19 November, 2015

Cinta Elif Episode 38 (18 November 2015): Metin Kabur Dari Tayyar Tapi Justru Ketangkep Sama Omer!


Cinta Elif Episode 38 (18 November 2015): Metin Kabur Dari Tayyar Tapi Justru Ketangkep Sama Omer!|| Cie yang lupa gak nonton Cinta Elif, selamat datang di blog kabar sensasi. Kali ini sudah sampai episode ke 38 dimana cerita sebelumnya Omer gagal menangkap Metin, tapi justru Tayyar lah yang berhasil menangkap Metin. Tayyar marah dan membawa Metin ke ruang operasi untuk diambil organ tubuhnya. Terus-terus?

Terus tunggu bentar, ini loh buat yang ketinggalan cerita ulang sebelumnya silakan baca aja di Cinta Elif Episode 37 (17 November 2015).

Dan Cinta Elif Episode 38 (18 November 2015) ceritanya adalah Tayyar kesal dan mengambil pistol lalu mengarahkannya ke kepala Metin, tapi tiba-tiba anak buahnya datang memberitahu bahwa Merk sedang ngamuk karena ingin ketemu. Tayyar pun langsung pergi menemui Merk, anak buahnya disuruh menjaga Metin dengan ketat.

Tayyar menemui Merk, Tayyar bilang Metin itu pembohong dia hanya pengemis yang melakukan semua demi uang. Tapi Merk tak percaya karena saat kecil ibunya pernah minta maaf pada ibu-ibu yang bicaranya tidak jelas. Tayyar tetap mengelak dan berusaha meyakinkan bahwa Metin pembohong, tapi Merk tak percaya dan nantang tes DNA.

Metin berhasil kabur dari sekapan Tayyar dan berusaha kabur ke Bulgaria dengan menumpang truk pengantar daging.

Omer dan Arda berusaha menghadang Metin di perbatasan.

Merk menelpon Nilufer, Merk bilang "Elif benar, ayahku tidak seperti yang aku kira". Nilufer bingung? Merk pun menjelaskan bahwa dia punya kakak tiri, Nilufer tanya apakah namanya Fatih? Merk pun bilang betul, Merk juga bilang sudah tau soal status hubungan Nilu yang sudah menikah dengan Fatih.

Nilufer bilang pada Elif dan Pelin lupa bilang sesuatu yaitu soal Fatih itu anaknya Tayyar Dundar. Pelin dan Elif kaget, Pelin pun paham itulah mengapa yang namanya Metin itu memberontak pada Tayyar.

Tayyar ngamuk ketika tau Metin berhasil kabur, Tayyar langsung menghubungi Husain yang sedang asyik tidur di rumah istri mudanya.

Mobil truk daging yang ditumpangi Metin dicegat Omer. Sang supir langsung mengintruksikan agar Metin dan satu anak buahnya untuk masuk ke ruang pendingin. Omer menyuruh supir turun dan membukan pintu truknya untuk diperiksa. Omer melihat ke dalam truk itu tapi tiba-tiba Arda memanggilnya, Omer pun mendekati Arda dan disaat itulah Metin pergi melipir keluar dari truk. Omer menyadari ada orang yang lari keluar dari truk dan langsung mengejarnya. Omer pun berhasil memborgol Fatih.

Metin alias Fatih terus ngoceh didalam mobil, Fatih kagum karena Omer berhasil menangkapnya! Omer bilang "perasaan adalah kelemahan". Fatih pun membenarkan hal itu.

Tayyar kaget ketika Husain mengabarkan bahwa Fatih sudah berhasil diborgol Omer dan sedang menuju ke kantor polisi. Tayyar minta bantuan Husain tapi si Husain gak mau dan bilang ingin dipihak Omer. Tayyar pun akan menyuruh Ali jika Husain tak mau.

Metin sampai di kantor polisi, Elif melihatnya dan langsung kebayang saat masa-masa dulu diculik bersama Nilufer. Elif seolah bilang "rasaknoooo lek". Metin pun justru mendekati Elif dan bilang "apa kabar kakak ipar". Elif langsung ngomel-ngomel, Metin langsung dibawa Omer menjahui Elif.

Tayyar dan Husain masih ngobrol berdua mencari jalan keluar. Tayyar memberi tugas mencari Nefin ibunya si Metin. (mau dimanfaatin untuk apa?).

Husain datang ke rumah Fatih, tiba-tiba ibunya telpon. Husain mengaku sebagai anak buahnya Fatih, lalu memaksa minta alamat dimana sekaran Nevin tinggal. (tuh kan lagi-lagi, musuh selangkah lebih maju).

Sammy datang memberi selamat pada Omer yang telah berhasil menangkap Metin. Sammy juga memberi kabar gembira pada Elif bahwa dalam kasus pencucian uang tidak akan jadi tersangka. Omer pun minta Elif untuk bicara pada Nilu agar membuat laporan untuk bisa membuat Metin bicara. Elif pun bilang bahwa Metin adalah anaknya Tayyar. Omer langsung mlongo!

Omer mulai mengintrograsi Metin, keduanya awalnya ngobrol santai lalu Omer bilang sudah tau semua tentang Metin. Omer tahu bahwa sebenarnya Metin adalah korban dibalik semua kejahatan Tayyar. Metin bengong dan matanya memarah setelah mendengar semua omongan Omer lalu tanya "apakah Nilufer yang memberitahukan semua?". Metin mulai gelisah dengan  kondisi ibunya, Metin pinjam hp Omer untuk mencari tahu kabar ibunya. Setelah itu Metin meminta sesuatu pada Omer dan jika Omer memenuhinya maka Metin akan memberikan semua informasi tentang Tayyar.

Omer menemui Elif! Omer curhat bahwa Metin punya keinginan terakhir yaitu ingin bertemu dengan Nilufer, setelah ketemu dengan Nilufer maka Metin akan buka mulut. Elif kesal dan tidak mengijinkannya. Omer berusaha meyakinkan Elif.

Tayyar mengamuk ketika tau Merk sudah pergi dari rumah. Saat sedang ngomel-ngomel pada Pinar tiba-tiba hp Tayyar bunyi dan langsung melongo ketika mengangkat telponnya. (hemmmm, ada info apalagi ini).

Oke deh, Cinta Elif Episode 38 (18 November 2015) bersambung dipostingan berikutnya tetap di blog kabar sensasi.

Cerita selanjutnya Metin memohon pada Omer agar menyelamatkan ibunya yang dalam bahaya karena Tayyar sudah berhasil menemukannya, selengkapnya baca di Cinta Elif Episode 39 (19 November 2015).

Baca Juga:


Simak terus serial drama Turki kesayangan kamu hanya di blog Kabar Sensasi ya, simpen alamat url-nya sekarang!

Salam Sensasi,
http://kabarsensasi.blogspot.com/

18 November, 2015

Shehrazat Episode 107 (18 November 2015): Karim Kehilangan Sesuatu Saat Bermalam Dengan Eda!


Shehrazat Episode 107 (18 November 2015): Karim Kehilangan Sesuatu Saat Bermalam Dengan Eda! || Halo jumpa lagi dengan blog kabar sensasi, postingan ini khusus buat yang suka serial Shehrazat tapi ketinggalan gak nonton episode 107. Masih ingat cerita sebelumnya dimana Karim kencan sama Eda bahkan bermalam dan tidur bareng? Terus-teru gimana?

Terus tunggu bentar dong, ini loh buat yang ketinggalan cerita ulang sebelumnya bisa di baca di Shehrazat Episode 106 (17 November 2015).

Dan Shehrazat Episode 107 (18 November 2015) ceritanya adalah Eda berusaha mendekati Karim di kantor tapi nampaknya dicuekin. Eda pun balik ke ruangan dengan kesal sambil mengenggam sebuah kancing. Karim datang menghampiri Eda lalu bilang "aku kehilangan salah satu kemejaku, temukan sebelum Melek melihatnya". Eda pun berjanji akan mencarinya dan menyuruh Karim melupakan peristiwa semalam! (Eda pasti akan memanfaatkan kancingnya untuk berbuat sesuatu).

Onur-Shehrazat dan Karim-Bennu libruan menginap bersama disebuah rumah. Onur berusaha menghibur Karim. Shehrazat berusaha menghibur Bennu. Onur dan Shehrazat berusaha membantu masalah yang dialami Karim dan Bennu. Karim bingung saat pagi-pagi Bennu tak disampingnya, Onur dan Shehrazat juga tidak melihat kempergian Bennu. Karim panik dan berusaha mencari Bennu, Onur pun menami Karim sementara Shehrazat dipenginapan sedirian. Tanpa sengaja Shehrazat melihat tas Bennu lalu membukannya, didalamnya ternyata masih terdapat barang masa-masa sat Bennu masih hamil.

Melek dan Merk nampak mesra di kafe, Burak datang lalu tanya "apa ada sesuatu diantara kalian?". Merk bilang "gak ada, kita hanya teman". Melek nampak kesal, setelah Burak pergi Melek langsung tanya "apa tidak ada apa-apa diantara kita?". Merk jawab "memang iya, makanya buktikan saja kalo kamu tidak mempermainkanku".

Karim dan Onur mencari Bennu kedalam hutan, lalu terdengar suara tembakan. Onur dan Karim langsung berlari menuju suara tembakan tapi ternyata itu pemburu tapi sang pemburu bilang tak melihat siapa-siapa dalam hutan.

Bennu sembunnyi dibawah pohon, mendengar teriakan Onur dan Karim tapi dianya diam aja. Onur dan Karim kembali ke penginapan, mereka panik karena tak menemukan Bennu. Tapi beberapa waktu kemudian Bennu kembali, si Karim justru marah-marah karena saat semua panik tapi Bennu justru namal santai seolah tak merasa bersalah.

Eda kaget saat jalan-jalan melihat ibu dan adiknya sedang belanja di mall. Eda langsung menelpon, ibunya pura-pura di rumah sakit tapi sambil jalan Eda menghampirinya. Ibunya bilang sudah tidak punya uang lagi padahal adiknya masih harus dioperasi lagi. Ibunya kaget ketika melihat Eda tiba-tiba dibelakangnya. Eda langsung mencegik ibunya sambil marah-marah, setelah puas marah-marah Eda langsung pergi.

Onur marah pada Firdev dan memecatnya karena dirasa telah melewati batas dan kurang menghormati Shehrazat. Firdev pun pergi lalu Shehrazat marah karena merasa tindakan Onur kelewatan. Onur balik marah karena hal itu memang pantas untuk dilakukan.

Shehrazat ketemuan dengan Eda, seperti biasa Eda sok perhatian. Saat sedang asyik ngobrol Nadide telpon untuk mengundang Shehrazat beserta anak-anaknya untuk main. Tiba-tiba Nadide dengar suara Eda, Shehrazat pun mengaku sedang bersama Eda. Nadide nampak kesal!

Oke deh Shehrazat Episode 107 (18 November 2015) stop disini aja! ketemu lagi sama admin dipostingan berikutnya tetap di blog kabar sensasi.

Cerita selanjutnya Shehrazat tau masa lalu Eda dari Nadide, selengkapnya baca di Shehrazat Episode 108 (19 November 2015).

Baca juga nih:

Atau baca juga postingan lainnya terkait serial drama Turki:
Simak terus kabar seputar dunia hiburan yang sedang hit di Indonesia ya hanya di http://kabarsensasi.blogspot.com ya karena ternyata postingan-postingan admin ini banyak dikopi paste, semoga yang kopi paste lekas diberikan kesembuhan untuk berkarya sendiri tanpa kopas gitu deh.

Salam Sensasi,
http://kabarsensasi.blogspot.com/

Cansu & Hazal Episode 73 (18 November 2015): Keriman Megacaukan Kebohongan Oskan!


Cansu & Hazal Episode 73 (18 November 2015): Keriman Megacaukan Kebohongan Oskan! || Yes ketemu lagi sama blog kabar sensasi spesial buat pecinta drama Turki Cansu dan Hazal. Ada yang lupa gak nonton episode 73? gak papa langsung baca sini aja, eh tapi masih pada ingat cerita sebelumnya kan? itu loh yang Hazal bilang mau keluar sekolah karena gak tahan gunjingan teman-temannya, terus Hazal kasmaran dengan cowok yang baru dikenalnya via chatingan bernama Teo. Terus-terus?

Terus buat yang ketinggalan cerita ulang sebelumnya silakan baca aja di Cansu & Hazal Episode 72 (17 November 2015).


Dan Cansu & Hazal Episode 73 (18 November 2015) ceritanya adalah Osman menemui Keriman, diam-diam menghapus video dari hp Keriman tapi sebelum dihapus dia memindah video itu ke hpnya. (mungkin Osman akan memanfaatkan video itu?). Tetangga Keriman datang lalu bilang bahwa kemarin Oskan datang mencari ponsel, Keriman kaget langsung mengecek hp-nya dan sangat syok karena video tentang Oskan gak ada. Keriman mengira yang menghapusnya adalah Oskan.

Candan kesal saat datang ke rumah kontrakan Oskan karena sangat berantakan. Candan minta agar Oskan segera merapikannya karena akan ada kunjungan dari pihak pengadilan.

Jihan-Dilara-Ozan ngobrol bareng untuk persiapan kunjungan dinas sosial. Ozan marah-marah karena terus-terusan harus pura-pura menjadi keluarga bahgia. Dilara kesal dengan sikap Ozan. Tiba-tiba Cansu datang lalu curhat soal Hazal yang beberapa hari bolos sekolah. Jihan dan Dilara kaget mendengarnya tapi Ozan justru kesal "kenapa kau peduli pada Hazal, orang yang telah membakar kandang kudamu?". Cansu kaget lalu marah, Jihan pun mengejarnya lalu berusaha menenangkan dan menjelaskan ini itu agar Cansu mengerti posisi Hazal.

Hazal kembali kencan dengan Teo. Hazal diajari naik motor gede oleh Teo tapi baru belajar udah disuruh ngebut-ngebut.

Jihan datang ke rumah Gulseren, Jihan marah karena tak diberitahu soal Hazal yang belakangan bolos sekolah. 

Alter dengan bangga menelpon Dilara lalu bilang dokter sedang dalam proses tes DNA. Dengan tertawa-tawa Alter bilang akan lebih sering ketemu nanti tapi di pengadilan! Dilara kaget lalu langsung mengecek sikat giginya dan ternyata memang tak ada, ketika tanya Emine bilang memang iya kemarin Alter sempat datang.

Candan sudah berhasil mendapatkan kesepakatan soal uang kompensasi, Candan bilang pada Oskan jumlah yang didapat jauh lebih sedikit dari tuntuan. Oskan pun mau tak mau harus menerimannya karena dari pada tidak sama sekali.

Candan, Oskan dan Tukba bersiap menyambut kedatangan dinas sosial. Candan sudah mempersiapkan semua jawaban pertanyaannya agar orang-orang dinas sosial percaya kalo Oskan adalah ayah yang baik yang benar-benar akan segera menikah dengan tungannya bernama Tukba. 

Dinas sosial sudah datang ke rumah Dilara, tentu saja Jihan-Dilara-Ozan-Cansu nampak kompak didepan para petugas dinas sosial. Cansu sempat bilang bahwa ayahnya yang sebenarnya tetaplah Jihan bukan yang lain. 

Osman datang lalu bilang bahwa Oskan sudah dapat uang kompensasi tapi jumlahnya sedikit, Keriman pun mengira Oskan telah ditipu oleh Candan. Keriman langsung minta alamat Oskan.

Dinas sosial gantian datang ke rumah Oskan. Dinas sosial tanya ini itu, Oskan nampak necis seperti orang kaya. Oskan dan Tukba pura-pura mesra. Dinas sosial tanya kapan nikah? dijawabnya segera, Tukba mengaku kalo menikah tak ingin punya anak dan ingin mengurus Cansu. Tiba-tiba ada yang datang, siapa dia? Keriman!!! Oskan kaget langsung membukam Keriman dalam kamar, Oskan ketakutan semua kebohongannya terbongkar. Oskan berjanji akan memberikan uang setelah pegasi dinas sosial pergi.

Oke deh,  Cansu & Hazal Episode 73 (18 November 2015) sampai disini aja ya, ketemu lagi sama admin dipostingan berikutnya tetap di blog kabar sesasi.

Cerita selenjutnya Hazal kencan berduaan dengan Teo dengan mesranya, apa yang akan terjadi dengan anak gadis itu? selengkapnya baca di Cansu & Hazal Episode 74 (19 November 2015).

Penasaran siapa si ganteng pemeran Ozan? baca aja:


Atau baca juga postingan lainnya terkait serial drama Turki:


Simak terus kabar seputar dunia hiburan yang sedang hit di Indonesia ya hanya di http://kabarsensasi.blogspot.com ya karena ternyata postingan-postingan admin ini banyak dikopi paste, semoga yang kopi paste lekas diberikan kesembuhan untuk berkarya sendiri tanpa kopas gitu deh.


Salam Sensasi,
http://kabarsensasi.blogspot.com/

Cinta Elif Episode 37 (17 November 2015): Metin Lolos Dari Polisi Tapi Berhasil Ditangkap Tayyar!


Cinta Elif Episode 37 (17 November 2015): Metin Lolos Dari Polisi Tapi Berhasil Ditangkap Tayyar! || Yuk mari gabung lagi sama blog kabar sensasi, kali ini buat yang suka sama serial Cinta Elif. Sudah masuk episode ke tiga puluh tujuh! Gimana ketiduran lagi gak nonton? gak papa kok, baca aja cerita ulangnya disini! eh tapi masih ingat kan cerita sebelumnya dimana Omer merencanakan menjebak Metin tapi rencananya itu diketahui Husain selaku anak buahnya Tayyar, terus berhasilkan operasi itu?

Tunggu dulu nih, buat yang ketinggalan cerita ulang sebelumnya silakan baca di Cinta Elif Episode 36 (16 November 2015).

Dan Cinta Elif Episode 37 (17 November 2015) ceritanya adalah polisi gagal menangkap Metin, si Metin justru ketangkap oleh anak buahnya Tayyar. Metin langsung dibawa ke penjara rahasia milik Tayyar dan dikurung dengan ketatnya.

Husain menemui Tayyar, Husain menerima uang sebagai bayaran atas jasa-jasa.

Omer menemui Sammy, Omer laporan bahwa operasi penangkapan Metin gagal total! Sammy makin yakin bahwa ada orang dalam yang berhianat tapi lagi-lagi Omer melakukan pembelaan bahwa itu tidak mungkin!

Husain menemui Arda dan Pelin, Husain pura-pura marah karena Metin berhasil kabur. (sumpah deh, Husain benar-benar penghianat yang tangguh).

Tayyar menemui Metin dipenjara rahasianya. Tayyar marah-marah lalu mengancam akan membunuh dan mengambil organ tubuh Metin. Tapi sebelum melakukan itu Tayyar tanya "dimana berlian itu?". Metin pun justru bilang "lupakan soal itu, anggap aja  berlian itu warisan buatku".  Tayyar kesal lalu berusaha mencegik Metin. Tapi Metin santai saja justru bilang "apa kamu mau membunuh anak kandungmu?". Tayyar langsung melotot!!! Metin bilang punya bukti tes DNA! Tayyar makin emosi! Metin bilang "harusnya ayah menghormatiku karena tidak ada yang bisa menggantikan posisiku, adikku itu hanya anak mama!!!". Tayyar makin marah dan memaki-maki Metin. Tayyar dan Metin adu mulutnya makin menjadi-jadi. (anggap aja bapak dan anak sedang ngobrol urusan orang dewasa gitu, *eaaaa)

Tayyar sangat kesal lalu pergi dan berpesan agar membawa Metin ke ruang operasi 2 jam lagi.

Polisi berjaga di rumah Elif. Asli berusaha menghibur Nilufer dengan ngajak bermain bersama. Omer pun segera pamit karena tidak ingin menganggu tapi Asli menahannya dan mengajak Omer-Arda-Pelin untuk ikut main. Polisi vs Keluarga Denizer! Permainannya  dimulai, Arda yang pertama memperagakan nama hewan dengan gerakan, Omer dan Pelin tak bisa menjawabnya. Waktu habis dan Keluarga Denizer yang menang. Permainan terus berlanjut dengan seru. Tapi ada satu tebak-tebakan yang bikin Nilufer mendadak sedih! Nilufer sedih karena ingat judul film yang ada dalam permainan itu adalah film yang dulu ditonton bersama Metin.

Merk dijemput anak buahnya Tayyar (tapi orang itu sebenarnya anak buah setianya Metin), Merk penasaran "tempat apa ini, kenapa orang ini dikurun disini?". Metin pun bilang "aku ini anak nakal, aku sedang dihukum ayahku". Merk bingung dan nampak tak peduli, tapi Metin langsung memulai pembicaraan ini itu terkait masa-masa kecilnya bersama Merk. Lalu Metin bilang "aku adalah kakakmu Merk, aku adalah pangeren kegelapan ayah kita". Merk tak percaya dan menyarankan agar Metin pergi ke dokter untuk periksa otak. Metin pun mencoba mengingatkan dulu waktu kecil pernah lihat ibu-ibu tak bisa bicara, Metin bilang "dia adalah ibuku, Tayyar telah memperkosanya dan memotong lidahnya! Merk pun ingat itu tapi tetap menganggap bahwa semua perkataan Metin itu konyol. Merk tak ingin lama-lama mendengarkan ocehan Metin tapi saat hendak pergi Meting mengingatkan agar Merk menjauhi istrinya, dia adalah Nilufer! Merk pun makin terkejut lalu pergi meninggalkan Metin.

Nilufer sedih di ruang tv, Omer minta ijin untuk bicara dengan Nilufer. Omer langsung masuk dan mencoba ngajak ngobrol Nilufer. Akhirnya Nilufer curhat semua kisahnya dengan Metin! Nilufer menceritakan semua dari awal jatuh cinta dengan dengan Metin, Nilufer juga menceritakan soal kecemburuan Metin dan sempat menganiaya Nilufer saat itu. Nilufer pun memeluk Omer dan mengucapkan terimakasih untuk segalanya.

Elif duduk nglesot diluar, Asli menghambiri lalu bilang "Omer sepert ayah ya". Elif kaget lalu memandang Asli, dengan otomatis Asli mengelak "tapi secara wajah jelas ganteng ayah". Elif pun tersenyum mendengar celotehan Asli. Elif bersandar dipundak Asli, lalu Asli berpesan pada Elif bahwa "jangan sampai kehilangan dia".

Omer mendapatkan petunjuk baru setelah ngobrol dengan Nilufer. Omer curiga ada bangunan tersembunyi disekitar rumah Tayyar karena saat Nilufer tinggal di rumah Tayyar Metin leluasa mengawasinya.

Metin mulai panik karena anak buah Tayyar akan segera membawanya ke ruang operasi!

Omer menemukan tempat tinggal yang dipakai Metin untuk mengawasi Nilufer saat tingga di rumah Tayyar.

Metin akhirnya dibawa ke ruang operasi dan bertemu dengan Tayyar. Metin diikat tangannya lalu dibaringkan ditempat tidur. Metin terus berusaha bicara soal kekejaman Tayyar. Tapi Tayyar tak peduli dan akankah Tayyar tetap mengambil organ tubuh Metin?

Oke deh, Cinta Elif Episode 37 (17 November 2015) stop sampai disini aja! Ketemu lagi sama admin dipostingan berikutnya tetap di blog kabar sensasi!

Cerita selenjutnya Omer gagal maning gagal maning dan pejahat lolos, selengkapnya baca di Cinta Elif Episode 38 (18 November 2015).

Baca Juga:


Simak terus serial drama Turki kesayangan kamu hanya di blog Kabar Sensasi ya, simpen alamat url-nya sekarang!

Salam Sensasi,
http://kabarsensasi.blogspot.com/

17 November, 2015

Shehrazat Episode 106 (17 November 2015): Wah, Karim & Eda Dekat Bahkan Bermalam Berdua!


Shehrazat Episode 106 (17 November 2015): Wah, Karim & Eda Dekat Bahkan Bermalam Berdua! || Hayuk masih bersama blog kabar sensasi, kali ini khusus buat penggemar serial Shehrazat. Kali ini spesial buat yang ketinggalan episode yang ke 105 dimana cerita sebelumnya Eda terkejut ketiga tau bahwa Burhan telah menjadi rekan bisnis baru Binyapi. Sementara itu hubungan antara Shehrazat dan Bennu masih buruk. Karim dan Eda janjian makan bareng. Terus-terus?

Terus tunggu dulu nih, buat yang ketinggalan cerita ulang sebelumnya silakan baca di Shehrazat Episode 105 (16 November 2015).

Dan Shehrazat Episode 106 (17 November 2015) ceritanya adalah Karim dan Eda makan berdua, Eda sok perhatian dengan menanya-nanyakan soal Bennu. Eda pun memberikan saran pada Karim agar lebih pengertian pada Bennu yang masih merasa kehilangan. Karim pun mulai kagum dengan Eda yang terkesan selalu berfikir positif dalam menjalani hidup.

Ada pesta di perusahaan Binyapi. Burhan dan Nadide datang, Eda dengan sok akrab menyapa Nadide. Seolah tak punya masalah dengan keluarga Nadide. Tapi si Nadide nampak kesal dengan Eda.

Bennu tak ikut acara ke Binyapi dan justru mabuk-mabuk di rumah.

Shehrazat menghampiri Eda lalu tanya-tanya soal Ahmed. Eda pun mengaku dulu pernah sekelas dengan Ahmed dan sempat bersama.

Karim ngobrol bisik-bisik sehingga nampak dekat dengan Shehrazat, tak disangka Bennu tiba-tiba datang dalam keadaan mabuk. Bennu melihat solah-olah Karim mesra dengan Shehrazat. Bennu pun bikin kisruh acara pesta Binyapi. Semua kamera wartawan tertuju pada Bennu. Karim langsung memaksa Bennu untuk pulang. Sementara Shehrazat sangat sedih melihat kelakuan Bennu.

Nadide ngobrolin soal Eda pada Burhan. Nadide punya firasat buruk tapi Burhan bilang tak perlu dipikirkan.

Karim ke rumah Eda, minum-minum. Karim bilang sekarang mulai ragu mencintai Bennu. Lalu? Karim dan Eda mesra-mesraan, tidur bareng deh. (Eda dulu memang pernah bilang terlalu sulit untuk menggoda Onur, tapi ada peluang untuk menggoda Karim, kini terbukti deh)

Bennu bertanya-tanya pada Melek "kira-kira dimana Karim tidur?", Melek menduga di tempat ibu Seval. Karim kembali pulang, Bennu tanya "semalam kemana? kenapa justru menyuruh Melek untuk datang? semalaman aku menunggumu, aku membutuhkanmu tapi kamu justru pergi".

Burak sedih karena Sezen mengirimkan pengacaranya untuk menuntuk cerai. Onur pun berusaha menenangkan Burak.

Shehrazat datang menemui Bennu, Shehrazat merasa telah berbuat tak adil dan tak pengertian dengan keadaan Bennu sekarang. Keduanya pun saling curhat, Bennu menceritakan semua penderitaan rumah tangga ibunya yang bikin parno. Saat sedang asyik curhat tiba-tiba Karim datang dan mengajak Bennu ke dokter.

Shehrazat datang ke kantor Binyapi menemui Onur. Shehrazat kaget saat masuk Onur nampak dekat dan akrab dengan seorang wanita. Tapi wanita itu buru-buru pergi saat Shehrazat datang,  sebelum pergi wanita itu mengingatkan Onur agar menepati janji untuk makan bareng. Shehrazat nampak kesal, Onur pun menggoda Shehrazat, Onur bilang "kamu cemburu?". Shehrazat pun mengelak tapi kemudian mengakui kalo cemburu!!!

Baiklah  Shehrazat Episode 106 (17 November 2015) sampai disini aja ya, ketemu lagi sama admin dipostingan berikutnya tetap di blog kabar sesasi.

Cerita selanjutnya Kerim kehilangan salah satu kancingnya saat tidur bersama Eda, terus apa yang akan terjadi? selengkapnya baca di Shehrazat Episode 107 (18 November 2015).

Baca juga nih:

Atau baca juga postingan lainnya terkait serial drama Turki:
Simak terus kabar seputar dunia hiburan yang sedang hit di Indonesia ya hanya di http://kabarsensasi.blogspot.com ya karena ternyata postingan-postingan admin ini banyak dikopi paste, semoga yang kopi paste lekas diberikan kesembuhan untuk berkarya sendiri tanpa kopas gitu deh.

Salam Sensasi,
http://kabarsensasi.blogspot.com/

Cansu & Hazal Episode 72 (17 November 2015): Dilara Bikin Berita Seolah-olah Kebali Bahagia Dengan Cihan!


Cansu & Hazal Episode 72 (17 November 2015): Dilara Bikin Berita Seolah-olah Kebali Bahagia Dengan Cihan! || Halo ketemu lagi dengan blog kabar sensasi, postingan ini khusus buat kamu yang ketinggalan Cansu dan Hazal episode tujuh dua. Masih ingat cerita sebelumnya kan? dimana akhirnya Hazal kembali tinggal bersama Gulseren, Cansu dan Jihan kembali serumah dengan Dilara. Semua dilakukan demi melawan Candan dipersidangan berikutnya. Terus-terus?

Terus tunggu dulu deh, buat yang ketinggalan cerita ulang sebelumnya silakan baca di Cansu & Hazal Episode 71 (16 November 2015).

Dan Cansu & Hazal Episode 72 (17 November 2015) ceritanya adalah Yaldirin laporan pada Jihan dan Dilara soal persiapan dipersidangan berikutnya. Yaldirin sudah mempersiapkan semua jawaban tuduhan Candan.

Hazal kesal karena di sekolah jadi bahan taruhan karena telah kembali ke rumah sederhanannya. Cansu menghampiri Hazal untuk ngajak ngobrol tapi yang ada si Hazal judes dan bicara kasar pada Cansu.

Alter dan Solmaz marah-marah karena hasil tes DNA tak kunjung keluar.

Hazal bolos sekolah dan janjian dengan teman barunya yang dikenal via chating.

Oskan mencoba menerobos rumah Keriman untuk menghapus video di hp. Oskan kebingungan mencari-cari dimana hp-nya Keriman ditaruh? Tiba-tiba mak bedunduk seorang wanita paruh baya keluar dari kamar mandi, dia adalah tetangga Keriman sementara si Keriman sedang tidak ada di rumah. Oskan tanya dimana Keriman, dimana hp-nya disimpan? Tetangganya justru dengan mesumnya menatap Oskan, alhasil Oskan geli dan pilih keluar rumah. Jadi sementara gagal menghapus video milik Keriman. Oskan laporan pada Candan bahwa belum bisa menghapus videonya.

Candan memanggil Osman, Candan meminta Osman menghapus video di hp Keriman. Candan tau si Osman itu dekat dengan Keriman. Selain itu Candan minta agar Osman terus mengawasi segala sesuatu yang terjadi di rumah Dilara.

Jihan kaget ketika di rumahnya ramai ada pesta. Jihan mendekat, lalu Dilara menghampiri dengan mesranya. Jihan pun terpaksa menanggapi kemesraan Dilara. Jihan terpaksa ramah didepat teman-teman Dilara. Didepan semua tamu dan wartawan Dilara berusaha menunjukan bahwa hubungnanya dengan Jihan kembali baik-baik saja.

Ozan dan Cansu melihat kelakuan Dilara pada Jihan. Ozan bilang "ibu memang benar-benar kejam, ayah pasti sangat sedih dibawah sana". Cansu pun merasa bersalah karena mengira Dilara bohong didepan semua orang demi menyelamatkan Cansu dari Oskan.

Hazal kencan dengan teman barunya bernama Teo. Teo itu nampak seperti anak jalanan yang punky, dia naiknnya motor gede. Hazal ke diskotik, lalu pulang dianter dengan kebut-kebutan naik motor si Teo. Turun dari motor Teo mencium Hazal. Dan sepertinya Hazal sangat kasmaran dengan si Teo.

Gulseren kawatir karena Hazal kencan dengan orang asing.

Rahmi sedih di hotel, Rahmi mencoba telpon Cansu tapi tak diangkat. Lalu Rahmi telpon Ozan tapi juga tak diangkat.

Dilara kembali menyatakan cinta pada Jihan tapi lagi-lagi Jihan menolak dan menegaskan bahwa kebalinya ke rumah adalah demi anak-anak! Dilara sedih lalu kembali ke kamarnya.

Gulseren sudah menyiapkan sarapan tapi Hazal gak mau bangun, karena ngantuk semaleman chatingan sama Teo. Hazal terus bilang gak mau sekolah karena gak tahan jadi gunjingan teman-temannya. Gulseren pun menyentuh kepalanya seolah mau bilang "pusing pala berbie".

Oskan datang ke toko kue Gulseren. Deria mengusirnya tapi Oskan gak menggubrisnya. Gulseren datang lalu mengusir Oskan tapi si Oskan justru membacakan isi surat kabar yang memberitakan soal Jihan yang kembali mesra dengan Dilara. Oskan nampaknya sengaja memanas-manasi Gulseren. Alhasil Gulseren pun nampak kesal.

Cansu mendatangi Rahmi ke hotel, Cansu mendesak apa yang telah diperbuatnya ke Gulseren? Rahmi pun menjelaskan semua dengan jujur soal memanfaatkan Hazal untuk memfitnah Gulseren. Rahmi berjanji akan minta maaf pada Gulseren jika diberi kesempatan.

Dilara senang dengan berita yang ada, Dilara bangga orang memuji-muji karena berhasil mempertahankan rumah tangganya.

Oke deh Cansu & Hazal Episode 72 (17 November 2015) sampai disini aja, ketemu lagi dengan admin di postingan berikutnya tetap di blog kabar sensasi.

Cerita selanjutnya Candan menyiapkan strategi jitu selanjutnya untuk mengalahkan kubu Jihan, selengkapnya baca di Cansu & Hazal Episode 73 (18 November 2015).

Penasaran siapa si ganteng pemeran Ozan? baca aja:


Atau baca juga postingan lainnya terkait serial drama Turki:


Simak terus kabar seputar dunia hiburan yang sedang hit di Indonesia ya hanya di http://kabarsensasi.blogspot.com ya karena ternyata postingan-postingan admin ini banyak dikopi paste, semoga yang kopi paste lekas diberikan kesembuhan untuk berkarya sendiri tanpa kopas gitu deh.


Salam Sensasi,
http://kabarsensasi.blogspot.com/

Cinta Elif Episode 36 (16 November 2015): Antara Penghianat Dan Rencana Penjebakan Metin!


Cinta Elif Episode 36 (16 November 2015): Antara Penghianat Dan Rencana Penjebakan Metin! || Cie yang kangen sama kakak Elif dan kakak Omer karena dua hari gak lihat, gimana masih pada ingat cerita ulang sebelumnya soal kejahatan Tayyar yang hampir kebongkar kan? hampir loh ya, lebih tepatnya gagal karena dokter Giray belum sempat memberikan kesaksian eh mendadak tewas karena diduga serangan jantung. Terus-terus gimana, apa iya kena serangan jantung?

Terus tunggu tunggu bentar nih, buat yang ketinggalan atau lupa cerita ulang sebelumnya bisa di baca di Cinta Elif Episode 35 (13 November 2015).

Cinta Elif Episode 36 (16 November 2015) ceritanya adalah Elif mengajak Omer ketemuan, Elif menceritakan bahwa nama belakang Metin atau Fatih adalah Dundar! Elif pun mulai kawatir karena Metin mengancam akan menculik Nilufer. Omer pun punya ide tapi gak yakin kalo Nilufer mau menerima ide itu. Elif dan Omer mendekati Nilufer lalu mencoba membujuk adiknya itu untuk mau bekerja sama menangkap Metin karena kalo tidak bisa bahaya. Omer pun minta Nilufer untuk menghubungi Metin lalu mengaku sudah memaafkannya.

Nilufer menelpon Metin tapi gak diangkat-angkat. Nilufer gugup dan mematikan hpnya, lalu Metin telpon balik. Nilufer pun akhirnya mengangkatnya, Metin pun senang ketika Nilufer bilang ingin ikut pergi. Metin ngajak ketemuan Nilufer esuk paginya. (Apakah rencana ini berhasil?).

Tayyar menemui Husain didepan kantor untuk memastikan apakah ada yang mencurigai soal pembunuhan dokter Giray? Husain pun bilang lancar dan tidak ada yang mencurigainya. Tayyar pun memberikan pujian karena Husain kerena lama-lama telah menjadi pembunuh darah dingin. Tayyar pun minta agar Husain terus membututin Omer karena pasti si Omer bisa menemukan Metin. (duh parah, lagi-lagi kubu musuh selalu selangkah didepan).

Pelin melaporkan bahwa dokter Giray itu sehat tidak punya riwayat sakit jantung. Tiba-tiba Sammy datang membawa surat hasil otopsi. Hasilnya menunjukan bahwa ada racun di minuman yang diberikan ke Giray. Sammy cinderung mencurigai Pelin karena saat itu yang memberikan minuman adalah Pelin. Husain pun sok membela bahwa anggotanya bersih tak mungkin ada yang berhianat. Omer pun mencoba menenangkan suasana dengan memberikan kabar gembira soal sebentar lagi Metin akan tertangkap, Omer menjelaskan semua soal rencana penangkapan Metin. Husain langsung melongo mendengarkan kabar dari Omer. (duh payah banget, lagi-lagi musuh selangkah lebih maju, Husain-Husain bikin kesel!!!!).

Sammy sudah menyiapkan operasi untuk menangkap Metin, Omer tak terima dan minta Husain-Pelin-Arda dilibatkan. Sammy kembali mengingatkan bahwa divisinya Husain itu ada penghianat!!! Omer tetap maksa, Sammy pun akhirnya menyetujui permintaan Omer. Dengan pedenya Omer menjamin bahwa orang-orang yang dikenalnya itu tak mungkin berhianat, Omer yakin bahwa orang yanng menyayanginya tak akan mungkin berhianat. Meski demikian Sammy tetap berjanji akan menemukan penghianat di devisinya Husain. (Omer ini dikenalnya sebagai polisi yang cerdas, tapi tetep aja ada sisi gak cerdasnya)

Husain menemui Tayyar untuk memberikan laporan bahwa Omer sudah menemukan informasi tentang Metin dan akan menangkapnya besuk pagi-pagi.

Elif datang ke rumah Omer, Elif menginformasikan bahwa Metin akan ketemuan dengan Nilufer jam 7 pagi. Elif kawatir karena takut terjadi apa-apa pada Nilufer. Lagi-lagi Omer berjanji akan menangkap Metin. Elif minta agar diajak ke operasi penangkapan Metin, tapi Omer tak mengijinkannya. Elif pun menerima alasan Omer melarangnya. Elif bersandar dipundak Omer lalu bilang "aku selalu nyaman disampingmu, seolah sudah bertahun-tahun mengenalmu".  Omer memberikan hadiah pada Elif  dan berharap hubungannya dengan Elif akan langgeng selamanya. (meski senang melihat Omer dan Elif mesra tapi tetap aja kesal dengan Omer karena ya itu tadi, dia bisa dengan mudah menguak petunjuk kejahatan yang dia tangani tapi mudah juga menggagalkannya, Omer tidak kunjung sadar kalo kakak kandungnya yang bernama Husain itu adalah penghianat!!!! admin rasanya pengin nyamperin kak Omer lalu jambak-jambak brewok hitamnya itu biar dia lekas sadar || ***admin mulai lebay....).

Omer bilang pada Husain bahwa besuk dilibatkan dalam penangkapan Metin, Omer bilang operasinya dilakukan jam 7 pagi. Husain seolah plong alias lega mendengarnya!!!! (lama-lama Omer sumpah nyebelin juga!!!!!).

Husain langsung menelpon Tayyar dan melaporkan bahwa Metin akan disergap di pelabuhan bebek jam 7. Husain menyuruh anak buahnya Tayyar bersiaga menangkap Metin sebelum ditangkap Omer. 

Polisi-polisi sudah bersiaga di sekitar pelabuan bebek, Omer dan Pelin mengintai dari Mobil, sementara yang lain ada yang pura-pura jualan balon, makanan dan lain-lainnya. Husain duduk santai dilokasi sambil baca koran.

Nilufer tiba di tempat janjiannya dengan Metin, Hp Nilufer berbunyi! Metin bilang kena macet jadi agak terlambat. Metin menuju lokasi dengan mobil yang seolah-olah jadi pengantar bunga. 

Elif nunggu kabar dengan harap-harap cemas, Asli tiba-tiba datang lalu tanya dimana Bahar? Elif bilang lagi dikantor! Asli tanpa basa-basi bilang pada Elif "aku gak suka dengan Bahar, dia sepertinya tukang fitnah". Elif tak percaya dengan Asli.

Metin akhirnya sampai ditempat janjian, begitu turun anak buahnya bilang "hati-hati tuan Nilufer menjebakmu, ada polisi dimana-mana!!". Metin langsung melipir dibalik pohon dan telpon Nilufer lalu tanya "dimana kopermu?", Nilufer bilang gak bawa! Metin makin yakin bahwa dirinya sedang dijebak. 

Terus gimana, gagal dong nangkep Metinnya? penasaran?

Ehmmm, tapi sepertinya  Cinta Elif Episode 36 (16 November 2015) sampai disini doang ya, ketemu lagi sama admin dipostingan berikutnya, tetap di blog kabar sensasi ya!

Cerita Selanjutnya Metin ngobrol dengan Merk dan mengakui bahwa dia adalah kakaknya, selengkapnya baca di Cinta Elif Episode 37 (17 November 2015).

Baca Juga:


Simak terus serial drama Turki kesayangan kamu hanya di blog Kabar Sensasi ya, simpen alamat url-nya sekarang!

Salam Sensasi,
http://kabarsensasi.blogspot.com/