Cansu & Hazal Episode 80 (25 November 2015): Cihan Ucapkan Selamat Tinggal Pada Gulseren!


Cansu & Hazal Episode 80 (25 November 2015): Cihan Ucapkan Selamat Tinggal Pada Gulseren! || Halo para pembaca setia blog kabar sensasi, ketemu lagi nih sama admin yang mau berbagi cerita ulang Cansu dan Hazal episode yang ke 80. Masih pada ingat cerita sebelumnya kan? itu loh yang Keriman kena tipu polisi gadungan suruhan si Candan, terus si Gulseren yang ingin pergi dari Istanbul karena ingin melupakan Cihan dan si Oskan kaget ketika melihat wanita hamil di rumah Keriman. Terus-terus?

Terus tunggu dulu nih buat yang lupa atau ketinggalan cerita sebelumnya bisa di baca di Cansu & Hazal Episode 79 (24 November 2015).

Dan Cansu & Hazal Episode 80 (25 November 2015) ceritanya adalah Oskan kaget ternyata wanita itu adalah pacarnya saat di Jerman dulu. Oskan kesal karena Nurai datang tanpa memberitahu lebih dulu, Oskan justru mengira itu bukan anaknya tapi anak orang lain. Nurai mendesak Oskan untuk menikahinya jika tidak mau Oskan dengan Keriman akan dibunuh, Oskan pun beralasan bahwa kini sudah tunangan dengan orang lain lalu pergi.

Keriman pergi menyusul Oskan, Keriman berusaha menyadarkan bahwa wanita itu sedang hamil, Keriman tak mau mengurusnya, Keriman minta agar wanita itu dibawa pergi. Oskan tak mau, lalu Keriman bersedia mengurusnya jika diberi uang. 

Jihan tiba-tiba datang menemui Gulseren, Jihan paham bahwa Gulseren pergi karena untuk melupakan dirinya. Jihan memberikan sebuah cincin pada Gulseren. Cincin itu sangat penting bagi Jihan, Cincin itu dari kakeknya untuk ibunya, dari ibunya untuk Jihan, ibunya bilang agar cincin itu diberikan pada wanita yang dicintainya dan Jihan memilih memberikan cincin itu pada Gulseren. Jihan memakaikan cincin itu di jari Gulseren lalu mencium tangannya, lalu berpelukan, Jihan pun mengucapkan selamat tinggal lalu pergi.

Jihan kembali ke rumah, saat ngumpul bahas luburan bersama keluarganya si Jihan nampak tidak fokus. Jihan tentu sedih karena Gulseren akan pergi.

Nezaket kembali ke rumah Keriman dan terkejut melihat wanita hamil tidur di sofa, Keriman pun menjelaskan bahwa wanita itu adalah pacarnya Oskan dulu waktu di Jerman. Nezaket kawatir kalo sampai wanita itu melihatnya pasti dia mengenalinya karena sempat bertemu saat di tuko kue Gulseren. Nezaket takut ketahuan bahwa selama ini kerja di tempat Gulseren.

Jihan curhat pada Yaldirin soal Gulseren yang mau pergi, Yaldirin menyarankan agar Jihan memperjuangkan cintanya tapi Jihan bilang itu tak mungkin karena tak bisa menjanjikan masa depan bersama Gulseren. Jihan tak tau harus bagaimana yang pasti sangat tersiksa karena harus terus-terusan berpura-pura hidup bahagia dengan Dilara.

Deria akhirnya membeli toko kue Gulseren, Deria sedih karena harus melakukan semua itu, Gulseren mencoba menenangkannya. Gulseren berjanji jika suatu saat kembali lagi maka akan kembali bergabung dengan Deria.

Rahmi curiga Dilara mulai membencinya, Rahmi mengira Dilara ingin mengusirnya dari rumah.

Rahmi pergi menemui temannya, Rahmi menunjukan foto pria yang mengambil linggis dari ruangan Jihan. Rahmi menyuruh temannya itu untuk mencari tau tentang pria itu lalu minta agar pria itu buka mulut tentang siapa yang menyuruhnya untuk mencuri linggis itu.

Gulseren akhirnya juga menjual apartermen berserta isinya.

Jihan marah ketika makan malam tidak melihat Hazal, karena Dilara mengijinkan Hazal menginap ditempat temannya padahal Dilara sendiri tak mengenenal keluarga temannya Hazal. Dilara tetep saja tak merasa bersalah, jutru mengungkit kalo sebelumnya Hazal pernah pergi dengan orang tak dikenal itu karena kesalahan Gulseren. Jihan menyuruh Dilara untuk telpon ibu temannya Hazal untuk cari info dimana Hazal, rupanya Hazal hendak pergi ke kafe. Jihan makin marah pada Dilara!

Deria terus menangis karena Gulseren akan pergi ke Ismir. Deria sedih harus berpisah dengan sang sahabat. Gulseren pun menceritakan masa-masa saat susah awal nikah dengan Oskan, Gulseren kesulitan bahkan nikah pun tak pakai gaun pengantin, perabotan rumahtangga juga tak punya. Gulseren yakin akan hidup lebih baik di Ismir, Gulseren penuh semangat tapi tiba-tiba menangis dan berpelukan dengan Deria.

Dilara bilang pada Jihan bahwa curiga dengan kejadian soal Hazal yang pergi ke anak motor itu terkesan semua seperti kebetulan, Dilara curiga bahwa Rahmi sengaja melakukan semua agar Jihan memaafkannya dan membawanya kembali ke rumah. Dilara curiga Rahmi sengaja melakukan itu agar dianggap sebagai pahlawan. Jihan sangat marah karena Dilara memfitnah ayahnya. (tentu saja Jihan marah karena kejadian sebenarnya memang gak gitu kok, Rahmi memang benar-benar pahlawan saat itu, Dilaranya aja yang selalu berfikiran salah).

Rahmi akhirnya dapat kabar dari temannya bahwa sudah berhasil menemukan pria yang mencuri linggis dari ruangan Jihan.

Oke deh Cansu & Hazal Episode 80 (25 November 2015) cukup sekian, sambung lagi dipostingan berikutnya tetep di blog kabar sensasi.

Cerita selanjutnya Rahmi tau rahasia penting soal kelicikan Dilara, selengkapnya baca di Cansu & Hazal Episode 80 (25 November 2015).

Penasaran siapa si ganteng pemeran Ozan? baca aja:


Atau baca juga postingan lainnya terkait serial drama Turki:


Simak terus kabar seputar dunia hiburan yang sedang hit di Indonesia ya hanya di http://kabarsensasi.blogspot.com ya karena ternyata postingan-postingan admin ini banyak dikopi paste, semoga yang kopi paste lekas diberikan kesembuhan untuk berkarya sendiri tanpa kopas gitu deh.


Salam Sensasi,
http://kabarsensasi.blogspot.com/

0 Response to "Cansu & Hazal Episode 80 (25 November 2015): Cihan Ucapkan Selamat Tinggal Pada Gulseren!"

Post a Comment

Terimakasih sudah menyimak kabar sensasi diblog ini, bila hendak berkomentar silakan menggunakan nama anda (nama orang), bukan judul blog anda atau judul postingan anda atau semacamnya, (TIDAK MENERIMA KOMENTAR MODUS NYEPAM).