Cinta Elif Episode 68 (21 Desember 2015): Husyein Kecelakaan, Omer Sedih Tapi Juga Marah! Kenapa?


Cinta Elif Episode 68 (21 Desember 2015): Husyein Kecelakaan, Omer Sedih Tapi Juga Marah! Kenapa? || Duh ketemu lagi sama blog kabar sensasi yang kali ini mau posting Cinta Elif episode yang ke 68 tayang Senin tanggal 21 Desember 2015. Masih ingat cerita sebelumya kan? itu loh soal Nedret yang nampak suka Elif dekat dengan Levant, Melike sudah tau Husyein punya istri muda. Husyein pun tau bahwa ternyata Omer sudah tau segala rahasianya. Nilufer mesra berdua dengan mobil baru. Elif dan Omer bertengkar karena Ipek membelai-belai mesra. Terus-terus?

Tunggu dulu nih buat yang ketinggalan cerita sebelumnya silakan simak di Cinta Elif Episode 67 (20 Desember 2015).

Dan Cinta Elif Episode 68 (21 Desember 2015) ceritanya adalah Ipek diserang 2 orang penjahat hingga tak sadarkan diri, Omer pun masuk dan berhasil melumpuhkan kedua penjahat itu, tapi satu orang yang dibelakangnya bangkit lalu hampir menusuk Omer, untungnya Elif datang langsung menggebuk penjahat itu hingga kembali terjatuh. Elif langsung menghampiri Yagiz yang sedang menangis, sementara Omer berusaha memborgol penjahat.

Husyein mabuk-mabukan, jalan sempoyongan dipinggir jalan sambil mengingat-ingat kata tayar dan juga kata-kata Omer. Lalu mak bruk....

Husyein ketabrak mobil.

Ipek dibawa ke rumbah sakit oleh Arda-Omer-Elif. Saat cemas dengan keadaan Ipek, tiba-tiba Omer-Elif-Arda bengong melihat sosok Husyein didorong masuk rumah sakit dengan keadaan sangat lemah.

Serhat dalam penjara berantem dengan orang-orang suruhan Tayyar, hingga akhirnya Serhat tewas ditusuk.

Metin terus menyerang Nilufer dengan mesumnya, hingga akhirnya Nilufer tak tahan dengan godaan Metin. Lalu?

Metin dan Nilufer **SENSOR***

Meski Husyein parah tapi sayang gak mati. Nedret dan Asli jenguk ke rumah sakit, Pelin gak sengaja keceplosan bilang bahwa Omer saat kejadian menimpa Ipek sedang ada ditempat yang sama, Nedret pun langsung gimana gitu.

Omer menangis sedih melihat kakaknya yang terbaring lemah. Omer memohon pada sang kakak agar segera bangun kembali. Elif pun nampak sedih melihat Omer yang sedang menangis didepan Husyein.

Elif akhirnya telpon Nilufer, tadinya Nilufer ngomel-ngomel karena tau pasti Elif bakalan menasehatinya. Sambil nangis Elif bilang sangat menyayangi Nilufer. Akhirnya kedua kakak adik ini pun berbaikan. (Mungkin Elif ketularan si Omer, dimana Omer meski tau sang kakak salah pun tetep berharap kakaknya baik-baik saja saat sedang tertimpa musibah).

Omer masih setia menjaga Husyein, Elif pun setia menemani Omer. Elif meyakinkan Omer bahwa Husyein pasti akan sadar.

Tayyar pun ngobrol serius via telpon dengan Ali, kalo sampai Husyein mati pasti sangat berbahaya. Lalu tiba-tiba Metin dan Nilufer datang dengan mesranya, Metin pamit pergi untuk urusan kerjaan sementara Nilufer sarapan bareng Tayyar.

Husyein akhirnya sadar, Omer pun sangat senang dan sangat bersyukur. Melike diluar nampak sedih, tapi begitu mendengar bahwa Husyein sudah bisa ditempatkan diruang biasa mereka pun lega. Elif berusaha menenangkan Melike. Sementara Omer masuk ngobrol dengan Husyein. Dengan syok sedih Husyein mengaku ingin bunuh diri karena orang-orang sudah curiga padanya. 

Omer pun tanya apa sebenarnya rahasia Husyein tentang Tayyar? Husyein balik tanya bagaimana jika tak mau menjelaskan soal Tayyar? Omer pun bilang akan menjadi musuh bagi orang yang selama ini dianggap sudah seperti ayahnya sendiri, Omer bilang ini adalah kesempatan terakhir jika Husyein memilih bungkam maka Omer akan cari tau sendiri. Husyein lalu cerita semua bermula saat bertemu dengan Sefin, saat itu katanya Sefin hendak diperkosa dan membunuh pria yang hendak memperkosanya. Husyein menangani kasus Sefin, karena kasihan Husyein pun menutup kasus itu lalu justru menikah dengan Sefin. Husyein mengaku tidak mengenal Tayyar Dundar, Husyein mengaku hanya disuruh Ali. Husyein bersumpah atas nama tiga anaknya tidak melakukan apa-apa. Omer tak percaya dengan semua penjelasan Husyein, Omer bilang jika ternyata telah membunuh seseorang maka akan dipenjara. Omer yakin Husyein berada dalam pemikiran yang salah. Tapi Husyein pun terus nerocos seolah bilang tak punya salah, tak berdosa, tak terlibat dalam kejahatan Tayyar. Husyein menawarkan diri agar dijadikan umpan untuk menjebak Tayyar tapi Omer tak peduli dan justru marah-marah. (Husyein sungguh terlalu, sudah ketahuan juga masih aja bohong, gak ada jujur-jujurnya).

Nilufer telpon Mert, Nilufer kembali minta bocoran berapa tanggal lahir ibunya Mert? si Mert justru mengingatkan bahwa Tayyar sudah mulai curiga, Mert tak ingin Nilufer dalam bahaya tapi Nilufer ngotot hingga akhirnya Mert pun memberitahu tanggal lahir ibunya.

Nilufer membuka brankas tayar hingga akhirnya berhasil dan puas bisa memegang CD bertulis Husyein Demir.

Nedret menjenguk Ipek dengan syok perhatian. Nedret seolah nampak prihatin dengan nrocos ini itu. Ipek pun bilang ingin istirahat, Nedret pun pamit pulang tapi tiba-tiba balik lagi lalu bilang bahwa apakah Yagiz itu anak Omer seperti yang dikatakan orang-orang diluaran sana? Nedret bilang kecurigaannya bukan tanpa alasan karena Ipek melahirkan setelah 7bulan menikah, lalu Sehrat nampak kasar dll. Nedret berusaha memojokan Ipek lalu minta agar Ipek bilang pada semua orang bahwa Yagiz itu anaknya Omer. Nedret mendesak agar Ipek menyetujui idenya itu. (akankah Ipek setuju? kalo setuju bakalan kacau pastinya).

Tayyar menyiapkan mobil baru Nilufer, rupanya Tayar sudah merencanakan sesuatu, Tayyar akan membiarkan Nilufer kabur membawa CD itu. Tayyar menyuruh anak buahnya agar membuat mobil baru itu remnya blong jadi setelah Nilufer ketemuan dengan Omer maka akan mati kecelakaan.

Nilufer pun dengan bangga membawa CD itu dengan ngebutnya, sementara anak buah Tayyar mengikuti dari belakang.

Husyein diam-diam menelpon Tayyar untuk ngajak ketemuan. Sementara Melike diluar marah karena melihat istri mudanya Husyein.

Omer ngajak jalan Elif, Omer curhat bahwa Husyein tetep aja berbohong padahal sudah ditawari bantuan. Omer pun bingung harus berbuat apa? Elif pun juga tak bisa memberikan ide apa-apa. Omer kesal kenapa orang-orang menganggap Tayyar itu pahlawan? padahal aslinya penjahat kelas kakap. Saat sedang asyik berduaan tiba-tiba Nilufer datang lalu bilang berhasil membuka brankas dan mengambil sebuah CD. Tapi sayang begitu dibuka isinya bukanlah bukti yang dicari-cari. Sementara itu anak buah Tayyar sedang merusak rem mobil Nilufer. Karena Nilufer merasa kesal setelah melihat isi CD yang dianggap tak berguna maka Nilufer pun langsung pergi.

Tayyar kesal menemui Metin karena ternyata meski sudah ditusuk tapi si Serhat belum mati bahkan justru bisa bebas dari penjara. Tayyar menyuruh agar Metin segera membunuh Serhat.

Oke deh Cinta Elif Episode 68 (21 Desember 2015) sampai disini aja ya. Ketemu lagi dipostingan berikutnya tetep di blog kabar sensasi.

Cerita Selanjutnya Nilufer akhirnya kecelakaan, Husyein tak ingin melihat Nilufer hidup! selengkapnya simak di Cinta Elif Episode 69 (22 Desember 2015).

Baca Juga:


Simak terus serial drama Turki kesayangan kamu hanya di blog Kabar Sensasi ya, simpen alamat url-nya sekarang!

Waspadalah Dengan Bahaya Sinetron Go BMX Bagi Anak-anak!

Salam Sensasi,
http://kabarsensasi.blogspot.com/

0 Response to "Cinta Elif Episode 68 (21 Desember 2015): Husyein Kecelakaan, Omer Sedih Tapi Juga Marah! Kenapa?"

Post a Comment

Terimakasih sudah menyimak kabar sensasi diblog ini, bila hendak berkomentar silakan menggunakan nama anda (nama orang), bukan judul blog anda atau judul postingan anda atau semacamnya, (TIDAK MENERIMA KOMENTAR MODUS NYEPAM).