi paste lekas diberikan kesembuhan untuk berkarya sendiri tanpa kopas gitu deh.


Salam Sensasi,
http://kabarsensasi.blogspot.com/

0 Response to "Cansu & Hazal Episode 77 (22 November 2015): Rahmi Ditangkap Polisi! Kasus Apa Lagi?"

Post a Comment

Terimakasih sudah menyimak kabar sensasi diblog ini, bila hendak berkomentar silakan menggunakan nama anda (nama orang), bukan judul blog anda atau judul postingan anda atau semacamnya, (TIDAK MENERIMA KOMENTAR MODUS NYEPAM).