15 November, 2015

Cansu & Hazal Episode 70 (15 November 2015): Candan & Oskan Sukses Disidang Pertama, Menang?


Cansu & Hazal Episode 70 (15 November 2015): Candan & Oskan Sukses Disidang Pertama, Menang? || Yah ketemu lagi sama blog kabar sensasi dalam rangka cerita ulang serial Cansu dan Hazal episode yang ke tujuh puluh dimana cerita ulang sebelumnya adalah Jihan marah besar pada Rahmi, terus Rahmi ingin bunuh diri tapi gak jadi dan sidang rebutan Cansu sudah dimulai. Tahab awal sih Candan yang menang karena persiapannya lebih matang meski dengan cara-cara yang curang. Terus-terus gimana?

Terus ya tunggu dulu nih, buat yang ketinggalan cerita ulang sebelumnya silakan baca di Cansu & Hazal Episode 69 (14 November 2015).

Dan Cansu & Hazal Episode 70 (15 November 2015) ceritanya adalah Sidang dimulai Candan dan Yaldirin memulai meyampaikan segala hal tentang Oskan. Yaldirin menyampaikan bahwa Oskan itu penjahat yang yang pernah dipenjara di Jerman dll. Candan langsung menyerang Jihan dengan berita-berita negatif mulai dari kabar perselingkuhan, Hazal yang ingin bunuh diri, Ozan yang menusuk temannya, kabar perceraian dan lain sebagainya lalu Candan menyampaikan hal-hal positif tentang Oskan yang katanya bentar lagi nikah, punya penghasilan tetap bla-bla-bla.... Jihan sangat kesal dengan semua kebohongan yang disampaikan oleh Candan!!!

Yaldirin minta maaf pada Jihan karena tak menyangka persidangan pertama sangat buruk, Yaldirin tak menyangka Candan berbuat sejauh itu. Sementara Dilara terus saja nyalahin Jihan, seolah semua yang terjadi karena Jihan, seolah Dilara tak punya dosa. Mendengar omelah Dilara si Jihan langsung pergi, Yaldirin marah pada Dilara karena kelakuannya yang justru memperparah keadaan. Yaldirin pun menyampaikan idenya agar semua kembali seperti awalnya, Hazal ikut Gulseren dan Cansu ikut Dilara selain itu perceraian harus dibatalkan. Dilara langsung setuju dengan ide itu, tapi Jihan menolak!!!!

Alter datang ke rumah sakit untuk melakukan tes DNA dengan sample sikat gigi yang dicuri dari rumah Dilara.

Candan, Oskan dan Enjin berpesta untuk merayakan pesta persidangan pertama, mereka yakin akan menang!!!! Candan tetap berpesan agar Oskan tidak bikin ulah lagi. Oskan dan Enjin menari-nari sementara Candan pergi.

Ozan tanya pada Dilara bagaimana soal sidangnya? Dilara pun bilang Cansu bisa saja di ambil Oskan dan itu wajar karena memang sejauh ini banyak hal negatif, lagi-lagi Dilara nyalahin Jihan! (Dilara sesungguhnya sangat amat sangat nyebelin).

Ozan menjemput Cansu untuk pergi, kemana? jalan-jalan berduaan. Cansu curiga Ozan sengaja diminta Jihan untuk ngajakin jalan, Cansu curiga Jihan ingin menemui Gulseren karena ingin membicarakan soal persidangan. Tapi Ozan mengelak!

Jihan menemui Gulseren, Jihan bilang soal ide Yaldirin yang menghendaki agar semua kembali keawal, Hazal tinggal bersama Gulseren dan Cansu tinggal bersama Dilara. Terus selain itu perceraian harus dibatalkan. Gulseren pun menyetujui ide itu sementara Jihan tetep menolak karena kalo setuju dengan hal itu berarti harus mengorbankan cintanya pada Gulseren.

Dilara senang karena Yaldirin mengabarkan bahwa kemungkinan pembatalan sidang cerai akan dilakukan. Yaldirin menyarankan agar Dilara berusaha menahan Jihan untuk kembali tinggal bersama seenggaknya sampai sidang selesai. Tapi Dilara bilang ingin tinggal bersama Jihan selamanya. Tapi Dilara bingung bagaimana cara menyampaikan pada Hazal bahwa harus kembali tinggal bersama Gulseren?

Osman laporan pada Candan bahwa kubu Jihan berencana akan kembali tinggal bersama Dilara dan menukar putrinya seperti semula. Candan pun memberikan alat yang lebih canggih pada Osman untuk merekam semua kejadian dirumah Dilara. (duh, Candan liciknya lancar jaya).

Oskan menyiapkan kamar untuk Cansu karena yakin akan menang, Candan tiba-tiba menelpon untuk mengabarkan bahwa Yaldirin sudah beraksi dengan meminta Jihan membatalkan percerainnya. Candan minta agar Oskan tidak mendekati Gulseren atau Cansu agar tak lepas kendali.

Cansu menangis sedih karena tidak ingin kembali ke rumah Dilara karena tetap ingin tinggal bersama Gulseren. Jihan dan Gulseren berusaha menjelaskan bahwa ini hanya sementara sampai persidangan selasai.

Dilara dan Jihan sedang ngobrol bagaimana cara menyampaikan pada Hazal, tapi lagi-lagi Dilara sempat bikin kesel karena ingin Jihan tinggal bersama seterusnya bukan hanya sementara. Jihan pun menegaskan bahwa tidak ingin kembali ke rumah bersama Dilara. Tiba-tiba Hazal datang, Dilara langsung bilang bahwa sementara Hazal harus tinggal bersama Gulseren!. Hazal langsung marah-marah karena tak mau tinggal bersama Gulseren. Hazal mulai marah dan sangat iri dengan Cansu yang selalu diistimewakan.  Hazal teriak-teriak tak terkendali! (duh parah, gimana kalo semua omongan Hazal direkam sama Osman lalu dilaporkan pada Candan?)

Oke deh, Cansu & Hazal Episode 70 (15 November 2015) stop sampai disini doang, ketemu lagi dipostingan berikutnya bersama admin tetap di blog kabar sensasi.

Cerita selanjutnya Hazal sangat marah pada Gulseren karena telah membuat hidupnya rusak parah, Hazal merasa jijik kembali tinggal bersama Gulseren! selengkapnya baca di Cansu & Hazal Episode 71 (16 November 2015).

Penasaran siapa si ganteng pemeran Ozan? baca aja:


Atau baca juga postingan lainnya terkait serial drama Turki:


Simak terus kabar seputar dunia hiburan yang sedang hit di Indonesia ya hanya di http://kabarsensasi.blogspot.com ya karena ternyata postingan-postingan admin ini banyak dikopi paste, semoga yang kopi paste lekas diberikan kesembuhan untuk berkarya sendiri tanpa kopas gitu deh.


Salam Sensasi,
http://kabarsensasi.blogspot.com/

14 November, 2015

Cansu & Hazal Episode 69 (14 November 2015): Rahmi Ingin Menembak Kepalanya Sendiri, Kenapa?


Cansu & Hazal Episode 69 (14 November 2015): Rahmi Ingin Menembak Kepalanya Sendiri, Kenapa? || Halo apa kabar para pecinta drama Turki, beruntung di Candu dan Hazal tetep tayang tanggal 14 November 2015 ini karena dua rekannya yakni Shehrazat dan Cinta Elif tidak tayang, Loh kenapa? yah karena ANTV ada acara live goyang anu itu loh. Masih ingat cerita Cansu Hazal sebelumnya? iyah kelicikan Rahmi kebongkar, Dilara marah lalu mengusir Rahmi dari Rumah. Terus-terus?

Terus tunggu dulu nih, buat yang ketinggalan cerita ulang sebelumnya silakan aja baca di Cansu & Hazal Episode 68 (13 November 2015).

Dan Cansu & Hazal Episode 69 (14 November 2015) ceritanya adalh Nezaket seneng banget karena akhirnya diterima sebagai pegawai tetap di toko kue Gulseren. (Nezaket ini sebenarnya niatnya kerja di tempat Gulseren baik atau enggak sih, kan dia temannya Keriman).

Ozan tanya dimana kakeknya? Dilara bilang Rahmi sudah pergi, Ozan langsung bantah "pergi atau diusir?". Ozan pun gak jadi ikut makan karena langsung pergi.

Osman mendekati Emine, memuji-muji masakan Emine. Lalu tanya-tanya apakah Rahmi sudah tak tinggal lagi di rumah? Emine pun bilang iya sudah pergi. Terus akhirnya Osman makin tanya-tanya soal keluarga Dilara.

Jihan ketemuan dengan Gulseren, Jihan curhat soal ayahnya yang bernama Rahmi yang kelakuannya ada-ada aja. Saat sedang asyik ngobrol tiba-tiba Rahmi menelpon, Jihan pun kesal dan tidak mengangkat telponnya. Jihan tak menggubrisnya lalu terus bermesraan dengan Gulseren. Tapi lagi-lagi Rahmi telpon lagi, Gulseren minta agar Jihan mengangkatnya. Jihan pun mengangkat telponnya dan berjanji akan datang menemui ayahnya.

Alter dan Solmaz kembali bersatu untuk menuntut Dilara, keduanya memikirkan bagaimana caranya bisa mengambil sampel Dilara untuk tes DNA? Keduanya pun mulai berkayal macam-macam, Solmaz pengen banget menguasai rumah Dilara yang mewah.

Jihan menemui Rahmi di hotel, Jihan tanya "apa yang kamu mau ingin memerasku?". Rahmi langsung menyama-nyamakan Gulseren dengan Turkan si wanita selingkuhan Rahmi jaman dulu. Cerita Rahmi dulu itu selingkuh hingga hartanya habis bahkan istri dan anak-anaknya terlantar. Jihan kesal karena Rahmi menyamakan Gulseren dengan Turkan. Jihan langsung meminta foto-foto adik, Jihan menangis mengenang adiknya yang bunuh diri karena tak tahan dengan kelakuan Rahmi. Jihan bilang pada Rahmi bahwa tidak akan menyebut nama Rahmi kepada cucu-cucunya Jihan kelak. Jihan langsung pergi.

Rahmi mengambil pistol lalu pergi, mau kemana? ternyata pergi ke kuburan Deniz dan hendak bunuh diri dengan menembak kepalanya, lalu "mak dorrrr". Mati dong? enggak karena ditembakan ke arah lain alias gak jadi bunuh diri!

Oskan dan Tukba sedang dilatih Candan agar nampak seperti pasangan sungguhan, tapi Candan kesal banget karena Oskan sering lupa hal-hal yang seharusnya diingat-ingat.

Cansu ngotot ingin ikut ke pengadilan agar bisa menegaskan pada hakim bahwa "tidak ingin tinggal bersama Oskan!!!", tapi Jihan tetap aja membujuk Cansu agar pergi ke sekolah saja.

Osman kesal pada adiknya karena gagal menjadi pengacara Oskan, gagal mendapatkan bagian uang kompensasi bla-bla-bla...Osman melakukan semua karena balas dendam pada Keriman yang telah menghabiskan duitnya.

Osman datang menemui Keriman, Osman memberitahu bahwa Oskan sebenarnya belum dapat uang kompesasi. Osman pun memprovokasi Keriman agar nanti kalo Oskan berhasil mendapatkan uang kompensasi langsung minta jatah.

Alter datang ke rumah Dilara tapi sayang yang ada hanya pembantu aja, lalu Alter ngaku ingin ke kamar mandi padahal justru menyusup ke kamar Dilara lalu mencuri sikat giginya Dilara. Alter tertawa puas sambil keluar dari rumah, tak sengaja papasan dengan Osman. Alter pun tanya "siapa kau?". Begitu bilang tukang kebun, eh si Alter makin ketawa lalu bilang "oh, baiklah kita lihat kerjamu nanti setelah aku memiliki rumah ini". Osman pun heran melihat tingkah laku Alter.

Kubu Jihan & Dilara dengan kubu Oskan akhirnya bertemu dipengadilan. Dilara heran melihat Oskan mesra dengan seorang wanita. Sayang Cansu ketinggalan sidang karena terjebak macet. Terus?

Terus ya Oke deh, Cansu & Hazal Episode 69 (14 November 2015) sampai disini doang ya! ketemu lagi sama admin dipostingan berikutnya tetap di blog kabar sensasi.

Cerita selanjutnya kubu Jihan & Dilara sangat tegang karena jelas persiapan Candan lebih mantab dengan segala kelicikannya, selengkapnya baca di Cansu & Hazal Episode 70 (15 November 2015).

Penasaran siapa si ganteng pemeran Ozan? baca aja:


Atau baca juga postingan lainnya terkait serial drama Turki:


Simak terus kabar seputar dunia hiburan yang sedang hit di Indonesia ya hanya di http://kabarsensasi.blogspot.com ya karena ternyata postingan-postingan admin ini banyak dikopi paste, semoga yang kopi paste lekas diberikan kesembuhan untuk berkarya sendiri tanpa kopas gitu deh.


Salam Sensasi,
http://kabarsensasi.blogspot.com/

Cinta Elif Episode 35 (13 November 2015): Kejahatan Tayyar Hampir Terbongkar!


Cinta Elif Episode 35 (13 November 2015): Kejahatan Tayyar Hampir Terbongkar! || Cie yang suka serial Cinta Elif tapi ketiduran gak nonton, sudah masuk ke episode yang tiga puluh lima nih dimana cerita sebelumnya Metin berhasil mejebak Omer gitu kan, tapi jebakannya ini bukan jebakan yang membahayakan, Metin berusaha memberikan petunjuk pada Omer agar bisa memecahkan kasusnya. Terus-terus?

Terus tunggu dulu nih, buat yang ketinggalan cerita ulang sebelumnya baca aja di Cinta Elif Episode 34 (12 November 2015).

Dan Cinta Elif Episode 35 (13 November 2015) ceritanya adalah Tayyar kaget ketika dapat informasi bahwa operasi ilegal untuk gadis kecil bernama Dilara gagal dan dokternya tertangkap.

Elif menemui Omer lalu bilang bahwa benar ada yang menaruh penyadap disalah satu tasnya, dan yang melakukan itu adalah Nilufer atas permintaan Metin. Elif pun memberitahukan nama asli Metin pada Omer. Tiba-tiba hp Elif bunyi dan yang menelpon ternyata adalah Metin. Tentu saja Elif terkejut, Metin mengucapkan salam perpisahan, Metin mengaku bahwa sebenarnya dirinya juga korban dan hal yang membuatnya merana saat ini adalah Nilufer sangat marah padanya. Elif berusaha ngajak ketemuan untuk cari solusi tapi Metin menolak, Elif tanya apakah dibalik semua kasus yang ada nama Tayyar Dundar? Metin tak menjawabnya langsung, Metin hanya bilang "pacarmu yang bernama Omer akan memecahkannya".

Tayyar berkumpul dengan Husain dengan Ali, Tayyar marah-marah kenapa gudang itu bisa digrebek? Tayyar menduga ada keterlibatan Omer tapi Husain berusaha menutupinya, Husain bilang Omer sedang sakit. Ali bilang semua berawal dari bapaknya gadis kecil yang hendak dioperasi. Husain menduga semua yang terjadi karena ulah orang dalam Tayyar. Ali berjanji akan meloporkan Omer jika terlibat dalam operasi penggrebekan gudang itu.

Tayaar kebingungan karena Metin tak ada kabar bahkan ibunya juga tidak ada. Tayyar meminta anak buahnya untuk mencari Metin dimanapun berada. Tayyar langsung ngecek brangkas tempat penyimpanan berlian dan begitu dibukan "taraaaa, kosong......". Tayyar langsung ngaku sambil teriak-teriak "matilah kau Metin....".

Sami dan Omer pergi berdua, Sami berhenti di rumah kepala atasan kepolisian. Sami membicarakan soal Omer. Setelah selasai Sami keluar dan ngajak Omer ke kantor tapi Omer bilang ingin pulang karena sudah diskor dan bahkan tinggal nunggu surat pemecatan. Sami bilang semua sudah teratasi, Omer bisa kerja lagi dan bahkan dipindah kebagian yang sama bersama Sami. Jadi semua kasus yang ada akan ditangani bersama. Omer sangat terkejut dan sangat berterimakasih pada pak Sami.

Husain-Arda-Pelin bengong melihat Omer kembali ke kantor ikut meeting. Sami memimpin rapat terkait pembunuhan dan pencucian uang. Sayangnya Husain ikut didalamnya, lah wong Husain itu teman sekongkolnya Tayyar kok.

Omer cerita semua pada Husain setelah selesai meeting. (payah, deh kenapa musuh selalu tau?).

Omer dan Sami hendak mengintrograsi doker yang ketangkap basah, sebelum Omer masuk sang pengacara berpesan pada dokter itu agar bersikap tenang agar polisi-polisi tidak curiga apapun.

Husain menemui Ali, lalu Ali marah karena Omer sudah kembali gabung di kepolisian bersama Sami? Ali marah kenama Husain tak berusaha menghalangi? Ali mulai ketakutan jika Omer balas dendam padanya.

Elif nonton tv yang menyiarkan pengrebekan operasi ilegal. Elif ingat bahwa dokter yang tertangkap itu pernah bersama Tayyar.

Omer kesal karena tak berhasil mendapatkan informasi apapun dari dokter itu karena pengacaranya terus melindunginya.

Tayyar-Husain-Ali kembali bertemu. Husain melaporkan bahwa intrograsi sudah berlangsung. Tayyar bertekat akan melakukan pencegahan pada dokternya itu agar tidak bicara apapun pada polisi. Apa rencananya?

Omer dan Elif ketemuan, Omer mulai gombal-gambul dan memberikan kejutan untuk Elif melalui sebuah bunga. Omer ingin sekali mengajak Elif nonton ke bioskop tapi sayang harus kembali menghintrograsi dokter. Elif pun bilang pada Omer bahwa dokter itu adalah temannya Tayyar.

Metin pagi-pagi dapat laporan dari anak buahnya bahwa Tayyar sudah menyebarkan anak buahnya. Anak buahnya menyuruh agar Metin segera pergi, tapi Metin tidak bisa pergi sebelum menjemput istrinya.

Merk menemui Nilufer bermaksud ngajak pergi, tapi Nilufer gak mau kemana-mana, Nilufr nyuruh Merk pulang saja tapi Merk tetap gak mau pergi dan tetap di rumah Nilufer.

Omer kembali mengintrograsi dokter tanpa ada sang pengacara ataupun Sami. Tapi sayang Omer melakukannya dengan penuh emosi bahwa sembari kasar. Al hasil dokter itu mengaku bahwa dia bekerja untuk Tayyar Dundar. Dokter itu pun menceritakan semua kisahnya dari awal mengenal Tayyar hingga soal bisnis organ tubuh. Dokter itu juga mengaku sering mendengar nama Metin tapi tidak pernah bertemu. Dokter itu pun bersedia memberikan keterangan resmi, Omer langsung menelpon Sami dan pengacara.

Metin menyamar jadi tukang pitza dan akhirnya bertemu dengan Nilufer,  keduanya pun bicara berdua, Metin bilang ingin menua bersama Nilufer. Tapi Nilufer bilang tidak bisa menerima kebohongan Metin soal Elif, Metin tak peduli hubungan Nilu dengan Elif. Nilufer tidak mau ikut dengan Metin, Nilufer marah karena sudah jadi istrinya pun tak tau nama belakang Metin. Akhirnya Metin pun bilang bahwa nama belakangnya adalah Dundar. Jadi ya akhirnya Nilufer tau bahwa Metin anaknya Tayyar.

Sami, Husain, Arda dan Pelin berkumpul. Omer dengan yakin bilang bahwa dokter itu sudah mengakui semuanya, ada nama Tayyar Dundar.  Husain pun raut wajahnya langsung berbah dan was-was.

Omer telpon Elif dan mengabarkan bahwa dokter itu sudah mengaku dan benar dibalik semua ada nama Tayyar. Omer mengira bahwa hasil bisnis organ tubuh itu uangnya dicuci melalui Elif. Tentu saja Elif bengong, lalu bertanya "apakah ayahny juga terlibat?". Omer pun bilang belum bisa memastikan hal itu.

Polisi-polisi berkumpul, dokter siap memberikan keterangan resminya. Sambil batuk-batuk dokter itu bicara lalu minta air, Pelin pun mengambilkan air. Sebelum bicara Dokter itu menatap Husain. Dokter itu minum air lalu belum sampai sebut namanya Tayyar eh dokter itu mati! (mungkin diracuni, mungkinkah si Husain yang meracuninya?)

Levant di kantor meulai lagi PDKT dengan Elif, tiba-tiba Nilufer datang dan bilang harus bicara!  ada apa?

Oke deh,  Cinta Elif Episode 35 (13 November 2015) sampai disini aja ya, ketemu lagi sama admin dipostingan berikutnya tetap di blog kabar sensasi.

Cerita selanjutnya Elif dan Omer mencoba mengajak Nilufer untuk bicara soal Fatih alias Metin, selengkapnya baca di Cinta Elif Episode 36 (14 November 2015).

Baca Juga:


Simak terus serial drama Turki kesayangan kamu hanya di blog Kabar Sensasi ya, simpen alamat url-nya sekarang!

Salam Sensasi,
http://kabarsensasi.blogspot.com/

13 November, 2015

Shehrazat Episode 103 (13 November 2015): Akhirnya Onur dan Shehrazat Baikan Lagi!


Shehrazat Episode 103 (13 November 2015): Onur dan Shehrazat Baikan Lagi! || Halo selamat datang di blog kabar sensasi, gimana lagi cari-cari gimana cerita Shehrazat episode 103? disinilah tempatnya, tau kan cerita sebelumnya Eda ternyata ketipu sama kuli bangunan yang hendak memerasnya, terus Bennu masih gitu deh syok setelah bayinya meninggal, sementara Binyapi masih harap-harap cemas menghadapi krisis, terus Shehrazat datang menemui Onur. Terus-terus?

Tunggu dulu nih, buat yang ketinggalan cerita ulang sebelumnya silakan baca di Shehrazat Episode 102 (12 November 2015).

Dan Shehrazat Episode 103 (13 November 2015) ceritanya adalah Setelah Shehrazat menemui Onur dan semacam baikan gitu deh, lalu Shehrazat pun malam-malam langsung diajak Onur ke kantor Binyapi karena ada rapat penting soal krisis global yang bisa bikin Binyapi bangkrut.

Paginya Khan dan Liliput terkejut karena Onur kembali ke rumah. Kedua anak itu sangat senang karena ayahnya sudah pulang.

Burhan kagum sekaligus kawatir karena Buket harus pergi ke Kanada untuk pertukaran pelajar. Buket akan tinggal disebuah keluarga di Kanada selama 1 tahun, Burhan kawatir apakah keluarga itu bisa dipercaya? Nadide pun meyakinkan bahwa pihak sekolah tak akan menyerahkan Buket ke sembarang orang.

Pagi-pagi keluarga Binyapi berkumpul, termasuk Shehrazat. Eda sangat kaget karena didalam ada Shehrazat lalu Eda kembali keluar dan masuk keruangannya lalu marah-marah meluapkan kekesalannya karena Shehrazat kembali baikan dan sayang-sayangan dengan Onur.

Eda main bareng temannya yang bernama Serdar. Eda menceritakan semua tentang Binyapi yang terancam bangkrut, temannya itu pun senang mendengar berita itu. (siapa lagi ini, sekongkolan barunya Eda?)

Onur dan Shehrazat makan malam berduaan, Shehrazat tanya kenapa gak datang padahal aslinya ditunggu-tunggu? Onur bilang takut jadi hanya bisa melihat dari jauh. Yah gitu deh, akhirnya keduanya baikan dan kembali mesra.

Ali mendekati Fusun, tapi si Fusun terus menghindar! Ali pun ngajak Fusun nikah lagi tapi tetep aja Fusun nolak. Lalu akhirnya Fusun mengakui bahwa dulu waktu Ali selingkuh dengan Cansel, Fusun juga selingkuh dengan Selin. Mendengar pengakuan Fusun, si Ali langsung marah dan meninggalkan Fusun. (padahal loh aslinya kelakuan Ali lebih parah, saat masih nikah dengan Fusun eh selingkuh dengan Cansel bahkan sampai punya anak, terus habis itu juga meniduri Ahu hingga akhirnya dinikahkan).

Burhan pinsan ketika tahu berita soal Ahu yang tertangkap soal kasus prostitusi. Nadide panik langsung menghampiri Burhan. Saat Nadide datang Burhan sudah baikan, keduanya pun saling curhat. Karena sebenarnya Nadide juga sangat sedih dengan berita itu.

Bennu belanja ke toko, lalu ada ibu-ibu belanja yang membawa bayi bernama Denis! Bennu semacam kehilangan kendali lalu menyerang ibu-ibu itu.

Onur dan Shehrazat akhirnya bicara berdua membahas bareng kenapa mengirim mata-mata? Onur pun bilang bahwa waktu itu lihat email mesra dari orang yang tak dikenal, itulah yang membuatnya cemburu. Onur curiga itu adalah kelakuan musuh, entah musuhnya Onur atau musuhnya Shehrazat.

Fusun curhat pada Nadide bahwa sudah mengaku tentang perselingkuhannya dengan Selin dan itu membuat Ali sangat marah. Fusun bilang ingin kembali ke Kaiseri. Nadide pun menenangkan Fusun, bahwa yang salah gak hanya Fusun, justru Ali yang lebih banyak melakukan kesalahan.

Karim berusaha membujuk Bennu untuk makan, Karim pun sempat bilang bahwa Bennu perlu ke dokter karena telah menyerang ibu-ibu tanpa alasan. Bennu tersinggung karena meresa dianggap gila, Bennu marah-marah deh pada Karim.

Burak berantem dengan Seyen lalu Burak pergi ke rumah ibunya. Terus?  

Terus Oke deh, Shehrazat Episode 103 (13 November 2015) sampai disini aja ya, ketemu lagi sama admin dipostingan berikutnya tetap di blog kabar sensasi.

Cerita selanjutnya, selengkapnya baca di Shehrazat Episode 104 (15 November 2015).

Baca juga nih:

Atau baca juga postingan lainnya terkait serial drama Turki:
Simak terus kabar seputar dunia hiburan yang sedang hit di Indonesia ya hanya di http://kabarsensasi.blogspot.com ya karena ternyata postingan-postingan admin ini banyak dikopi paste, semoga yang kopi paste lekas diberikan kesembuhan untuk berkarya sendiri tanpa kopas gitu deh.

Salam Sensasi,
http://kabarsensasi.blogspot.com/

Cansu & Hazal Episode 68 (13 November 2015): Kelicikan Terbaru Rahmi Ke Gulseren Terbongkar!!!


Cansu & Hazal Episode 68 (13 November 2015): Kelicikan Terbaru Rahmi Ke Gulseren Terbongkar!|| Selamat datang di blog kabar sensasi, gimana lupa gak nonton serial Cansu dan Hazal episode yang ke enam puluh delapan? tenang langsung gabung aja sini, cerita sebelumnya tahu dong soal Hazal yang terpaksa menuruti kemauan Rahmi untuk memfitnah Gulseren agar Jihan jadi benci, terus selain itu Jihan dkk was-was karena tak punya banyak waktu untuk persidangan soal Cansu dan dipihak lain pihak Candan yakin akan menang. Terus-terus?

Terus ya tunggu dulu nih, buat yang ketinggalan cerita ulang sebelumnya silakan baca aja di Cansu & Hazal Episode 67 (12 November 2015).

Dan Cansu & Hazal Episode 68 (13 November 2015) ceritanya adalah Jihan mengajak Hazal menemui Gulseren, Jihan langsung cerita bahwa Hazal bilang melihat Gulseren bermesraan dengan seorang pria dan mengirimkan sebuah sms ke Hazal. Begitu membaca sms-nya si Gulseren langsung menampar Hazal, ya wajar karena Gulseren gak merasa membuat sms itu gitu loh. Gulseren langsung memutus hubungan dengan Hazal, bahkan menyuruh Jihan keluar dari kehidupannya jika mempercayai sms itu. Hazal pun langsung mengakui bahwa semua itu dilakukan atas perintah Rahmi dan jika tidak melakukan itu maka akan dilaporkan ke polisi.

Jihan mendatangi Rahmi, Jihan marah-marah karena Rahmi telah melibatkan Hazal dan mengancam akan memenjarakan Hazal. Tapi belum puas marahnya eh si Rahmi semacam serangan jantung dan pinsan. (Gak seru deh karena pasti semua kesalahan Rahmi termaafkan).

Gulseren pun memaafkan Hazal, lalu Hazal minta nginap ditempat Gulseren. Cansu kaget ketika melihat Hazal datang bersama Gulseren. Hazal diajak makan barang tapi gak mau makan dan justru lari ke kamar mandi lalu menangis. Cansu bingung sebenarnya ada apa sih? Hazal mengaku capek lalu minta ijin tidur duluan, Cansu pun mawarkan kamarnya tapi Gulseren bilang tidak perlu karena Hazal akan tidur bareng Gulseren aja.

Nezaket kembali tinggal bersama Keriman. Yah, si Keriman mengendus-ngendus Nezaket itu bau coklat, panili seperti kue? padahal Nezaket ngakunya kerja ditempat tekstil. Lalu Nezaket pun beralasan bahwa dia kerja bikin pasta Jerman. Saat ngobrol Nezaket tanya apakah punya foto mantan istri Oskan dan putrinya yang tertukar? 

Rahmi dibawa ke rumah sakit, dokter bilang keadaanya baik-baik saja dan bisa kembali ke rumah. Jihan mau mengantarkan Rahmi ke rumah sakit tapi tak mau menemuinya. Ozan penasaran sebenarnya ada apa? Dilara sendiri pun bingung karena tak tau apa-apa. Dilara tanya pada Rahmi ada apa? jawabnya tetap seperti tak merasa bersalah dan justru menyalahkan Jihan.

Cansu tak kunjung tidur karena penasaran soal masalah Hazal tapi Gulseren tak mau cerita. Cansu nyamperin Hazal di kamar, Cansu bilang jangan menangis lagi karena akan membuat Gulseren sedih, tapi Hazal tetep aja nangis lalu Cansu memeluknya untuk membuatnya tenang.
 

Jihan mengajak Hazal pulang dan menemui Dilara, Hazal diminta mengakui perbuatannya soal kandang kuda, Hazal pun mengakui di depan Dilara. Padahal Dilara sudah tau itu, Jihan tanya siapa yang memberitahu? Dilara bilang Rahmi yang ngasil tau. Jihan pun heran, tapi tanpa disadari Ozan mendengarkan semua pembicaraanya itu lalu marah-marah. Jihan pun langsung meminta Hazal menjelaskan semua perlakuan Rahmi, Jihan pun tanya pada Dilara apakah terlibat dalam rencana Rahmi? Jihan pun kesal dengan segala perlakuan Dilara kepada Gulseren, mulai yang memalsukan rekaman suara Gulseren, memecat Gulseren dari pekerjaannya, bilang bahwa Gulseren wanita simpanan dll. Jihan kembali memperingatkan Dilara bahwa Rahmi itu licik bla-bla-bla, Jihan juga mengingatkan Ozan agar menjaga sikap pada Hazal.

Osman menemui Candan, ternyata oh ternyata Osman itu bekerja sama dengan Candan. Osman sengaja kerja jadi tukang kebun rumah Dilara untuk mencari tahu segala informasi tentang keluarga Dilara. Tapi Candan kesal karena Osman belum bisa memberikan informasi yang berbobot, Osman bilang orang-orang di rumah Dilara seolah pada bungkam. Candan pun memberikan ide pada Osman agar bisa mencari informasi sendiri bukan tanya pada orang lain.

Rahmi pulang ke rumah tapi gak ada yang jemput alias pulang sendirian,  Rahmi sok asyik dengan Dilara tapi si Dilara hanya diam lalu memberikan kopernya Rahmi alias mengusirnya. Rahmi marah-marah dan mengatakan semua hal tentang kejahatan-kejahatan yang pernah dilakukan bersama. Disaat itulah Osman merekam semua perkataan Rahmi.

Cansu penasaran soal Hazal lalu tanya pada Jihan, karena Jihan gak pernah bisa bohong pada Cansu maka semuanya pun diceritakan.

Osman langsung menemui Candan dan menyerahkan rekamannya, Candan sangat puas dan langsung membayar Osman.

Baiklah, Cansu & Hazal Episode 68 (13 November 2015) sampai disini aja, ketemu lagi sama admin dipostingan berikutnya tetap di blog kabar sensasi.

Cerita selanjutnya Jihan menangis dan marah besar pada Rahmi, ada apa? selengkapnya baca di Cansu & Hazal Episode 69 (14 November 2015).

Penasaran siapa si ganteng pemeran Ozan? baca aja:


Atau baca juga postingan lainnya terkait serial drama Turki:


Simak terus kabar seputar dunia hiburan yang sedang hit di Indonesia ya hanya di http://kabarsensasi.blogspot.com ya karena ternyata postingan-postingan admin ini banyak dikopi paste, semoga yang kopi paste lekas diberikan kesembuhan untuk berkarya sendiri tanpa kopas gitu deh.


Salam Sensasi,
http://kabarsensasi.blogspot.com/

Cinta Elif Episode 34 (12 November 2015): Metin Berhasil Menjebak Omer!


Cinta Elif Episode 34 (12 November 2015): Metin Berhasil Menjebak Omer! || Hei-hei para pembaca setia blog kabar sensasi, gimana ketiduran gak nonton Cinta Elif episode tiga-empat? tenang aja, simak ceritanya disini. Sebelumnya diceritakan Omer dan Elif curi-curi kesempatan buat bermesraan di Roma gitu kan, terus pada akhirnya misi menangkap Metin gagal. Terus-terus gimana?

Tunggu bentar ya, ini loh buat yang ketinggalan cerita ulang sebelumnya baca aja di Cinta Elif Episode 33 (11 November 2015).

Dan Cinta Elif Episode 34 (12 November 2015) ceritanya adalah Omer mengikuti anak buah Metin, tapi sebenarnya itu memang jebakan dari Metin. Anak buah Metin mengintai Omer dengan pistol tapi setelah clingak-clinguk gak ada orang lalu si Omer gak jadi masuk. Padahal Metin ada didalam sedang mengurus berlian-berliannya yang hendak dibawa kabur. Omer terus menunggu dilokasi persembunyian Metin tapi Sami terus memaksa agar Omer kembali. Tapi Omer tak menggubris dan tetap berjaga. Diam-diam Elif mendengar dimana alamat Omer berada.

Omer kaget tiba-tiba Elif datang, Omer minta agar Elif kembali ke hotel tapi si Elif ngeyel. Keduanya pun berdebat, tapi tiba-tiba ada suara "mak krompyang", Omer langsung bergegas masuk kedalam dengan siaga. Sementara Elif menunggu dengan cemas diluar. Lalu terdengar suara tembakan, Elif kaget dan langsung masuk kedalam. Ternyata yang ketembak adalah orang suruhan Metin.

Metin senang karena Omer berhasil masuk perangkap, Metin yang tadinya ingin langsung kabur dan pergi jauh dari Tayyar jadi batal karena harus menjemput istrinya dulu Nilufer.

Elif dan Omer menunggu bantuan, Orang yang tertembak itu mengaku pada Elif bahwa anaknya disandra oleh Metin dan anak buahnya. Orang itu tertipu dan minta agar Elif membantunya karena nasib anaknya juga belum diketahui. Orang itu bilang nama anaknya Dilara berusia 6 tahun.

Asli panik dan ingin ke kantor polisi karena Elif tak kunjung pulang. Tiba-tiba Nilufer dapat telpon, yang telpon adalah ibunya Metin. Ibunya Metin bilang kenapa gak datang ke tempat janjian, Nilufer pun bilang gak akan ikut dan hubungannya dengan Metin selesai.

Omer pun sadar bahwa orang yang ditembak itu adalah umpan, Omer paham bahwa Metin sengaja melakukan itu semua karena ingin memberikan isyarat tentang siapa orang dibalik semua kejahatan yang terjadi. Omer paham bahwa sebenarnya Metin tidak bekerja untuk penjahat utamanya.

Omer sms Pelin untuk minta batuan mencari tau bapak dan anak yang telah dimanfaatkan oleh Metin.

Elif ngomel-ngomel karena kecewa rencananya ke Roma gagal total, Metin tak bisa ditangkap tapi justru ada masalah baru. Omer pun menenangkan Elif dan mengajaknya ke kamar mandi untuk cuci muka. Dalam kamar mandi Elif menangis, Omer pun masuk dan memeluk Elif. Omer pun mengelus-elus Elif dengan mesranya dan berjanji akan menyelesaikan semuanya. Lalu keduanya ngeteh bareng, suap-suapan dengan mesranya.

Metin menemui ibunya, sang ibu bilang bahwa Nilufer bilang hubungannya sudah selesai. Metin bilang tidak masalah, Metin minta agar ibunya pergi, tapi sang ibu takut Tayyar akan menemukannya. Metin pun berjanji bahwa Tayyar tak akan bisa menemukannya, Tayyar akan masuk penjara.

Pelin menemui Omer, Pelin pun menjelaskan bahwa Dilara itu punya kelainan jantung dan sedang butuh donor jantung. Omer langsung masuk ke dalam dan mengintrograsi bapaknya Dilara. Sementara Pelin dan Arda bertanya-tanya kenapa Elif bisa bersama dengan Omer?

Omer pun terus mendesak dimana keberadaan Dilara? tapi si bapak itu justru curhat dengan sedihnya, Omer terus-terusan memberikan penjelasan.  

Elif menjelaskan semua kepada Arda dan Pelin, Elif pun minta maaf pada Omer karena tak seharusnya cerita ke siapapun tapi rupanya Omer tak masalah jika Pelin dan Arda tau, bahkan Omer minta kedua rekannya itu untuk ikut beraksi.

Tayyar mengundang Metin untuk merayakan kemenangannya, Tayyar sangat bangga pada Metin. Tayyar menganggap Metin telah sukses. Dengan sombongnya Tayyar yakin tau bahwa akan selalu memang dalam segala hal.  Metin pun memuji-muji jasa Tayyar dan bilang terimakasih, tapi si Tayyar curiga sepertinya omongan Metin mengisyaratkan sesuatu?

Tayyar, Ali dan Husain kembali berkumpul. Tayyar memberikan tugas pada Husain untuk mengawasi proses operasi yang akan dilakukan Tayyar. Operasi yang dilakukan Tayyar adalah ilegal, yang hendak dioperasi adalah Dilara.

Elif akhirnya kembali ke rumah dan otomatis ketemu dengan Asli-Nilufer. Asli minta penjelasan tapi Elif bilang nanti, Nilufer juga ingin bicara tapi Elif juga bilang nanti saja. Elif langsung masuk ke kamar dengan capek dan sedihnya. Elif mengingat-ingat Omer bilang kemungkinan ada yang menyadap Elif sehingga Metin bisa tau rencana omerasinya. Elif pun langsung membongkar semua tas-nya dan menemukan alat penyadap, Elif hanya bengong lalu Nilufer masuk dan mengaku bahwa alat itu diletakan waktu dikantor dan yang minta adalah Metin. Elif heran kenapa Nilu tega melakukan semua itu? Nilufer mengaku salah telah percaya pada Metin, Nilufer juga bilang sangat cinta pada Metin. Nilufer bahkan ngaku sudah menikah dengan Metin. Elif pun marah-marah, Metin itu pembahong dan pembunuh! Tapi Nilufer tetep ngotot mencintai Metin. Nilufer pun bilang bahwa nama asli Metin adalah Fatih.

Sami-Omer-Arda dan Pelin menuju gudang tempat Dilara akan dioperasi.

Metin dari jauh mengawasi gudang tempat operasi yang dilakukan Tayyar, Metin beharap Omer dan kawan-kawannya segera datang dan menangkap basah si Tayyar.

Omer dan kawan-kawan akhirnya mengrebek gudang tempat operasi, Metin sangat senang karena semua berjalan sesuai rencana tapi sayang Tayyar tidak ikut tertangkap basah.
 
Oke deh, Cinta Elif Episode 34 (12 November 2015) sampai disini aja ya ketemu lagi sama admin dipostingan berikutnya tetap di blog kabar sensasi.

Cerita selanjutnya Tayyar bingung mencari keberadaan Metin dan sangat marah ketika berliannya tak ada dibangkas, selengkapnya baca di Cinta Elif Episode 35 (13 November 2015).

Baca Juga:


Simak terus serial drama Turki kesayangan kamu hanya di blog Kabar Sensasi ya, simpen alamat url-nya sekarang!

Salam Sensasi,
http://kabarsensasi.blogspot.com/

12 November, 2015

Shehrazat Episode 102 (12 November 2015): Eda Ketipu Lagi Sama Kuli Bangungan!


Shehrazat Episode 102 (12 November 2015): Eda Ketipu Lagi Sama Kuli Bangungan! || Yiha ketemu lagi sama admin di blog kabar sensasi dalam rangka cerita ulang Shehrazat episode yang seratus dua. Dimana cerita ulang sebelumnya si Karim sedang berduka karena kehilangan ayah dan bayinya gitu kan, terus berita tetang Ahu yang ketangkep prostitusi sudah menyebar, terus ibunya Ahu menemui Nadide, mau ngapain?

Tunggu bentar nih, buat yang ketinggalan cerita ulang sebelumnya silakan baca di Shehrazat Episode 101 (11 November 2015).

Dan Shehrazat Episode 102 (12 November 2015) ceritanya adalah Neriman menemui Nadide untuk minta uang, dengan berat hati Nadide pun memberi uang pada ibunya Fusun. Neriman langsung menemui Ahu dan memberikan uang itu tapi Ahu justru nyinyir karena merasa uang dari Nadide sangat sedikit. (benar-benar tak punya malu nih ye....)

Bennu masih syok dan sedih karena telah kehilangan bayinya. Shehrazat dan Melek dengan berat hati mengemasi semua perlengkapan bayi yang sebelumnya sudah disiapkan oleh Karim dan Bennu untuk sang buah hati. (menyedihkan....).

Karim terus menjaga Bennu yang terlihat masih pucat dan hanya bengong seperti orang stresss. Bennu diajak pulang ke rumah dan menemukan sisa barang bayi yang tersisa lalu mengurung diri di kamar.

Kuli bangunan terus mengancam Eda jika tak memberikan uang 50rblira maka akan melaporkan Eda ke kantor polisi.

Shehrazat merenung dan menyadari bahwa kemarahannya pada Onur sejauh ini adalah konyol. Terlebih setelah melihat apa yang menimpa Bennu, Shehrazat menyadari bahwa sangat merindukan Onur.

Nadide curhat pada Burhan bahwa Shehrazat ingin cerai dari Onur karena suaminya itu terlalu cemburuan. Burhan tak percaya itu, Burhan berfikir itu tuh konyol. Burah seolah heran, masalah cemburuan saja harus cerai?

Onur telpon Shehrazat, Onur tanya apakah tadi menelpon? Shehrazat pun bilang yang telpon anak-anak! Onur pun langsung minta maaf karena merasa mengganggu tidur Shehrazat, lalu bilang akan menelpon anak-anak besuk, terus tutup telpon deh.

Karim bingung bagaimana harus mengatasi Bennu karena sudah 5 hari gak mau mandi, gak mau ganti pakaian, hanya tidur-tidur disofa sepanjang hari. Karim merasa ingin ikut gila.

Hp Eda terus berdering lalu diangkat oleh Melek, penelpon itu bilang mana uangnya? Melek justru marah-marah lalu kuli itu pun menutup telponnya. 

Shehrazat mendantangi Bennu lalu berusaha membuat Bennu sadar, Shehrazat menarik paksa Bennu ke kamar mandi lalu menyirami Bennu dengan air. Shehrazat pun menangis sambil terus menceritakan masa lalunya soal ibu-ayahnya mati, suaminya mati, hampir kehilangan Khan dan kehilangan janinnya juga. Bennu pun menangis lalu berpelukan dengan Shehrazat.

Kuli bangunan terus mengancam Eda, tapi Eda tetap juga bilang belum punya uang. Lalu tiba-tiba mak brukkk, Eda menabrak kuli itu dengan mobilnya lalu mengambil hp milik kuli itu terus langsung minggalkannya dijalanan. Tapi begitu hp-nya di buka Eda tak memukan apapun, Eda sadar kuli itu bohong karena sebenarnya tidak memfotonya. (cie...Eda lagi-lagi kena tipu....).

Shehrazat akhirnya menemui Onur.... terus? terus jumpa lagi dipostingan berikutnya....

Oke deh, Shehrazat Episode 102 (12 November 2015) sampai disini aja deh! ketemu lagi sama admin dipostingan berikutnya tetap di blog kabar sensasi.

Cerita selanjutnya Onur meeting bareng dengan Shehrazat, selengkapnya baca di Shehrazat Episode 103 (13 November 2015).

Baca juga nih:

Atau baca juga postingan lainnya terkait serial drama Turki:
Simak terus kabar seputar dunia hiburan yang sedang hit di Indonesia ya hanya di http://kabarsensasi.blogspot.com ya karena ternyata postingan-postingan admin ini banyak dikopi paste, semoga yang kopi paste lekas diberikan kesembuhan untuk berkarya sendiri tanpa kopas gitu deh.

Salam Sensasi,
http://kabarsensasi.blogspot.com/