Cinta Elif Episode 53 (5 Desember 2015): Metin & Bahar Saling Jatuh Cinta?


Cinta Elif Episode 53 (5 Desember 2015): Metin & Bahar Saling Jatuh Cinta? Terus Nilufer? || Hoammm ngantuk, tapi admin tetep posting di blog kabar sensasi spesial buat yang ketinggalan Cinta Elif episode yang ke 53. Masih ingat cerita sebelumnya kan? itu loh soal Omer yang kembali memburu Metin. Omer dan Elif berhasil menemukan Metin di rumah Bahar tapi sayang keburu kabur bahkan Bahar dijadikan sandraan. Terus-terus?

Tunggu dulu nih buat yang ketinggalan cerita sebelumnya bisa disimak di Cinta Elif Episode 52 (4 Desember 2015).

Dan Cinta Elif Episode 53 (5 Desember 2015) ceritanya adalah Elif dan Nilufer bertengkar, sementara Omer mengejar Metin yang menyandra Bahar. Omer berusaha membebaskan Bahar tapi Metin berhasil membawa Bahar lari dari Omer dengan mencuri mobil.

Metin pun dalam mobil minta maaf dengan Bahar karena telah membuat lehernya terluka, Metin melakukan itu semua hanya ekting agar Omer percaya. Metin pun menghentikan mobilnya lalu meminta Bahar turun, tapi Bahar bilang gak mau meninggalkan Metin dalam keadaan terluka. (sepertinya Bahar jatuh cinta pada Metin, bisa jadi Metin lama-lama juga cinta pada Bahar).

Omer langsung datang ke kantor lalu bilang pada Husain telah menemukan Metin. Omer bilang Metin menculik Bahar tapi sempat menaruh ponselnya di kantong hp Bahar. Dengan hp itu maka bisa melacak Metin via sinyal hpnya.

Husain langsung telpon Tayyar bilang bahwa Omer menemukan Metin lalu menaruh ponsel hp Omer di kantong Bahar. Husain memberikan nomer hp Omer lalu minta agar Tayyar segera menelpon Metin.

Bahar dan Metin nampak mesra didalam mobil, keduanya saling perhatian. Bahar merawat luka jahit Metin, sementara Metin merawat lukanya Bahar. Tiba-tiba hp dalam kantong Omer berbunyi, Metin mengangkatnya dan yang menelpon adalah Tayyar. Rupanya Tayyar memperingatkan bahwa hp itu adalah pelacak yang sengaja diletakan Omer. Tayyar sok mau jadi pahlawan tuh.

Omer dan kawan-kawan berhasil menemukan mobil Metin tapi sayang orangnya udah kabur dan hp Omer dibuang dideket mobil. Husain lalu bilang licik sekali Metin. (Husain-husain, pandai sekali bersandiwara padahal yang licik itu Husain).

Metin dan Bahar pergi ke rumah Resim (anak buahnya Tayyar tapi kepercayaan Metin). Bahar pun langsung masak makanan dengan bahan seadanya.

Omer di kantor panik karena mengira Bahar dalam bahaya, saat sedang kesal-kesalnya tiba-tiba Ipek datang. Omer pun bengong.(Ipek adalah mantan pacarnya Omer yang dulu pisah karena pindah tugas, kini tiba-tiba Ipek kembali lagi dan sekantor dengan Omer, Ipek ini sepertinya sengaja disatukan lagi dengan Omer oleh Husaian untuk merecoki hubungannya dengan Elif, dibawah ini adalah foto mantan pacarnya Omer, gimana lebih oke Elif atau yang dibawah ini?).


Resim menemui seorang anak dan minta uang, ternyata anak itu adalah Chan, anaknya Asli dari pernikahan pertamanya. Resim minta agar Chan mencari uang secepatnya karena jika tidak akan dilukai.

Metin tidur dan mengigau nama Nilufer, Bahar pun mendekat lalu membelai Metin. Bahar pun menenangkan Metin, Bahar bilang kasihan pada Metin karena pacarnya aja gak bisa dipercaya bahkan ayahnya juga. Bahar bilang senasip dengan Metin. Bahar pun mulai merayu dengan mesumnya. Akhirnya keduanya pun nganu gitu deh, sensor pokoknya *eaaaa.

Pelin melihat Arda aneh, Pelin pun tanya soal hasil periksa kehamilah Cingdem. Arda pun bilang Cingdem memang hamil, Pelin sangat sedih dan kecewa. (Loh Arda nih, polisi bisa ketipu gitu ya?).

Bahar kembali dan langsung ke rumah Elif, lalu langsung berpelukan. (padahal Bahar melakukan semuanya demi mencari kelemahan keluarga Elif loh ya, Bahar dari awal mengincar hartanya Elif, dulu sempat kerjasama dengan Levant tapi gagal karena si Levant justru catuh cinta pada Elif).

Bahar mengaku Metin telah menyiksanya dan tak memberinya makan. Nilufer nampak tak percaya dengan cerita Bahar, sementara Elif sangat percaya pada Bahar. Nilufer dan Elif kembali bertengkar. (Bahar sepertinya niat mengadu domba keluaraga Denizer).

Arda ngobrol serius dengan Pelin, soal hubungan keduanya? bukan! Soal Arda yang kembali curiga pada Husain, Arda curiga bahwa Husain telah memberitahu Tayyar, dan Tayyar menelpon Metin. Arda yakin Husain adalah orangnya Tayyar.

Mert dan Demet kerjasama dibagian penjualan di kantor Elif. Demet sangat senang. Tiba-tiba Asli dan bibinya datang ke kantor, Mert pun bilang bahwa sudah pindah dari hotel, tagihan atas nama bibi Nedret akan dicatat sebagai utang. Nedret berpesan pada Mert agar serius dengan kuliahnya meski nyambi kerja. Asli-Nedret-Levant meeting, Levant bilang ada masalah perusahaan karena tak bisa membayar utang. Nedret pun langsung melunasi utang itu.

Omer datang menemui Elif dan Bahar. Dengan sok sedih Bahar cerita bahwa Metin hampir membunuhnya, Omer langsung bilang "kenapa saat kamu belanja di apotik nampak tenang dan tak ketakutan?". Bahar pun kaget mendengarnya, tak menyangka Omer mengawasi sejauh itu. Bahar langsung pura-pura cerita ini itu sambil nangis. Bahar ngaku matanya ditutup sehingga tak mengenali tempatnya. (Bahar Baharrrr, mesra-mesraan ngaku disiksa, benar-benar musuh dalam selimut....).

Asli diantar Nedret menemui Chan. Asli tak berani mengetuk pintu, Nedret memaksanya. Chan keluar dan justru marah-marah.

Oke deh Cinta Elif Episode 53 (5 Desember 2015) sampai disini aja, sambung lagi dipostingan berikutnya hari Senin ya karena hari minggu Cinta Elif libur, tetap di blog kabar sensasi.

Cerita selanjutnya Tayyar tau Metin sembunyi di tempat Resim, selengkapnya simak di Cinta Elif Episode 54 (7 Desember 2015).

Baca Juga:


Simak terus serial drama Turki kesayangan kamu hanya di blog Kabar Sensasi ya, simpen alamat url-nya sekarang!

Salam Sensasi,
http://kabarsensasi.blogspot.com/

0 Response to "Cinta Elif Episode 53 (5 Desember 2015): Metin & Bahar Saling Jatuh Cinta?"

Post a Comment

Terimakasih sudah menyimak kabar sensasi diblog ini, bila hendak berkomentar silakan menggunakan nama anda (nama orang), bukan judul blog anda atau judul postingan anda atau semacamnya, (TIDAK MENERIMA KOMENTAR MODUS NYEPAM).