21 November, 2015

Cansu & Hazal Episode 76 (21 November 2015): Oskan Ngamuk! Ada Apa Lagi?


Cansu & Hazal Episode 76 (21 November 2015): Oskan Ngamuk! Ada Apa Lagi? || Ahaaaaa jumpa lagi dengan blog kabar sensasi, spesial buat pencinta drama Cansu dan Hazal yang gak sempat nonton episode yang ke 76. Masih ingat cerita sebelumnya kan? Soal kematian Theoman dirahasiakan, jasatnya pun dibuang entah kemana. Gulseren merasa bersalah karena tidak bisa mengawasi Hazal hingga salah gaul, demi kebahagiaan Hazal si Gulderen pun menyuruh Jihan untuk kembali tinggal di rumah Dilara. Terus-terus?

Terus tunggu dulu, buat yang ketinggalan cerita ulang sebelumnya bisa dibaca di Cansu & Hazal Episode 75 (20 November 2015).

Dan Cansu & Hazal Episode 76 (21 November 2015) ceritanya adalah Oskan datang ke rumah Osman untuk mencari Keriman. Oskan ngamuk-ngamuk karena tidak mendapati Keriman, Oskan melampiaskan kemarahannya pada Osman. Begitu Oskan pergi, Keriman teriak-teriak minta tolong nemplok di jendela. Osman ngaku telah menghajar Oskan dan mengusirnya, padahal sih enggak! Osman ketakutan dan justru Oskan yang menghajarnya.

Solmaz marah-marah karena telah dipecat dari pekerjaanya. Alter pun berjanji akan segera memeras Dilara. Alter tau Dilara itu paling tidak suka dipermalukan, Alter akan membawa bukti-bukti ke media.

Cansu tanya pada Dilara apakah benar akan mengadopsi Hazal? Dilara bilang belum tentu karena harus menunggu dulu hasil sidang. Tanpa disadari Hazal mendengar omongan Dilara dan langsung masuk kamar lalu marah-marah, keiriannya dengan Cansu pun muncul! Lalu tiba-tiba Gulseren telpon, Hazal makin marah-marah pada Gulseren.

Cansu mengemasi barangnya karena ingin main ke rumah Gulseren, Dilara melarangnya! Dilara menangis lalu Cansu pun gak tega dan berjanji gak akan ke rumah Gulseren.

Keriman belanja-belanja dengan borosnya, Osman bingung gimana caranya menghentikannya karena kalo tidak dihentikan uang habis padahal si Osman belum dapat apa-apa.

Hazal ngajakin Ozan ngobrol, Hazal penasaran kenapa tidak tanya-tanya soal kenapa kembali ke rumah? Ozan pun tak mempermasalahkan karena rumah itu juga rumahnya Hazal. Ozan minta Hazal menghubungi pria yang bernama Theoman agar bisa menghajarnya, Hazal pun sedih lalu Ozan memeluk dan menenangkannnya. (Ozan gak tau kali Theo sebenarnya sudah tewas).

Oskan datang ke Candan bahwa uangnya di curi Keriman. Oskan minta agar Keriman dilaporkan ke polisi saja, tapi Candan justru marah-marah karena jika Keriman dipolisikan maka bisa merugikan di pengadilan. Candan minta urusan uang yang dicuri itu diselesaikan sendiri. Saat Oskan keluar dari tak sengaja papasan dengan Osman yang hendak menemui Candan, Osman pun ngaku kesasar lalu pura-pura pergi, begitu Oskan tak terlihat Osman langsung menemui Candan. Osman laporan bahwa Hazal kembali tinggal ke rumah Dilara dan melaporkan semua kejadian di rumah Jihan. Candan bak mendapat angin segar.

Candan telpon Yaldirin, Candan tanya gimana apakah sudah siap dipersidangan selanjutnya, lalu tanya juga soal kembalinya Hazal ke rumah bersama Jihan? Yaldirin dan Jihan kaget kok Candan bisa tau? Jihan curiga Candan punya mata-mata.

Hazal main ke rumah Gulseren, dengan judesnya Hazal tanya "cepat katakan apa yang kau inginkan?". Belum sempat bicara tapi Hazal marah-marah ingin pergi, Gulseren pun mencegahnya lalu mulai cerita pengalamannya dengan Oskan. Dulu jatuh cinta dengan Oskan saat masih muda, Gulseren jatuh cinta karena Oskan dulu baik banget, janji ini itu hingga Gulseren pun klepek-klepek tapi begitu menikah Oskan mulai kelihatan jahatnya bahkan Gulseren sempat milih melarikan diri dari Oskan. Gulseren pun memberi wejangan pada Hazal soal Cinta, Gulseren bilang bahwa ada cinta yang mengalahkan segalanya yakni cinta keluarga. Gulseren dan Hazal pun lalu berpelukan.

Jihan kembali ke rumah mengajak Rahmi, tiga cucunya pun langsung memeluknya. Dilara kesal karena Jihan membawa kembali Rahmi, Jihan pun bilang bahwa itu semua karena Rahmi telah menyelamatkan Hazal. Jihan tau bahwa Dilara kesal dengan Rahmi karena telah minta maaf pada Gulseren.

Gulseren sedih sendiran di rumah, Gulseren memandangi dan memeluk foto Cansu dan Hazal.

Oke deh Cansu & Hazal Episode 76 (21 November 2015) bersambung dipostingan berikutnya ya, tetap di blog kabar sensasi.

Cerita selanjutnya Oskan menemui Keriman dan minta uangnya dikembalikan tapi sayang Oskan justru dikejar polisi, selengkapnya baca di Cansu & Hazal Episode 77 (22 November 2015).

Penasaran siapa si ganteng pemeran Ozan? baca aja:


Atau baca juga postingan lainnya terkait serial drama Turki:


Simak terus kabar seputar dunia hiburan yang sedang hit di Indonesia ya hanya di http://kabarsensasi.blogspot.com ya karena ternyata postingan-postingan admin ini banyak dikopi paste, semoga yang kopi paste lekas diberikan kesembuhan untuk berkarya sendiri tanpa kopas gitu deh.


Salam Sensasi,
http://kabarsensasi.blogspot.com/

Cinta Elif Episode 40 (20 November 2015): Tragis Omer Kritis, Tayyar Juga Terkapar!


Cinta Elif Episode 40 (20 November 2015): Tragis Omer Kritis, Tayyar Juga Terkapar! Cie yang masih setia dengan serial Cinta Elif tapi sering ketinggalan karena jam tayangnya terlalu malam. Sekarang udah sampai episode yang ke 40 nih, masih ingat cerita sebelumnya kan dimana Nilufer akhirnya ketemuan dengan Metin terus Metin panik karena tau ibunya disekap Tayyar, Metin pun memohon pada Omer agar ibunya diselamatkan, Omer pun berjanji akan menyelamatkan ibunya Metin. Terus-terus, berhasil gak Omer?

Terus tunggu bentar deh, ini sekedar info buat yang lupa atau ketinggalan cerita ulang sebelumnya silakan baca di Cinta Elif Episode 39 (19 November 2015).

Cinta Elif Episode 40 (20 November 2015) adalah Pelin marah-marah ketika Arda mencurigai Husain selaku penghianat. Pelin minta agar Arda membuang pemikirannya itu karena kalo Omer sampai tau bisa kacau. Arda tetap yakin bahwa Husain adalah penghianatnya.

Omer kesal ketika datang gallery baru Elif tau bahwa Levantlah yang membuat semua nampak bagus. Ruangan Elif semua diisi dengan barang-barang kesuakaan Elif. Omer kesal karena mengira Elif menceritakan semua hal tentang dirinya pada orang lain termasuk pada si Levant. Elif pun menjelaskan pada Omer bahwa dia tak cerita apapun soal dirinya kecuali pada Omer dan sahabatnya. Elif menduga Levant tau semua kesukaanya dari Bahar. Omer langsung diam! Dan tiba-tiba dapat telpon soal persiapan penyelamatan ibunya Fatih.

Omer-Arda dan Pelin sudah sampai ditempat penyekapan ibunya Fatih. Omer keluar mobil tanpa memakai pelindung peluru. Pelin pun geleng-geleng karena tau Omer lupa pakai pelindung peluru. Tiba-tiba Elif masuk mobil, Pelin kaget "loh kok bisa tau?", Elif bilang "tentu saja, Omer pernah mengajariku menguntit diam-diam".

Omer masuk ke rumah dimana ibunya Fatih disekap, satu per satu anak buah Tayar diborgol dan ibunya Metin pun berhasil dibawa keluar, tapi sayang saat Omer keluar dengan ibunya Metin ada salah satu anak buah Tayyar tiba-tiba menyahut pistolnya Pelin lalu "dorrrrr-dorrr dua peluru melayang", Omer langsung mendorong ibunya Metin lalu "mak brusss, Omer terkapar".

Elif syok melihat Omer ambruk tak berdaya, Arda dan Pelin langsung menghampiri Omer!  Elif tak tega melihat darah Omer yang banyak mengalir keluar dari dadanya. Elif terus-terusan memanggil memohon agar tidak ditinggalin, tapi Omer tak hanya bengong seolah menahan sakit, lalu tiba-tiba terbata-bata bilang pada Elif bahwa "aku cinta padamu", Omer langsung memejamkan matanya. Elif menangis sedih melihat Omer yang memejamkan mata dan semakin lemas. Arda bersuaha memanggil ambulan. Ambulan pun datang dan Omer langsung dibawa ke rumah sakit. Pelin menangis sedih karena merasa bersalah atas tertembaknya Omer.

Tayyar dapat kabar dari Ali bahwa ibunya Metin berhasil diselamatkan oleh Omer, tapi Tayyar agak lega ketika tau Omer saat ini kritis!

Elif panik ketika dokter bilang denyut nadi Omer melemah bahkan menghilang, dokter pun langsung ambil tindakan dengan alat pacu detak jantung. Omer tiba di rumah sakit dengan kondisi sangat kritis! Elif terus mendampingi Omer dengan harap-harap cemas.

Metin panik karena Omer tak kunjung mengabarinya, Sammy pun datang membawa ibunya Metin. Melihat ibunya datang Metin sangat senang karena Omer menepati janjinya, lalu Metin tanya "dimana Omer?". Sammy bilang "Omer sedang kritis karena anak buah Tayyar menembaknya". Sammy langsung menagis janji Metin yang katanya akan mengatakan semua jika ibunya diselamatkan. Tapi belum mulai intrograsi Sammy dipanggil. Begitu Sammy keluar, ibunya Metin memohong agar Metin tak mengatakan apapun karena Tayyar akan membunuhnya. (Lalu akankah Metin menepati janjinya, sementara Omer terkapar demi ibunya Metin?)

Elif mengabarkan pada keluarganya Omer, ibunya langsung syok ketika tau Omer tertembak. Husain pun juga langsung melongo ketika tau adiknya tertembak.

Arda membawa ibunya Metin ke tempat aman, Arda minta agar ibunya Metin menuntut Tayyar dan mengaku siapa yang membawanya kembali dari Bulgaria. Ibunya Metin tetap bungkam dan bilang tidak akan menuntut Tayyar. Arda berusaha menyadarkan bahwa saat ini Omer terkapar demi menyelamatkannya, tapi si Nevin tetap bungkap dan tak mau membantunya.(terlalu nih ibunya Metin, padahal Omer tertembak demi menyelamatkannya, Omer tertembak didepan matanya)

Metin mulai diintrograsi tapi tiba-tiba bilang "aku tidak akan mengatakan apapun, aku hanya akan mengatakan semua pada Omer". Sammy sangat kesal dan hampir menghajar Metin. (Parah nih, Metin dan ibunya kompak tutup mulut padahal Omer kritis demi mepati janjinya).

Ali menelpon Tayyar dan memberi ucapan selamat karena Metin tutup mulut dan ibunya pun demikian. Ali bilang Metin hanya mau bicara dengan Omer padahal si Omer sedang kritis. Ali yakin besuk Omer mati.

Omer sudah dioperasi, dokter keluar dan mengbarkan bahwa 2 peluru sudah berhasil dikeluarkan beruntung salah satunya tidak menembus jantung karena terhalang oleh sebuah jam. Rupanya jam itu adalah hadiah dari Elif. Mendengar Omer berhasil dioperasi anggota keluarga dan Elif pun lega. Dokter mempersilakan 2 orang untuk bertemu Omer tapi harus satu per satu, ibunya pun menyuruh Husain masuk duluan untuk menemui sang adik. Husain masuk tapi belum sampai mendekat sudah balik arah dan keluar lalu menangis sendirian ditangga rumah sakit. Melike melihat Husain menangis lalu berusaha menenangkannya tapi Husain justru marah lalu pergi. Perawat memanggil ibunya Omer untuk masuk tapi sang ibu tak mau masuk lalu bilang "biar tunangannya saja yang masuk". Elif kaget mendengarnya!

Husain terjebak macet dijalan, karena tak sabar dia langsung ambil pistol lalu berjalan kaki menerobos kemacetan.

Elif masuk menemui Omer yang tak berdaya, banyak selang menempel ditubuh Omer. Elif langsung bilang ini itu, dengan sedih Elif curhat pada Omer bahwa ibunya bilang tuan putrinya itu adalah tunangannya. Elif minta Omer bangun dan tertanggungjawab karena sejauh ini Elif belum tau apa kesukaan Omer, bahkan Elif tak tau golongan darah Omer.

Husain datang ke rumah Tayyar tapi saat didepan anak buah Tayyar memeriksanya lalu mengambil senjata yang dibawanya. Tayyar minta agar Husain melaporkan semua temuan Omer, tapi Husain tak mau! Husain marah-marah lalu mencekik Tayyar, tapi Husain berhasil didorong lalu "mak jlebbbb"! Tayyar tertusuk, dengan bangga Husain bilang "aku sudah pernah bilang, jika kau berani menyentuh adikku maka aku akan membunuhmu, sampai jumpa di neraka Tayyar". Husain lalu keluar dan bilang pada anak buanya Tayyar bahwa si Tayyar tak ingin diganggu. (serius Tayyar mati? atau hanya pura-pura? masak segampang ini Tayyar mati? hanya sekali tusukan?).

Pinar mendengar rintihan dari ruang kerja Tayyar, Pinar buka pintu dan melihat Tayar terkapar! Pinar kembali menutup pintunya dan meninggalkan begitu saja tapi sayang dia balik lagi lalu menyelamatkan Tayyar. (Pinar nih gimana, si Tayyar udah jahatin dia bahkan membunuh Taner tapi kok dia tetep mau nolongin sih)
 
Oke deh Cinta Elif Episode 40 (20 November 2015) bersambung dipostingan berikutnya tetap bersama admin blog kabar sensasi.

Cerita selanjutnya Tayyar selamat dari kematian dan mengancam Husain, selengkapnya baca di Cinta Elif Episode 41 (21 November 2015).

Baca Juga:


Simak terus serial drama Turki kesayangan kamu hanya di blog Kabar Sensasi ya, simpen alamat url-nya sekarang!

Salam Sensasi,
http://kabarsensasi.blogspot.com/

20 November, 2015

Shehrazat Episode 109 (20 November 2015): Akhirnya Eda Dipecat Tapi Perang Tetap Lanjut!


Shehrazat Episode 109 (20 November 2015): Akhirnya Eda Dipecat Tapi Perang Tetap Lanjut! || Halo para pembaca setia blog kabar sensasi? jika kamu buka postingan ini berarti ingin tau cerita Shehrazat episode yang ke 109 ya? tapi masih ingat cerita sebelumnya kan, soal kebohongan Eda yang terbongkar dimana Onur ingin langsung memecat tapi Karim terus membela Eda, hingga akhirnya ada ibu dan adiknya Eda datang ke kantor Binyapi lalu menjelaskan bahwa Eda itu pembohong, terus terus?

Tunggu dulu nih buat yang ketinggalan cerita ulang sebelumnya silakan baca di Shehrazat Episode 108 (19 November 2015).

Dan Shehrazat Episode 109 (20 November 2015) ceritanya adalah Ibu dan Adiknya Eda terus berekting didepan Onur dan Karim. Adiknya pura-pura sakit dan harus operasi. Onur minta agar Nurhayah menghubungi Eda tapi saat ditelpon Eda ngaku dilapangan tapi setelah di cek gak di lapangan! Onur hendak memberikan uang pada ibu dan adiknya tapi ditolak karena datang hanya ingin memperingatkan agar hati-hati memperkerjakan Eda! Eda itu pembohong dan bisa melakukan apa saja!

Eda beli kue lalu dibawa ke kantor Shehrazat. Eda datang dengan sok ramah tapi Shehrazat langsung tanpa basa-basi suruh bawa balik kuenya dan bilang sebentar lagi ada rapat, Eda pun langsung pergi dengan sangat menyesal dan emosi!

Karim cerita pada Melek dan Bennu soal Eda! Bennu langsung minta agar Melek pindah dari rumah Eda!

Melek langsung ke rumah Eda dan mengemasi barangnya! Eda kaget ketika melihat Melek membawa semua barangnya. Melek ngakunya Bennu sangat membutuhkannya jadi harus pergi. Eda nampak bingung, ada apa sebenarnya?

Eda datang ke kantor tapi didepan dilarang masuk, penjaga bilang sudah dipecat! Petugas pun memberikan semua barang-barang Eda. Dengan kesal Eda mencoba menelpon Karim tapi gak diangkat, Eda marah lalu membuang semua barangnya di depan Binyapi lalu pergi!

Onur lega karena merasa bisa mengatsi masalah Eda, tapi Karim nampak masih kebingungan karena Eda bisa menghancurkannya setiap saat.

Eda curhat pada temannya, Sang teman justru memprovokasi agar Eda terus menghubungi Karim dan mengancamnya. Eda kembali menelpon Karim dan diangkat, Karim hanya bilang "jangan menelponku lagi, semua uang pesangonmu sudah dikirim ke rekeningmu".

Temannya Eda menelpon Bennu, bilang bahwa Karim telah berhianat dan punya wanita simpanan. Eda pun sangat senang karena merasa menang memulai peperangannya dengan Karim.

Bennu mendadak drop karena kabar Karim telah selingkuh, Shehrazat berusaha menenangkannya! 

Ali kemal membuat keributan di sekolahnya Burcu, padahal Burhan dan Burcu sudah berhasil menangani soal bully-an teman-teman di sekolah! tapi dalam waktu bersamaan Ali menghancurkannya! (duh-duh Ali gak ada dewasa-desawanya!)

Burcu di rumah marah-marah pada Ali karena usahanya sia-sia, Burcu merasa dipermalukan oleh ayahnya. Burhan menyuruh Burcu ke kamar, lalu gantian memarahi Ali. Burhan harus mengeluarkan 2rblira karena ulah Ali. Tapi seperti biasa Ali tak merasa bersalah dan merasa apa yang dilakukan itu sudah benar!

Burak berusaha mendekati Melek lagi, Burak ngajak Melek nonton konser tapi ditolak. Tiba-tiba Melek marah ketika curiga Burak dan Merk sedang taruhan untuk mendapatkannya.

Shehrazat tanya pada Onur apakah tau soal perselingkuhan Karim? Onur bilang tak tau apa-apa, Onur menduka itu kelakuan Eda karena baru dipecat dari kantor. Onur pun menyadari bahwa apa yang dikatakan Nadide soal Eda itu benar, Eda memang benar-benar berbahaya.

Karim dapat sms, Bennu membukanya dan isinya adalah semacam ajakan kecan di hotel. Bennu pura-pura tak tau dan tak memberitahu Karim.

Eda dan temannya yakin bahwa saat ini istrinya Karim sedang mengajukan tuntutan cerai. Eda telpon Shehrazat tapi gak diangkat. Eda kesal!

Shehrazat minta Ghani membelikan kartu perdana baru untuk menghindari Eda.

Bennu dengan sempoyongan datang ke hotel lalu masuk kamar dan "jreng-jreng-jreng" yang didalam adalah Karim dan Onur beserta rekan bisnisnya sedang rapat!

Baiklah Shehrazat Episode 109 (20 November 2015) bersambung dipostingan berikutnya tetap di blog kabar sensasi.

Cerita selanjutnya Eda mendatangi Nadide dan mengatakan bahwa Shehrazat itu wanita murahan, selengkapnya baca di Shehrazat Episode 110 (21 November 2015).

Baca juga nih:

Atau baca juga postingan lainnya terkait serial drama Turki:
Simak terus kabar seputar dunia hiburan yang sedang hit di Indonesia ya hanya di http://kabarsensasi.blogspot.com ya karena ternyata postingan-postingan admin ini banyak dikopi paste, semoga yang kopi paste lekas diberikan kesembuhan untuk berkarya sendiri tanpa kopas gitu deh.

Salam Sensasi,
http://kabarsensasi.blogspot.com/

Cansu & Hazal Episode 75 (20 November 2015): Gulseren Sedih Hazal dan Cansu Pergi Meninggalkannya!


Cansu & Hazal Episode 75 (20 November 2015): Gulseren Sedih Hazal dan Cansu Pergi Meninggalkannya! || Yee jumpa lagi dengan blog kabar sensasi, gimana ketinggalan gak nonton Cansu dan Hazal episode yang ke 75? Jangan kawatir sini-sini, eh tapi masih ingat kan cerita sebelumnya? itu loh soal Hazal yang kasmaran dengan pria jahat bernama Theo, Hazal hampir dinodai dan direkam tapi untung Rahmi datang, lalu berantem dengan Theo dan gak sengaja si Theo tewas! Terus-terus?

Terus tunggu bentar, ini info buat yang lupa atau ketinggalan cerita sebelumnya bisa dibaca di Cansu & Hazal Episode 74 (19 November 2015).

Dan Cansu & Hazal Episode 75 (20 November 2015)ceritanya adalah Jihan bingung kenapa ayahnya bisa menemukan Hazal? Rahmi pun menjelaskan bahwa awalnya hendak menemui Gulseren untuk minta maaf dan melihat Hazal pergi dengan laki-laki naik motor gede. Rahmi pun menunjukan video yang sengaja dibuat Theo, Jihan pun paham bahwa pria itu hendak memanfaatkan video itu untuk memerasnya. Jihan minta ayahnya untuk pergi sebelum orang lain melihatnya, Rahmi bilang rela di penjara tapi Jihan gak mau. Jihan tetap maksa agar Rahmi pergi!

Hazal sudah sampai ke rumah Gulseren, Hazal pun minta agar ibunya itu tak tanya apapun dulu. Gulseren pun paham hal itu.

Rahmi pergi lalu ditengah jalan nangis menyesali perbuatannya.

Jihan datang ke rumah Gulseren langsung berpelukan, Jihan pun langsung menjelasakan pada Gulseren tentang semua yang terjadi. Gulseren kaget ketika Jihan bilang pria bernama Theoman itu tewas. Jihan bilang pria itu akan menodai Hazal dan merekamnya tapi untungnya Rahmi datang tepat waktu. Jihan minta agar rahasia itu tidak diceritakan pada siapapun jadi hanya Jihan-Gulseren-Hazal-Rahmi yang tau.

Ozan tanya pada Dilara dimana Jihan? Dilara bilang gak tau, Ozan langsung ingin telpon ayahnya tapi Dilara bilang itu tak mungkin "hp ayahmu ibu lempar kelaut".

Gulseren minta agar Jihan membawa Hazal ke rumah Dilara. Gulseren merasa bersalah, Hazal tidak ingin tinggal bersama di rumah sederhanya, Hazal tidak bahagia! Jihan pun memeluk Gulseren untuk menenangkannya.

Rahmi di hotel terus menangis kayak orang stress karena menyesali perbuatannya.

Hazal keluar kamar langsung memeluk Jihan dan meminta agar dibawa pergi dari rumah Gulseren. Mendadak Gulseren sedih dan pergi menjauh. Gulseren masuk kamar lalu mengemasi barang-barang Hazal.

Keriman dan Osman kencan, Keriman bahagia karena telah berhasil mendapatkan uang kompensasinya Oskan. Keduanya ketawa-tawa merayakan keberhasilannya mencuri uang Oskan! (Keriman gak tau padahal si Osman itu juga aslinya hanya ngincer uangnnya aja).

Jihan akhirnya mengajak Hazal pergi, lagi-lagi Hazal bilang tak terima kalo lagi-lagi ada masalah pasti dikirim keluar rumah lagi. Hazal sangat iri pada Cansu yang selalu dinomer satukan. Jihan pun janji tidak akan mengirim Hazal kemana-mana lagi karena akan membuat adopsi resmi.

Ozan ngobrol dengan Dilara, Ozan curiga semalam terjadi masalah karena Gulseren mencoba menelpon Cansu berkali-kali, Rahmi menghubungi Ozan berkali-kali. Terus Dilara pun juga bilang Gulseren juga mencoba menghubunginya. Ozan semakin curiga terjadi sesuatu, Ozan juga kecewa pada Dilara karena saat Gulseren menelpon justru tak digubris!

Dilara senang ketika melihat Hazal datang bersama Jihan, semakin bahagia itu ketika Jihan bilang Hazal akan tinggal selamanya bersama.

Gulseren datang ke tuko kue, nampak tak bersemangat dan gak fokus. Tiba-tiba Gulseren nangis-nangis karena semua putrinya telah pergi, Gulseren merasa bersalah karena gagal menjadi ibu yang baik. Deria dan Nezaket langsung ngajak Gulseren ngobrol santai, Gulseren pun menceritakan semua yang terjadi bahwa Hazal pergi dengan pria jahat dan Rahmi yang menyelamatkannya, kini Hazal tinggal lagi bersama Dilara.

Dilara dan Jihan kembali berantem, Dilara gak setuju kalo Hazal kembali sebelum persidangan karena itu tidak baik untuk Cansu. Saat sedang ayik berdebat Ozan datang, Jihan pun ngajak Ozan ikut ngobrol karena merasa putranya itu sudah dewasa dan berhak tau semua yang  terjadi. Jihan pun akhirnya menjelaskan kenapa Hazal dibawa pulang, soal Hazal tak bahagia di rumah Gulseren, soal Hazal kabur dengan pria Jahat tapi untung Rahmi datang menyelamatkannya. Tanpa disadari Cansu pun dari bali pintu mendengar semua obrolan tentang Hazal.

Cansu menghampiri Hazal ke kamarnya lalu ngajakin tukeran kamar, Cansu merasa Hazal lebih berhak tinggal dirumah itu. Cansu pun bilang sebenarnya sangat ingin tinggal bersama Gulseren. Cansu ingin tanya soal kejadian semalam tapi gak jadi karena takut memperkeruh suasana.

Dilara mankin songong karena menganggap Gulseren bukan ibu yang baik, Dilara tanya "saat itu Gulseren dimana, kenapa semua bisa terjadi?" (ya ampun Dilara, padahal saat kejadian Gulseren berusaha menelpon tapi gak diangkat dan justru bilang "gak penting", Dilara pun pesta dengan teman-temannya). Jihan pun makin menjelaskan bahwa Gulseren sangat panik, Gulseren sangat menyesal dan merasa bersalah sehingga meminta Hazal dibawa pergi dari rumahnya. Ozan tiba-tiba tanya "lalu bagaimana kakek bisa menemukan Hazal?". Jihan pun menjelaskan bahwa Rahmi menemui Gulseren untuk meminta maaf atas semua perbuatannya, lalu sempat melihat Hazal pergi dengan seorang pria!

Oskan datang ke rumah Keriman dan merusak isi rumah saat berusaha mencari uang yang dicuri sang kakak!

Oke deh Cansu & Hazal Episode 75 (20 November 2015) stop sampai disini aja ya, ketemu lagi sama admin blog kabar sensasi dipostingan berikutnya.

Cerita selanjutnya Gulseren ngobrol dengan Hazal dan menjelaskan soal CINTA, selengkapnya baca di Cansu & Hazal Episode 76 (21 November 2015).

Penasaran siapa si ganteng pemeran Ozan? baca aja:


Atau baca juga postingan lainnya terkait serial drama Turki:


Simak terus kabar seputar dunia hiburan yang sedang hit di Indonesia ya hanya di http://kabarsensasi.blogspot.com ya karena ternyata postingan-postingan admin ini banyak dikopi paste, semoga yang kopi paste lekas diberikan kesembuhan untuk berkarya sendiri tanpa kopas gitu deh.


Salam Sensasi,
http://kabarsensasi.blogspot.com/

Cinta Elif Episode 39 (19 November 2015): Metin Panik Karena Ibunya Disekap Tayyar!


Cinta Elif Episode 39 (19 November 2015): Metin Panik Karena Ibunya Disekap Tayyar! || Halo jumpa lagi sama blog kabar sensasi khususnya para pecinta serial Cinta Elif. Kali ini sudah masuk episode yang ke 39. Masih ingat cerita ulang sebelumnya kan? dimana Metin berusaha kabur dari Tayyar tapi justru ketangkap sama Omer. Tentu saja Omer berusaha membuat Metin bicara tapi tetep bungkam, Metin bahkan minta ketemu dengan Nilufer, terus-terus?

Terus tunggu bentar deh, ini loh buat yang ketinggalan cerita ulang sebelumnya silakan baca di Cinta Elif Episode 38 (18 November 2015).

Dan Cinta Elif Episode 38 (19 November 2015) ceritanya adalah Nilufer ikut Omer ke kantor polisi untuk berbicara pada Metin. Sementara itu ibunya Metin sudah dalam genggaman Tayyar karena Husain berhasil membawanya.

Elif dan Asli kaget ketika Merk datang ke rumah lalu bilang ingin numpang tinggal sementara karena Merk kabar dari rumah dan tak membawa apapun dari hartanya Tayyar. Asli kesal dan menolaknya tapi Elif mengijinkannya.

Metin senang bisa bertemu dengan Nilufer, Omer harus memborgol Metin sebelum ngobrol dengan Nilufer. Metin minta ngobrol berdua saja tapi Omer tak mengijinkannya. Metin kesal karena Omer ikut duduk disampingnya, Metin merasa Omer bikin suasana gak romantis! Metin mulai curhat soal tak menyangka karena Nilufer telah membocorkan semua rahasia yang selama ini dipendam, Metin tak menyangka Nilifer berhianat. Metin mulai bertindak kasar, Omer langsung menonjok Metin.

Metin pergi ke kamar mandi dapat dapat pesan dari Tayyar bahwa ibunya dalam bahaya!!!!

Nilufer kembali ke rumah dan ngobrol dengan Merk. Sama seperti Nilufer si Merk pun juga sedih mengetahui kenyataan hidupnya, yang ternyata bapaknya penjahat dan punya kakak tiri juga yang juga penjahat.

Elif sedang ngalamun tiba-tiba ada suara "selamat malam Elif", Tayyar datang! Tayar mencoba sok asyik lalu tanya dimana keberadaan Merk? Elif tak mau menjawabnya, Tayyar kesal dan berusaha mencekik Elif.

Husain tiba di kantor lalu sok asyik membawakan roti, Omer pun marah kenapa baru muncul? kenapa telpon dan sms gak di jawab?  

Metin panik karena ibunya ditangan Tayyar, Metin bilang jelas ada mata-mata di kantor polisi ini, Metin bilang orang itu lebih bahaya dari Ali. Metin minta agar Omer menyelamatkan ibunya lalu setelah itu akan memberikan semua informasinya pada Omer. Saat itu Husain juga ada disitu dan menyerap semua obrolan Metin dengan Omer. Metin mohon agar Omer menyelamatkan ibunya, Metin akan melakukan apapun jika Omer menyelamatkan ibunya.

Omer-Arda-Pelin-Husain ngobrol bagaimana caranya menyelamatkan ibunya Metin. Husain berusaha mematahkan semangat Omer, bagaimana bisa mencari ibunya Metin bla-bla-bla tapi Omer tetap yakin bisa menemukan Nevin. Setelah itu Husain langsung ke toilet.

Melike datang ke kantor menemui Omer lalu bilang soal kondisi adik dan ibunya Sibel yang memprihatikan. Melike punya ide untuk minta uang Husain yang punya uang simpanan 20rb Lira di bank. Omer agak kaget, Husain punya uang sebanyak itu?

Husain terus berusaha mematahkan semangat Omer, tapi Omer tetap yakin dan bernjanji akan menangkap Tayyar. Husain bilang Omer itu kehilangan akal, lalu pergi meninggalkan Omer. Husain langsung laporan pada Tayyar, bahwa Metin sudah membocorkan soal Ali, Omer akan mencari ibunya Metin bla-bla-bla (lagi-lagi musuh selangkah lebih maju).

Arda pulang bareng Pelin tapi diajakin ngobrol gak nyambung. Arda pun bilang pada Pelin bahwa dia mulai curiga kalo penghianat yang dimaksud Metin lebih kuat dari Ali itu adalah Husain! Pelin langsung melongo "apa"!

Oke deh, Cinta Elif Episode 39 (19 November 2015) sampai disini aja bersambung dipostingan berikutnya tetap di blog kabar sensasi.

Cerita selanjutnya Omer berhasil menyelamatkan ibunya Metin tapi sayang Omer terkabar, Kenapa? selengkapnya baca di Cinta Elif Episode 40 (20 November 2015).

Baca Juga:


Simak terus serial drama Turki kesayangan kamu hanya di blog Kabar Sensasi ya, simpen alamat url-nya sekarang!

Salam Sensasi,
http://kabarsensasi.blogspot.com/

19 November, 2015

Shehrazat Episode 108 (19 November 2015): Shehrazat & Onur Tahu Rahasia Jahat Eda!


Shehrazat Episode 108 (19 November 2015): Shehrazat & Onur Tahu Rahasia Jahat Eda! || Selamat datang di blog kabar sensasi, gimana lagi nyari cerita Shehrazat episode yang ke 108 ya? yup, disinilah tempat yang tepat. Masih ingat cerita sebelumnya kan? soal Karim yang kehilangan salah satu kancing kemejanya waktu tidur bareng dengan Eda! Tentu saja Eda sangat bahagian karena punya senjata baru yang lebih waow gitu loh! Terus-terus?

Terus tunggu dulu nih, buat yang ketinggalan cerita ulang sebelumnya silakan simak di Shehrazat Episode 107 (18 November 2015).

Dan Shehrazat Episode 108 (19 November 2015) ceritanya adalah Nadide ketemuan dengan Shehrazat. Nadide menjelaskan semua masa lalu Eda, Shehrazat tak menyangka! Nadide bilang Eda itu seorang pembohong, Nadide bilang dulu Eda hampir nikah dengan Ahmed tapi begitu Ahmed tau Eda seorang pembohong langsung putus hubungan! Karena tidak terima Eda dulu memfintah Ahmed, Eda lapor polisi dan mengaku diperkosa Ahmed! Shehrazat syok! Nadide pun mengingatkan agar sebisa mungkin menjahui Eda.

Karim dan Eda sedang dikantor berduaan, tiba-tiba dokter telpon dan mengabarkan bahwa Bennu tak datang! Karim bingung sementara Eda semacam lirak-lirik seolah mau melakukan sesuatu.

Karim pulang dan mendapati Bennu mabuk-mabukan. Bennu masih saja curiga soal Shehrazat, dari mana dulu mendapatkan uang hanya satu malam! Bennu tetep aja ngira dulu Shehrazat tidur dengan Karim. Tentu saja Karim marim kesal lalu marah, pergi dari rumah nginep lagi sama Eda. Karim pun minta agar Melek menemani Bennu di rumah. (lama-lama Bennu terlalu berlebihan, tapi Karimnya juga Jahat karena bukannya menyelesaikan masalah tapi malahan tidur bareng wanita lain, Eda pula!)

Shehrazat curhat sama Onur soal Eda. Onur akan bicara dengan Karim karena Binyapi tak pantas memperkerjakan orang seperti Eda.

Di keluarga Burhan sedang ada masalah, Burcu tak mau sekolah lagi karena terus di bully sebagai anak seorang pembunuh. Burhan datang mendapati Fusun menangis tapi semua orang kompak tidak memberitahu masalah sebenarnya.

Onur tiba di kantor langsung ngajak Karim ngobrol soal Eda. Begitu mendengar kata Eda Karim melongo? Onur menjelaskan ini itu soal kejahatan Eda tapi Karim terus-terusan membela Eda dan tidak akan memejat Eda! Onur curiga ada hubungan apa Eda dengan Karim?

Eda di kamarnya merasa puas karena selangkah lagi bakalan bisa membuat Shehrazat menjadi bahan mainannya! (jelas saja, Eda punya senjata dengan memanfaatkan Karim).

 Onur mencoba ngajak bicara Karim lagi tapi lagi-lagi Karim membela Eda dan tak ingin mememcat Eda! (parah banget nih Karim, semacam memelihara buaya)

Bennu mulai curiga Karim punya wanita lain. 

Burhan akhirnya tau masalah Burcu, Burhan mengantarkan makanan untuk Burcu ke kamar karena seharian cucunya itu mengurung diri di kamar dan tak mau makan. Burcu pun langsung memakannya lalu ngobrol dengan Burhan. Dengan santai Burhan menjelaskan dengan Burcu dengan bahasa yang sederhana soal kasus Fusun.

Onur cerita pada Shehrazat bahwa Karim membela Eda dan tak ingin memecatnya. Shehrazat heran kenapa? itu berarti Karim percaya kalo Ahmed itu seorang pemerkosa? Shehrzaat pung mengira jangan-jangan Onur juga sepemikiran dengan Karim? Onur pun berusaha menjelaskannya, bahwa dia lebih percaya Ahmed bukan Eda.

Bennu langsung marah-marah ketika Karim pulang, Bennu tanya "kemana semalam, dengan siapa bla-bla-bla?". Karim pun mengelak dan mengaku tidur di hotel sendiran.

Karim mengajak Bennu ke kafe Merk. Tak lama kemudian Eda datang langsung menyapa Bennu, Karim pun jadi salah tingkah. Karim langsung mengajak Bennu pulang dengan alasan sudah lelah. Eda pun langsung cengar-cengir seolah bilang "lihat saja nanti".

Onur kembali bahas soal Eda di kantor, tapi lagi-lagi Karim membela Eda! Saat Onur keluar ruangan ada ibu dan adiknya Eda! Onur langsung ngajak masuk ruangan, ibunya bilang Eda itu seorang pembohong bla-bla-bla.

Oke deh sepertinya Shehrazat Episode 108 (19 November 2015) sampai disini aja, ketemu lagi sama admin di postingan berikutnya tetap di blog kabar sensasi.

Cerita selanjutnya Shehrazat mulai ketus pada Eda, lalu? selengkapnya baca di Shehrazat Episode 109 (20 November 2015).

Baca juga nih:

Atau baca juga postingan lainnya terkait serial drama Turki:
Simak terus kabar seputar dunia hiburan yang sedang hit di Indonesia ya hanya di http://kabarsensasi.blogspot.com ya karena ternyata postingan-postingan admin ini banyak dikopi paste, semoga yang kopi paste lekas diberikan kesembuhan untuk berkarya sendiri tanpa kopas gitu deh.

Salam Sensasi,
http://kabarsensasi.blogspot.com/

Cansu & Hazal Episode 74 (19 November 2015): Celaka Hazal Kasmaran Pada Pria Jahat!


Cansu & Hazal Episode 74 (19 November 2015): Celaka Hazal Kasmaran Pada Pria Jahat! || Mari yang suka serial Cansu dan Hazal tapi lupa gak nonton langsung aja gabung diblog kabar sensasi. Kali ini sudah masuk ke episode yang ke 74 dimana cerita sebelumnya petugas dinas sosial sudah berkunjung ke rumah Dilara dan Oskan gitu kan. Tapi Oskan punya masalah karena Keriman tiba-tiba datang saat ada petugas dinas sosial, Oskan menyekap Keriman di kamarnya dan berjanji akan memberikan uang ketika petugas dinas sosialnya sudah pergi. Terus-terus?

Terus tunggu dulu deh, ini loh buat yang ketinggalan cerita ulang sebelumnya silakan baca di Cansu & Hazal Episode 73 (18 November 2015).

Dan Cansu & Hazal Episode 74 (19 November 2015) ceritanya adalah Oskan yakin berhasil membuat petugas dinas sosial. Tukba juga yakin petugas dinas sosial itu terkesan dengan sandiwaranya. Oskan langsung teriak-teriak manggil Keriman yang disuruh sembunyi di kamar, tapi gak ada respon? Oskan langsung masuk kamar, Keriman gak ada dan uang kompensasi yang didapat Oskan pun raib.

Cansu telponan dengan Rahmi untuk tanya kapan akan menemui Gulseren? Rahmi pun bilang segera nanti. Rahmi pun menepati janjinya dan pergi ke toko kue Gulseren tapi sayang belum bertemu karena Gulseren belum datang. Rahmi keluar toko tak sengaja milihat Hazal ketemuan dengan seorang cowok lalu pergi naik motor. Rahmi tak menyangka!

Oskan mendatangi rumah Keriman tapi sayang sekali rumahnya sudah kosong. Oskan berusaha mencari uangnya tapi tak ketemu. Jelas gak ketemu karena Keriman langsung kabur kok sebelum Oskan datang.

Gulseren berusaha menghubungi Hazal tapi nomernya tidak aktif.

Hazal dan Teo dalam perjalanan pergi kencan ke luar kota.

Dilara ngajakin Jihan liburan dengan anak-anak tapi Jihan menolak karena Jihan tau Dilara sengaja melakukan itu demi menunjukan seolah-olah keluarganya bahagia. Karena sebelum-sebelumnya Dilara melakukan hal serupa dengan mengundang teman jurnalisnya.

Gulseren kaget ketika mendapati Rahmi datang ke rumahnya. Gulseren marah-marah karena mengira si Rahmi akan punya rencana baru, tapi Rahmi langsung menjelaskan bahwa dia datang atas permintaan Cansu, jika tidak minta maaf Cansu gak akan lagi mau bicara dengan Rahmi. Meski Rahmi sudah menjelaskan tapi Gulseren masih tetep ngomel-ngomel karena menduga minta maafnya gak tulus alias cuma menuruti permintaan Cansu. Rahmi pun menjelaskan ini itu dan mengaku benar-benar menyesal telah berbuat jahat pada Gulseren. Jihan tiba-tiba telpon tanya ada apa tadi telp? Gulseren pun bilang Hazal belum pulang! Rahmi langsung menyahut "aku tadi melihatnya, Hazal pergi naik sepedar motor". Gulseren tak percaya, Rahmi pun bersumpah karena tadi datang ke toko kue lalu dijalan melihat Hazal pergi dengan seorang pria. Gulseren kembali menghubungi Jihan tapi tidak bisa, Rahmi pun berjanji akan menemukan Hazal, Rahmi langsung menghubungi anak buahnya karena Rahmi sempat melihat nomer plat motornya, Rahmi juga memberikan nomer telpon Hazal agar bisa melacak via sinyal ponselnya.

Hazal dan Teo pergi ke sebuah rumah terpencil, gak hanya berduaan sih bersama temannya Teo. Temannya Teo tanya-tanya "apakah kamu serius dengan gadis itu?", Teo bilang "tentu tidak, anggap saja ini cuma investasi".

Anak buah Rahmi mengabarkan tidak bisa melajak sinyal ponselnya tapi berhasil menemukan siapa pemilik plat nomernya yaitu Teoman seorang yang pernah terjerat kasus narkoba. Gulseren pun panik, Gulseren ingin ke kantor polisi tapi Rahmi mencegahnya. Rahmi mencoba menenangkan Gulseren agar tidak panik. Gulseren mencoba menghubungi Jihan tapi gak bisa, lalu menghubungi Dilara tapi gak diangkat karena Dilara lagi pergi sama teman-temannya, saat hp Dilara bunyi malah bilang "gak penting". (Beginilah Dilara, selalu gak ada disaat yang genting).

Teo menyiapkan alat perekam video untuk merekam semua kemesraanya dengan Hazal lalu akan memanfaatkan untuk memerah Jihan.

Rahmi dapat kabar dari anak buahnya tentang ke beradaan Hazal, Rahmi disarankan temannya untuk segera bertindak cepat sebelum terlambat. Rahmi langsug ke kantor polisi, ketika Gulseren hendak ikut si Rahmi melarangnya. Rahmi langsung meluncur ke alamat kencannya Hazal.

Teo mulai beraksi untuk membuat Hazal klepek-klepek. Teo mulai membelai-belai Hazal. Nampaknya Hazal benar-benar dimabuk asmara dan tak sadar kalo sedang dimanfaatkan oleh Teo.

Rahmi pun sampai ke tempat persembunyian Teo dengan Hazal lalu langsung teriak "Hazal". Rahmi minta agar Hazal keluar, To kaget "siapa dia?". Hazal dan Teo tetap tidak membuka pintunya, Rahmi pun lansung memecahkan kaca jendela lalu masuk. Hazal tetep tak mau ikut pergi, Rami marah dan mencoba menjelaskan bahwa Teo itu pengguna narkoba! Teo marah lalu langsung menojok Rahmi, keduanya pun berkelahi hingga akhirnya Teo kena tendan dan jatuh dan tak bernapas lagi. Rahmi berusaha menghubungi Jihan, tentu saja Jihan kaget dan langsung pergi. Hazal terus-terusan menyalahkan Rahmi! Lalu Rahmi menarik Hazal dan menunjukan rekaman video! Rahmi menjelaskan bahwa Teo itu akan memenfaatkan video itu untuk pemerasan!

Gulseren telpon Rahmi untuk tanya bagaimana Hazal? Rahmi bilang tak masalah, Hazal baik-baik saja. Jihan datang lalu Rahmi pun menutup telponnya. Jihan minta Azmi untuk mengantarkan Hazal pulang tapi berpesan agar tidak cerita apapun pada Gulseren.

Oke deh, Cansu & Hazal Episode 74 (19 November 2015) bersambung dipostingan berikutnya tetap di blog kabar sensasi ya!

Cerita selanjutnya Gulseren minta Hazal dibawa lagi tinggal bersama Jihan dan Dilara, selengkapnya baca di Cansu & Hazal Episode 75 (20 November 2015).

Penasaran siapa si ganteng pemeran Ozan? baca aja:


Atau baca juga postingan lainnya terkait serial drama Turki:


Simak terus kabar seputar dunia hiburan yang sedang hit di Indonesia ya hanya di http://kabarsensasi.blogspot.com ya karena ternyata postingan-postingan admin ini banyak dikopi paste, semoga yang kopi paste lekas diberikan kesembuhan untuk berkarya sendiri tanpa kopas gitu deh.


Salam Sensasi,
http://kabarsensasi.blogspot.com/