Cinta Elif Episode 59 (11 Desember 2015): Arda Dijebak Tayyar, Ipek Tertembak!


Cinta Elif Episode 59 (11 Desember 2015): Arda Dijebak Tayyar, Ipek Tertembak! || Cie yang gak sempat nonton serial Cinta Elif karena ketiduran terus buru-buru buka blog kabar sensasi. Kali ini admin posting edisi yang ke 59 ya, masih ingat cerita sebelumnya kan? Soal Omer yang akhirnya tau rahasia Husyein yang diam-diam punya istri muda dengan satu anak, terus Husyein nampak marah ketika melihat Omer sikapnya berubah, Husyein pun ingin sekali memberi pelajaran pada Arda. Terus-terus?

Tunggu dulu nih buat yang ketinggalan cerita sebelumnya simak aja di Cinta Elif Episode 58 (10 Desember 2015).

Cinta Elif Episode 59 (11 Desember 2015) ceritanya adalah Mert dan Demet jalan bareng, rupanya Demet menganggap hubungannya dengan Mert itu serius setelah peristiwa ciuman dikantor tapi Mert menganggap Demet itu masih anak kecil. Demet pun mencium Mert lalu bilang bahwa suatu saat akan menyadari bahwa Demet bukanlah anak kecil.

Omer dan Elif berduaan, keduanya mulai mempersiapkan pernikahan bahkan sudah menyiapkan berkas-berkasnya ke KUA. Omer minta hari pernikahannya ditanggal kelahiran Elif yakni 12 Maret tapi sempat ditolak karena tanggal itu adalah tanggal kematian ayahnya Elif yang sampai saat ini belum terungkap.

Omer cerita pada Elif bahwa Ipek sudah punya anak. Omer sengaja cerita soal Ipek agar Elif merasa tenang bahwa Ipek bukanlah ancaman bagi hubungannya.

Husyein masuk ke ruangan Ali dengan Emosi lalu tanya dimana Omer ddk kenapa tidak ada dirungannya? Ali pun menduga mereka berkumpul disuatu tempat. Husain menduga semua gara-gara Arda hingga Omer dkk kini semacam tertutup.

Omer-Arda-Pelin-Ipek berkumpul dan sempat bahas kecurigaannya pada Husyein. Omer diam-diam memperhatikan foto Ipek dengan anaknya yang kini hilang. Lalu Omer ikut kembali gabung dan bersama-sama melihat rekaman cctv.

Mereka pun terbengong ketika Resim membaca secuil kertas dari balik kue. Omer menduga tulisan itu diketik via komputer tapi tulisan itu pasti diketik dari tempat yang aman. Tiba-tiba Omer ingat Burhan saat itu bilang bahwa ayahnya menulis sesuatu tapi belum sempat dihapus. Omer buru-buru pergi.

Omer mendatangi rumah istri muda Husyein lalu masih pura-pura sebagai petugas internet yang harus ngecek modem dan koneksi internetnya. Omer masuk lalu buka-buka laptop Husyein dan mengeprint sesuatu lalu tiba-tiba istri muda Husyein mendekat dan curiga lalu tanya "siapa kau sebenarnya?". Omer pun bilang "tanya saja pada Husyein, dia tau siapa aku".

Husyein langsung ditelpon istri mudanya, Husyein menduga orang itu adalah Arda. Husyein panik lalu menghubungi Tayyar untuk mengurus soal Arda. (duh mau diapain ya ini si Arda, gawat nih).

Tayyar-Husyein-Ali ketemuan, Husyein bilang tak bisa lagi mengurus Arda! Tayyar punya ide agar dibunuh aja tapi Ali bilang itu gak mungkin karena terlalu mencurigakan. Tayyar pun punya ide dan akan turun tangan sendiri mengurus Arda.

Omer berduaan dengan Elif, si Elif penasaran ada apa kok seperti ada yang dipikirkan? Omer pun bilang masalahnya adalah kakak Husyein. Omer bingung bagaimana harus menjelaskan tentang Husyein. Setelah cerita Elif menyarankan agar Omer bicara dengan kakaknya agar masalah tidak semakin membesar. Elif yakin Husyein tidak mungkin terlibat kasus Tayyar.

Arda masih dikantor, Husyein terus mengawasi Arda sambil menahan tangis. Husyein bilang "sampai jumpa Arda" berkali-kali, seolah itu adalah pertemuan terakhirnya dengan Arda. Husyein lalu menelpon Tayyar bahwa kini Arda sedang sendirian. (duh makin tegang, Arda mau diapain nih?) 

Arda duduk sendirian, lalu tiba-tiba ada yang datang memberitahu ada kasus pembunuhan. Arda buru-buru pergi. Arda pun titip salam pada Ipek untuk Pelin.

Ipek kaget ketika ternyata tidak ada kasus pembunuhan, Ipek menduga Arda sedang dijebak. Ipek langsung pergi dan minta agar Pelin segera menghubungi Omer. Pelin pun dengan panik menghubngi Omer bahwa Arda sedang dijebak.

Arda sampai dilokasi tapi sepi. Arda clingak-clinguk lalu mendengar suara tembakan. Arda langsung mencari sumber tembakan. Semua anak buah Tayyar sudah siap berjaga. (duh tegang banget nih....). Ipek pun datang menghampiri Arda , Ipek melihat Arda akan ditembak, lalu Dor..... Ipek tertembak karena melindungi Arda.

Tak lama kemudian Arda juga tertembak tangannya. Tapi tak lama kemudian penjahat pun bisa dilumpuhkan.

Omer panik melihat Ipek yang tak berdaya, Omer langsung menggendong Ipek untuk segera di bawa ke rumah sakit karena ambulannya terlalu lama. Elif sempat gimana gitu ketika melihat Omer gendong Ipek.(jangan cemburu dong kakak Elif).

Husyein menyepi sendirian, seolah menyesali bahwa Arda pasti mati! Tiba-tiba Tayyar datang dan bilang bahwa sayang sekali rencana gagal!!! Husyein panik! Tayyar pun bilang bahwa Omer dkk datang dan yang tertembak adalah wanita bernama Ipek! Rencana selanjutnya Tayyar akan membuat Omer dalam masalah!

Omer menemui Elif lalu bilang bahwa Ipek baik-baik saja, Elif pun menyambut baik kabar itu tapi tetep kelihatan gimana gitu, seolah cemburu.

Arda ingin menjenguk ke kamar Ipek, tapi Pelin berjuang keras melarang Arda karena harus istirahat. Pelin merasa ada yang ingin sengaja membunuh Arda.

Ipek sadar dan hanya ingin bertemu dengan Omer, Pelin sempat ingin mengambil alih tapi suster bilang tidak bisa karena yang ingin ditemui hanya Omer.Elif nampak gimana gitu, Omer pun akhirnya menemui Ipek, rupanya Ipek hanya ingin bilang makasih pada Omer. Saat Omer menemui Ipek, si Elif memperhatikan dari jauh, lalu tiba-tiba Nedret dengan Asli datang ngomel-ngomel ngapain ikut tugas polisi? itu kan bahaya? Nedret pun pasang muka kesal ketika melihat Omer sendang ngobrol dengan Ipek. Begitu Omer keluar, Nedret lalu bilang bahwa apa yang dilakukan Omer itu tidak pantas! Nedret mengancam akan membatalkan status tunangannya jika macam-macam, bahkan Nedret mengancam tak akan segan-segan menyakiti Omer dan keluarganya. (waow Nedret rupanya sadis).

Omer berduaan dengan Elif, lalu tanya "apakah kau marah padaku?". Elif bilang enggak, tapi justru Omer ngomel-ngomel karena saat kejadian baku tembak Elif keluar dari mobil. Omer memeluk Elif lalu berjanji bahwa tidak akan ada orang ketiga dalam hubungan mereka.

Asli ngomel-ngomel pada Elif, kenapa Elif membiarkan Omer dekat dengan Ipek? Elif pun berusaha menjelaskan bahwa Ipek itu orang baik-baik. Nedret pun seolah ikut memprovokasi bahwa kelakuan Omer itu tidak pantas.

Omer dan Arda ngobrol berdua, Omer curiga semua jebakan itu ulahnya Tayyar. Arda heran kenapa Tayyar marah? Omer pun bilang karena Husyein, Arda tetep heran lalu siapa yang memberi informasi pada Tayyar? Omer bilang "kakak-ku". Omer yakin bahwa mereka ingin menghabisi Arda karena merasa terancam dengan keberadaan Arda yang selama ini tau rahasia Husyein.

Oke deh Cinta Elif Episode 59 (11 Desember 2015) bersambung di postingan berikutnya tetap di blog kabar sensasi ya.

Cerita selanjutnya Arda kembali memergoki orang suruhan Tayyar, selengkapnya simak di Cinta Elif Episode 60 (12 Desember 2015).

Baca Juga:


Simak terus serial drama Turki kesayangan kamu hanya di blog Kabar Sensasi ya, simpen alamat url-nya sekarang!

Salam Sensasi,
http://kabarsensasi.blogspot.com/

0 Response to "Cinta Elif Episode 59 (11 Desember 2015): Arda Dijebak Tayyar, Ipek Tertembak!"

Post a Comment

Terimakasih sudah menyimak kabar sensasi diblog ini, bila hendak berkomentar silakan menggunakan nama anda (nama orang), bukan judul blog anda atau judul postingan anda atau semacamnya, (TIDAK MENERIMA KOMENTAR MODUS NYEPAM).